Bonsoir. Gue baru minjem-minjem novel sama neng Biba, alias Bebeh. Gue, Bebeh sama Icut suka baca buku sama novel, jadi kita tuker-tukeran aja, hehehehe. Penerbit favorit kita juga sama, GagasMedia. Tiap bukunya pasti ada huruf 'g' oranye kecil di sudut. Buku terbitannya rame-rame loh.
For further information, visit their website. Click here!
Kemaren-kemaren, gue minjem "Let Go: Setiap Cerita Punya Ruang Sendiri di Dalam Hati..." sama "Refrain: Saat Cinta Selalu Pulang", dua-duanya dari GagasMedia. Kalo "Let Go" itu karangannya Windhy Puspitadewi, kalo "Refrain" itu karya Winna Efendi. Dua-duanya seru abis!
Gue nangis baca dua-duanya, sediiiih. Kisah cinta yang sangat mengharukan!
Walaupun gue nggak punya bukunya, isinya gue ingeeeet banget saking berbekasnya. Gue nangis di bagian-bagian yang mirip-mirip kisah cinta gue, hehehe. Sedih lah, pokoknya.
***
"Jealousy" alias "Iri" atau "Cemburu" itu ada di kedua novel itu.
Buat Caraka di "Let Go", atau Nata sama Anna di "Refrain". Di kedua novel itu, unsur jealousy-nya ada. Kadang-kadang di bagian itu gue langsung berurai air mata, mungkin sampai sesenggukan.
Waktu Caraka nyanyi di pensi ulang taun sekolahnya kan dia teriak "jealousyyyyy!" waktu liat Nadya sama Nathan berdua. Aah pokoknya rame deh.
And, jealousy is exactly my feeling now.
***
Kemaren kita chat. Waktu gue sakit. Kita ngobrol aja berdua, sampe malem. Terus lagi asyik-asyiknya, dia diajak ngobrol sama temen gue yang lain. Anak Tridaya, tapi beda SD sama gue. Chat gue lamaaa dibalesnya. Gue mulai jenuh. Gue bilang "off", terus langsung sign out.
Paginya gue OL lagi. Dia juga, masih main PB. Gue sama sekali nggak niat nyapa dia.
Dia ninggalin offline message, "Bye. Maaf gue jawabnya lama."
So what? Should I care? Gue manyun bacanya. Nothing to do with me.
Ya udah gue langsung off. Males rasanya.
But despite all that, losing him was worst.
***
Eh, gue udah mendingan. Mungkin besok gue bisa masuk sekolah. Tapi kayaknya gue harap gue nggak masuk sekolah besok. Pengen sakit lagi. Nggak tau lah.
Dia sakit. Dari sakit badan kemarin jadi demam. Ketuleran gue kali.
Jadi inget yang "Curhat Buat Sahabat"-nya Dee. Hehehehe.
Sayangnya kamu nggak ada di sini ya. Padahal aku pake gaun hitam lho, ada soda anggur di depan aku. Tapi kamu nggak di sini, nggak nepuk-nepuk bahu aku kayak di sekolah. Nggak bercanda untuk menghibur. Nggak kayak di sekolah.
Tapi kamu sakit.
Besok aku masuk tapi kamu enggak.
***
Udahlah, gue lagi curhat sama si Muti, hehe.
Pesan dari aku buat kamu: "Get well soon, see you tomorrow at school!"
Bonsoir :)
Notifications!
Semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan..
Sunday, January 31, 2010
Jealousy
Posted by Nadine at 2:12 AM 0 comments
Labels: books, curhat, doodles, proses and stories
Saturday, January 30, 2010
Sicker and Sicker
Bonsoir :)
Lagi sakit nih guee, huhu. I got the influenza, headaches and nausea. Pilek, pusing-pusing sama mual. Belum lagi high fever, badan panas uh, AC pengennya dimatiin aja.
Kalo sakit kenapa main komputer terus neng? Bukannya istirahat.
Bed-rest itu bikin bosen tauu. Jadi aja gue berkutat di kamar dengan laptop. Facebook-an, Y!M-an, ngeblog dan blogwalking, sambil baca "Recto Verso" untuk kesekian kalinya.
Mau cuap-cuap tapi nggak tau harus cuap-cuap apa.
Tapi, di tengah kebosanan karena sakit ini, ada Dia, lagi OL Y!M (sambil main PB sih), tapi tetep ngajak gue ngobrol.
"Sakit apa? Kenapa Senin nggak masuk?"
Jelas lah Senin nggak masuk karena gue sakiiiit.
Ya, pokoknya gue jawab,
"Gue demam. Panas-dingin. Flu, mual. Pengen muntah aja terus, bolak-balik kamar mandi, euy."
Dia jawab,
"Wah, kasian..."
Gue nyengir aja najong, walau dia nggak bisa liat. Dan akhirnya jawab sekenanya,
"Hehehe, heeh. Makasih ya."
"Kalo elo nggak masuk Senin, gue juga nggak masuk."
"Kenapa?"
"Sakit juga, sakit badan. Baaaal."
"Bahaha, kasian." <- wah, gue malah ketawa?
Ya udah abis itu ngobrolnya freelance *lah?
***
Eh, gue kepikiran sesuatu lho.
Kali-kali, gue pengen deh sakit parah. Naudzubilah juga sih ya. Tapi kan, kalo sakit kita bisa masuk rumah sakit. Bisa dijenguk sama temen-temen ke sana. Terus mereka bakal bawain gue sesuatu. Hadiah, catatan pelajaran, atau mungkin cuma bawa kata-kata hiburan dan cerita tentang sekolah selama gue nggak masuk. Tapi walau begitu, gue hargai, soalnya gue seneng didongengin :)
Gue jadi inget waktu gue sakit tifus. Diopname, sekitar dua mingguan lah. Pusing, jalan kemana-mana, tiang infus mengekor. Dua tangan itu penuh lobang jarum bekas infus. Makan rasanya nggak enak. Tangan dikasih pemberat, megang pun nggak bisa. Cuma bisa liatin adek gue main puzzle gitu kan rasanya asa gimana gitu yah. Iri, pengen main juga.
But, despite all that, kalo ada keluarga gue yang jenguk, pasti bawa mainan. Gue selalu bawa buku kemana-mana, tapi waktu diopname, karena mendadak, gue nggak bawa apa-apa.
Jadi gue dibawain buku H.C. Andersen lengkap, koleksi gue. Terus abis itu hadiah boneka juga. Begitulah.
Kali ini pengen lagi. Keluarga boleh dateng, tapi gue pengen temen-temen gue ada.
Kelas enam, puncak semuanya. Temen-temen yang gue sayangin juga. Nggak peduli mereka bawa apa, asal mereka dateng aja, mungkin udah gue peluk, deh.
Pengen mereka ngasih ucapan, "Cepet sembuh ya, kita semua kangen sama elo", dan sebagainya.
Pengen mereka duduk di sofa samping tempat tidur gue, ngajak ngobrol, dan bercerita tentang dunia yang gue lewatkan selama terkurung di sini.
Pengen mereka ngehibur gue dengan candaan.
Pengen mereka ngasih gue sesuatu, walau sebetulnya gue sama sekali nggak peduli.
Gue pengen waktu mereka pulang, mereka bilang, "Get well soon ya, we're gonna visit you again tomorrow, so you can go back to school as soon as possible."
Emang keinginan gue itu terlalu muluk. Ngarep. Apalagi temen-temen cowok gue itu susah diatur, dan.. what's the point of visiting me?
Yah, gue yakin ada dua orang yang bisa mengatur mereka selama gue nggak ada.
Wish me well, Imbisil. Semoga gue bisa masuk hari Senin nanti, jadi kangen gue cepet ilang karena ketemu kalian-kalian. Yah?
***
Yaaa, kalo sakit pengennya tidur terus ya.
Barusan gue pamit sama dia. Dianya main PB aja, ya udah gue off.
Blog ini juga off for now. Biarkan gue istirahat, bloggers!
Bonsoir, wish me well ;)
Posted by Nadine at 7:04 AM 0 comments
Labels: daily, friends, imbisil, love story, me
Friday, January 29, 2010
Malaikat Juga Tahu
Bonsoir.
Perasaan saya sering banget ngepost ya?
Yaa, nggak pa-pa lah. Gue kalo di rumah kan nggak ada yang dengerin. Mehehe.
Soalnya hari ini Jumat sih, kalo gue di sekolah kan ada temen-temen yang dengerin.
Gue mau nyanyi *lah? Ya gimana mau nyanyi sih, orang ini blog. Kecuali gue ngerekam suara gue ya? Tapi guenya lagi sakiit, jadi aja serak. Jelek kalo nyanyiii. Ntar jadi aib.
Sudahlah, gue tulis aja lirik lagu yang lagi seneng gue dengerin ya?
***
Dewi Lestari - Malaikat Juga Tahu
Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati
Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri
Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Aku kan jadi juaranya
***
Hehehe.
Ya begitulah. Lagu yang lagi suka gue dengerin tuh 'Malaikat Juga Tahu', mehehe.
Entah kenapa, enak aja denger lagu ini. Kalem, liriknya juga enak, tapi agak maksa. Gue suka Dee, buku-bukunya juga. "Recto Verso", "Perahu Kertas", Trilogi "Supernova" juga. Bagus sih.. Gue paling suka "Perahu Kertas", ada Bandung-nya siiih... *cinta kota kelahiran.
Tapi bukan cuma itu, juga karena tokoh Kugy dan Keenan itu bener-bener.. WOW, gitu. Kugy ajaib, Keenan keajaiban. Begitulah.
***
Plus, gue nyanyi ini... karena gue yakin gue yang menang kalo cinta gue diadu.
Malaikat juga tau itu.
Ya, dia memang nggak lihat, malah mungkin nggak tahu, kalo terkadang malaikat itu nggak bersayap, nggak cemerlang, nggak rupawan. Malaikat juga dikirim untuk kita, dalam bentuk yang berbeda tentunya. Berbeda buat setiap orang.
Gue belum tau siapa malaikat gue, atau gue itu malaikat siapa... tapi, harapan boleh ada kan? Untuk menjadi malaikatnya, dan dia untuk menjadi malaikat gue *ngarep abis. Tapi yah... namanya juga harapan.
Hope is something.
Hope is a wish that you'll give your best effort to make it all come true. And it will.
***
Quick flash.
Hari ini dia senyum lagi :)
Gue lagi minum teh Poci, ngajakin emak pulang. Dia ada di warung sebelah, di tempat teteh nasi goreng. Ya awalnya gue mau langsung pulang aja, nggak bicara apa-apa. Tapi, berhubung emak kenal sama mamahnya dia dan sama dianya, emak gue yang nyapa.
"Eh, ____," gitu. Ya pokoknya namanya disebut.
Senyum aja dia.
Emak gue jalan duluan, terus abis itu memberi isyarat dengan tangan pada gue untuk mengikuti. Akhirnya pas sambil jalan, gue menghadap ke belakang sebentar, diem.
"Hey, ada PR nggak buat Senin?"
"Emmm.. nggak ada," kata dia. Wajahnya masih biasa.
Gue manggut-manggut. Baru mau pamit, dia bilang...
"Eh, ada PR Matik, 138," kata dia. Senyum, matanya netep mata gue.
Gue diem, terus akhirnya sadar kembali setelah ditepuk sama Mang Maman, tukang Martabak Mini. Enak loh *promosi.
Ya abis gue ditepok bahunya, gue langsung,
"Eeeeuh.. Eh! Ya, thanks ya. See you on Monday," terus lari ke emak gue dah, hahaha maluuu.
Tapiii, Mang Maman narik tas gue, terus bilang, "Eh, pacaran aja."
"Iiiih, Mang Maman, mau pulaang..." gue merengek *gahaha.
"Ah, nggak boleh."
Gue langsung nyengir, terus bilang, "Ibu, ibu, aku diculiiiiik..."
Gahahaha, si Mang Maman-nya ketawa, gue juga ikutan. Emak gue geleng-geleng kepala. Ya, gue antara cerdik dan tidak waras emang. Kasian Mang Maman kalo ditimpukin waktu gue bilang gitu. Disangka beneran nyulik entar.
Yaa udah gue dilepas sama Mang Maman.
Pas gue lari ke emak gue, gue menoleh ke dia sedikit lah. Curi-curi pandang.
Dianya ketawa kecil, masih ngeliat ke gue. Hehehehehe.
Aaah, your smile is so unpredictable! Can you please please tell me what it means?!
***
Ya udah pas pulangnya gue malah chat sama dia.
***
Well, nggak banyak yang bisa gue share hari ini. Pulang sekolah jam satu, cuma enam jam sama temen-temen. Biasanya tujuh sampai delapan jam. Aagh, kangen. Nggak bisa ketemu dua hari.
Ya udah.
Bonsoir, everybody.
Posted by Nadine at 5:32 AM 0 comments
Thursday, January 28, 2010
Rizal, Rizal...
Bonsoir :)
Mumpung malem ini nggak ada PR, gue mau cuap-cuap di sini aja deh, biar ada kerjaan. Sebenernya masih ada pilihan kerjaan lain sih, yakni bantuin adek gue ngerjain PR. Cuma hari ini gue nggak mau pusing-pusing ama Matematika.
Hari ini gue sakit. Tapi tadi nggak ada kesempatan buat tidur di UKS, karena gue harus bantuin temen-temen gue ngerjain lanjutan tugas IPA (bikin rangkaian listrik paralel). Kelompok gue itu ada gue, Fafa, Yubi, Firlii, Rizal sama Fanny.
Kemaren juga, lagi tiduran di UKS, baru bentar, tiba-tiba Yubi ama Fafa ketok-ketok.
"Nadine, bantuiin. Kalo nggak ada elo, angus kita semua!" gitu katanya.
Ya udah gue berjalan gontai ke tempat kelompok gue berada. Niatnya ngebantuin, cuma karena cewek-cewek banding cowok-cowok itu 1:2, jadi kita terintimidasi aja, mereka yang ngerjain, kita makan mi.
Tapi mereka malah memperparah sih.
Jadinya Fanny sama Pahe yang ngerjain semuanya!
Wah, gila, keren abis jadinya! Si Fanny akhirnya dapet credit lebih. Behehehehe.
***
Nah, sekarang, sesuai judul di atas, gue mau bahas tentang Rizal.
Cowok yang rada-rada AJAIB ini sahabat gue. Cowok yang baik –kadang-kadang, tapi bisa juga menunjukkan titisan Iblisnya. Emang Joker asli dah, nih anak.
Suka bangga sama keahlian Michael Jackson-nya, tapi kadang malu untuk mempertunjukkannya.
Suka becanda, teriak-teriak di kelas. Keahlian main gitarnya tidak diragukan, tapi entah kenapa saya lebih ngefans sama si Firlii, bahaha. Sering diejekin di kelas, kadang ngejek dia tuh kejam. Tapi dia bisa balas dengan lebih brutal. Kelebihan dia ini, pandai bicara. Bikin sebel kadang, tapi kelebihannya dia juga bantu kita menang dalam situasi tertentu.
Suka yang bokep-bokep. Kadang-kadang ngomongin Miyabi terus. Pengen nonton "Suster Keramas", soalnya ada Rin Sakuragi. Begitu gue bilang harus ada KTP kalo mau nonton, dia langsung kecewa. Hobinya ngomongin masalah cewek, yang kadang-kadang menginvasi privasi gue, Fafa, Farah. Sobat bokeppersnya tuh Firlii sama Yubi. Yang beger-beger lah pokoknya.
Gila dia mah.
Tadi aja ya, ada pelajaran IPS tentang globalisasi. Bu Dewi nyuruh kita nyebutin apa aja yang Made In Indonesia sekarang.
Ada yang nyebutin batik, angklung, jamu, kecapi, soto Bandung, siomay Bandung, batagor Bandung *iya, kita cinta kota Bandung, dan lain-lainnya. Pokoknya anak-anak itu ribut deh.
Karena mulai ribut, si Bule teriak, "Woy! Dieem!"
Udah sunyi tuh ya, tiba-tiba Ijal teriak,
Belakangan, diketahui bahwa Saribundo itu restoran Padang tempat si Rizal sering makan. Letaknya di Dipatiukur, deket kampus UNPAD, di belakang Monumen Telkom.
Bahahaha.
***
Tadi gue di sekolahan sampe jam setengah empat, soalnya si Ami ekskul Robotika. Iya, adek gue yang gaptek itu ikutan ekskul robotika. Tapi jujur aja ya, tadi dia bawa isian tentang motor dan sensor, gue nggak ngerti lho. Adek gue yang ngerti. Ya iyalah, dia diajar gue kagak.
Dari jam tiga itu gue nungguin aja di masjid, sama Farah, Aisha, Fafa, Alya, Atsa, Abel, Salma, sama Vivi. Cowok-cowoknya ada Rizal, Yubi, Ravi, yang lain maen bola. Terus cewek-cewek yang lain juga pada pemantapan sore. Ya udah kita semua aja ngobrol.
Tahukah anda apa yang kita lakukan?
Nyiksa dan ngacak-ngacak muka orang biar mukanya ancur, terus dipoto.
Yep, that's right. Perbuatan sarap itu memakan korban loh. Tadi di sekolah pas lagi istirahat si Atsa kena, dikeroyok di sofa. Terus abis itu Sarah di samping sofa. Sekar di multimedia, bahahaha. Kasian emang.
Eh, pas pulang sekarang, giliran gue yang kena.
Di depan tangga masjid itu mah. Diliatin sama yang cowok-cowok, bahaha. Dan hasil fotonyaaa?
AIB.
Ya udah abis itu malah jajan sana, jajan sini. Sampe akhirnya kita memperbudak si Rizal.
"Ijal, Ijal, mau ngebantuin kita nggak?" kata Atsa.
"Apaan gitu?" Rizal balik nanya.
"Kita tuh mau ngejailin yang anak cowok, tapi harus sama cowok. Pokoknya siksa aja mukanya dibikin sejelek-jeleknya beungeut, terus abis itu entar difoto sama direkam sama kita yang cewek."
"Ayo! Tapi siapa?" Rizal mengusap-usap dagu kayak Sherlock Holmes.
"Ravi aja," kata gue. "Kan dia gendut nggak bisa berontak."
"Ayoooo!"
Terus si Majid yang bodinya gede itu teriak dari jauh, "Ey! Ijal main cewek, bukannya main bola!"
Rizal turun aja bareng kita-kita, terus manggil si Ravi. Pas Ravi dateng, sama si Ijal langsung diserang dari belakang. Fotonya tapi nggak ada di gue euy, adanya di HP-nya Aisha.
Terus karena kurang puas, Atsa nanya, "Yubi aja Jal, mau nggak?"
"Nggak mau kalo Yubi mah," kata Rizal. Sobat-sobat gue tuh emang.
"Huuuu, Ijal maah!"
***
Ya udah, jam pun berlalu. Udah jam tiga lebih.
Sisanya tinggal gue, Aisha, Farah, Rizal sama Ravi.
Atsa, Salma, Abel pulang. Yubi, dia Tridaya *padahal biasanya bolos. Fanny pulang juga. Akhirnya kita pindah ke tangga menara muadzin aja.
Terus si Rizal gangguin gue terus aja sama temen-temen. Si Ravi pengennya malak. Bahaha, gila abis mereka.
Oh, ada adek kelas kenalannya Rizal, namanya Wido. Nah, berikut snapshots yang gue ambil yaaah. All pictures are captured candid!

"Nih, surat tilang! Lain kali jangan ngebut-ngebut lagi yaaa..."
Gila. Ini gambar gue ambil waktu Ijal lagi nyatet surat tilang boong-boongan buat Farah. Tau nggak apaan isinya?
Begitu si Rizal ngasih ke Farah, eeh, Farah-nya ketawa. Ditunjukkanlah itu kertas pada gue dan Aisha.
Tulisannyaaa...
"TAI", dan di belakangnya.. "Rumah Makan Saribundo".
Langsung ngakak gue sama Aisha.
"Budak sarap siah, Jal," kata gue. Artinya, "Anak sarap kamu, Jal."
"Ah, bae," jawab Ijal. Artinya, "Ah, biarin."
Muehehehe.

Rizal : "Ayo kita jelajahi dunia sihir dengan sapu terbangku ini!"
Wido : "Eeeh, tunggu bang! Belok kiri, ke pasar burung, woy!"
Rizal nemuin sapu bekas tukang sampah. Dia pake aja tadi. Pas gue sama dua cewek lainnya lagi ngobrol, kita denger Ijal teriak-teriak.
"Ayo kita pergiii!"
Terus si Wido dateng, lewat.
Rizal manggil, "Wido! Mau ikut nggak?"
Eh, anehnya si Wido, dia mau aja dibonceng ama Ijal!
"Wido, Wido kenal Ijal?" gue nanya.
"Iya atuh, kenal," si Wido menjawab dengan polos.
"Siapanya kamu?"
"Orang!"
Ya udah aja mereka mengelilingi lapangan masjid dengan sapu terbang itu. Mereknya Hyundai loh.
Eh enggak deng boong.

Wido, korban kedodolan Rizal, bernasib menjadi seorang tukang sapu.
Ya, salah satu korban Rizal tuh si Wido ini. Plus si sapu, yah...
Kasian gue sama Wido. Kok bisa-bisanya dia nurut sama Rizal yah?
Entah si Rizal emang bisa hipnotis, Wido yang merasa kurang sopan kalo ngebantah kakak kelas, atau emang Wido-nya yang aneh –menjurus ke bego, mau-mau aja sama orang kayak Rizal.
Maaf ya Wido, aku nggak bisa bantu kamu.

Wido : "Nih! Jangan lupa, halaman ini disapu sampe bersih! Jangan ada sampah!"
Rizal : "Nggih, Den."
Kayaknya si Wido mau bales dendam ke si Rizal. Ini kutipannya bener-bener diucapkan lho, jadi gue nggak ngarang. Wido emang bilang gitu dan Rizal juga merespon seperti di atas. Ajaib.

Rizal, pembantu yang baik hati. Serbabisa! Gaji? Seribu per-hari! Murah kan? Siapa mauuu?
Iya, Rizal juga mau nurut sama Wido. Apakah dia merasa bersalah telah memperbudak adik kelasnya itu?
Hmmmmmm...

Rizal, maling profesional. Tertangkap basah saat menjarah tas Aisha.
Ini nih, salah satu hobinya Rizal yang paling aneh. Yakni, meriksa isi tas orang.
Waktu itu, dia pernah nemuin barang-barang pribadi gue sih. Ada foto temen-temen, tulis-tulis nama kecengan, draft novel, gambar, dan... pembalut. Ijal sialan.
Naaah, di tasnya Aisha juga dia nyari itu tuh. Pembalut. Anak gila emang. Privacy Invader.

Rizal, anak gaul Bandung (AGB). Mau pin BB-nya nggak?
Rizal lagi razia. Bacain SMS di HP-nya Aisha. HP gue juga, tapi dia tidak berhasil mendapatkan HP-nya Farah. Muahahaha.
Yah, biasa lah si Rizal tuh anak gahoool, jadi suka main BBM gitu deh pas pulang sekolaaaah *dusta. Ya nggak Jal?
***
Oh iya, gue ganti layout blog :) sama kayak layoutnya Fullah Dysa Dochi! Enjoy yah, semoga bisa buat refreshing mata.
Eh, tadi gue nonton Suite Life on Deck yang baru loh. Zack sama Cody nambah ganteng deh, bahaha. Si Zack kalo dari belakang mirip Justin Bieber si ganteng, hahaha.
Eh, maaf Pul, JB teh suami kamu ya, maap.
Ngomong-ngomong Justin Bieber, tadi gue baca artikel tentang dia di majalah KaWanku punya Chya. Bahaha, kita cewek-cewek ya, duduk di sofa gitu ngebahas Justin Bieber, Zack-Cody, Lady GaGa, Taylor Swift sama yang lain-lain gitu deh.
Dasar cewek.
***
Sekian yah, gue besok harus bangun pagi. Ada pemantapan!
Bonsoir, everybody!
Wednesday, January 27, 2010
F-O-U-R!
Bonsoir :)
Ini ada copas dari blognya Clara. Boleh di copas sama anda-anda semua, kok.
Hehehehe.
***
FOUR NAMES THAT FRIENDS CALL YOU:
Nadyra ; Nadine ; Badyr ; Dyra.
FOUR MOST IMPORTANT DATES IN YOUR LIFE:
3 Juni ; 10 November ; 14 Februari ; and everyday fun!
FOUR THINGS YOU'VE DONE IN THE LAST 30 MINUTES:
texting ; writing ; listening to music ; watching TV
FOUR WAYS TO BE HAPPY:
smiling ; helping people ; listening to music ; reading
FOUR PEOPLE YOU MISS FROM YOUR PAST:
n ; o ; n ; e
FOUR GIFTS YOU WOULD LIKE TO RECEIVE :
iPod ; boyfriend *bahaha ; books ; DVDs
FOUR OF YOUR FAVORITE HOBBIES (CURRENTLY):
listening to music ; watching movie ; playing basketball ; reading
FOUR PLACES YOU WANT TO GO FOR VACATION:
Paris ; Japan ; America ; Greece
FOUR FAVORITE DRINKS:
lemon tea ; chocolate milk ; water ; cappuccino
FOUR THINGS ALWAYS FOUND IN YOUR BAG:
wallet ; headset ; glasses ; novels
FOUR FAVORITE COLORS:
white ; grey ; blue ; lime green
TOP FOUR HANGOUTS:
school ; karaoke ; Ciwalk, it's our story ;) ; and everywhere I experience something unforgettable
TOP FOUR U LOVE SO MUCH:
Allah ; Family ; Besties ; Him :)
TOP FOUR ASIAN ACTORS:
I don't know.
FOUR "THINGS" SPECIAL TO YOU:
cellphone ; cameras ; books ; laptop
FOUR FAVOURITE "UNUSUAL" SONGS:
Avenged Sevenfold - Warmness on The Soul ; Dewi Lestari - Malaikat Juga Tahu ; Cascada - Everytime We Touch ; Justin Bieber - Love Me :)
FOUR EVENTS YOU WILL NEVER FORGET:
Err.. do I have to write it all?
FOUR THINGS YOU OFTEN DID WHEN YOU WERE A KID:
crying ; crawling ; wet my pants *oops! ; hurt myself
TOP FOUR WHO YOU WANT TO ANSWER THIS SURVEY:
Everybody's welcome :)
TOP FOUR REASONS WHY YOU ANSWERED THIS SURVEY:
Nothing to do ; bored ; no story ; wanna post :P
***
Bonsoir, guys.
Posted by Nadine at 6:33 AM 0 comments
Labels: copas, me, not-so-important
Monday, January 25, 2010
Selalu Mengalah
Bukan, ini bukan lagunya Seventeen. Dan tidak, gue tidak akan menulis liriknya di sini.
Bukan fans-nya, tapi gue suka –kadang-kadaaang, mehehehe.
Eh, malah ngelantur. Udah deh, gue cerita aja yaaah...
***
Gue benciiiiih. Benciiiiih sekalih.
Kenapa gue yang selalu mengalah yah? Mengalah dalam cinta, terus ngalah sama temen-temen, eeeh... akhirnya diperbudak. Beuuh, gila dah, masyaaarakat desa dan kota :(
Ini nih, mengalah dalam cinta.
Yaa, pada suatu hari, gue menyukai seseorang. Sahabat dan tempat curhat gue, mehehehe. Gue udah berkomitmen mau nembak dia. Terjadi sih, terjadi. Tapi dia bilang... 'belum ngerasa cocok'.
Ya udah, BUM. Ilang aja semua perasaan gue sama dia.
Seminggu-dua minggu berlalu. Gue udah nggak punya apa-apaan lagi buat dia. Nah, giliran dia yang naksir gue, bahaha. Jadi baik, baiiiik banget. Terus yah sebulanan berlalu,
he managed to get me falling in love with him again.
Sialan, mempermainkan hatiku saja *idih.
Tapi pada waktu itu, gue udah bilang sama orang-orang bahwa gue udah nggak suka sama dia, dan dia juga udah digosipin sama orang lain. Jujur aja ya, waktu itu gue sama sekali nggak keberatan. Malah seneng :)
Tapi, setelah CLBK-LLTDL (Cinta Lama Bersemi Kembali-Luka Lama Tidak Diingat Lagi *panjang gilaaa) sama dia, ya udah gue emang cemburu, tapi nggak seekstrim dulu. Bahaha. CiMon abis nyak?
Oh iya, di kelas sebelah, ada temen cowok gue dan temennya dia –sebut aja si 'A', yang suka ngegosipin temen gue –sebut saja si 'C', kalo dia itu suka sama si dia-nya gue, bahaha.
Setiap hari si C selalu cerita sama gue soal semua ejekannya si A buat dia dan si dia-nya gue, mehehe. Gue ketawa-ketiwi aja, soalnya ejekannya si A tuh emang menjurus ke porno-porno gitulah. Nggak pernah gue pikirin sih, gue bilang aja, "Bales dendam dong, C."
Terus biasanya si Firlii, yang temenan juga sama si A, suka cerita-cerita ke si dia-nya. Dia selalu bilang, "Ah, apaan itu mah, fitnah," gitu. Hehe, seneng aja gue gituuh...
Pada suatu hari, gurunya si C yang kelasnya di sebelah gue, kan manggil namanya si C, terus kedengeran di kelas gue.
Semua orang yang denger gosipnya di kelas gue langsung noleh ke si dia. "Eh, pacar kamu tuh," kita godain, termasuk gue, behehehe. Jahat yak? Enggak. Cuma untuk ngehilangin kecurigaan bahwa gue CLBK aja.
Eeeh, dianya senyum. Nyengir.
Ukh? Kenapa senyum? Kamu suka sama dia? Sama si C?
Bete banget deh sumpah. Bahaha terbakar api cemburu *idih.
Pulangnya, gue cerita sama si C. "Eh, C, tadi itu pas Bu **** manggil nama kamu, semua pada ngeliat ke si **** terus abis itu ngegodain, 'Pacar kamu tuh, pacar kamuuu', gituh. Bahaha, cieee.. Prikitiw!" gitu kata gue.
Si C-nya senyum.
Terus dia bilang, "Duh, gimana ya Dyr. Kayaknya aku emang suka sama dia niih..."
What? What the beHell?
"Wah? Kamu suka sama dia?!" gue berseru, terkejut.
"Iya," dia jawab pendek. "Maaf ya Dyr, kamu masih suka?"
"Ah, udah lewat kali dia," gue menjawab, berdusta. "Ntar aku bantuin deh..."
Dia nyengir. "Beneran? Makasih yah, ntar aku SMS!"
Gue mengacungkan jempol. "Sippiriliii..."
Terus dia say bye sama gue, terus balik dah sama emaknya.
Dan habis itu, gue pun ya udah dengerin lagu kan pake earphone, mencoba ngelupain semuanya. Terus, si dia dateng. Dan terjadilah adegan-adegan yang udah gue ceritain di post yang "Hey, Boy", mehehehehe. I'll never forget it though, even if he doesn't have any feelings for me anymore.
Hehehe.
***
Notes for you and you:
I still respect you, C. I'm sorry I lied to you. I love him though. But I guess...
I'll surrender. Because I think... that you can be the bestest, the nicest, the most lovable, the most smart, the most caring girl any boy could ever have. And he could ever have. Once again, I'm sorry I lied. Very very sorry.
And, you. My boy. My only love –for now, I just wanna say... "I love you", for the... 3.927 time, other than the three others I said loudly and clearly to you. Forget it.
Somebody loves you, boy. And I know that she can be the best for you. Good luck.
Yes, no more 'love' as last words for me. I can't love you anymore from now.
Byeee :')
***
Walaupun aku respect.. aku bisa bilang kalau aku benci. Aku benci kamu. Kamu mengambil semuanya dari aku, C. Cintaku, kesempatanku untuk ngisi kolom majalah sekolah, lomba IPA yang seharusnya aku ikutin, sorotan, semuanya. Kamu ngambil semuanya dari aku.
Tapi, kamu nggak punya apa yang aku punya.
Kamu nggak punya banyak sahabat. Kamu hanya punya satu sahabat. Dan dia, seperti yang pernah kamu bilang sama aku, dia pengkhianat. Maaf.
Aku marah. Aku capek.
Aku capek ngalah sama kamu. Aku capek bilang, "Nggak pa-pa kok, kamu aja" sama kamu.
Dari sekarang, aku rela. Kamu boleh ambil semuanya.
Aku cuma mau lima sahabat aku ada buat aku. Satu-satunya yang kamu nggak punya.
Bye, and thanks.
***
Eh, maaf ya gue curhat ke sini. Di rumah gue anak sulung. Adek-adek gue masih kecil-kecil buat ngerti. Babeh di Jakarta dan emak sibuk terus ngurusin rumah dan adek gue. Jadi gue cuma bisa nulis-nulis doang, hehehe.
Di buku gue, semuanya gue ceritain deh. Pasti.
Tapi bukunya gue terbitin pas gue gede nanti yah. Kalian nggak bakal percaya gue yang nulis kalo gue terbitin sekarang. "Ah, masih kecil", gitu deh. Mehehe.
Gue terbitin yang dari mata anak kecil aja dulu yah. Nanti gue kasih tau kalo misalnya udah ada draftnya, mungkin sinopsisnya gue simpen di sini.
Eh, tuh kan curhat lagi. Hehe. Maaf yah. Maaf.
Maaf atas curhatan gue yang tidak pantas ini.
Eh, tolong ya, anak-anak DH yang baca tulisan ini (Fullah, Atsa, Bebest, Fida, Salma, dll), kalo merasa tau orangnya, jangan bilang sama dia. Jangan bilang sama temen-temen. Ini cuma curhat colongan-pelarian yang udah lama dipendem dan nambah beban. Makasih.
***
Emm. Gue masih ada tugas. Besok ada pemantapan.
Bonsoir, everybody :)
Posted by Nadine at 5:52 AM 0 comments
Labels: curhat, friends, HERstory, love story, me, not-so-important
Saturday, January 23, 2010
Alasan Kenapa
Dengan meningkatnya tingkat kriminalitas di ibukota dewasa ini, pemerintah Indonesia telah mengirimkan proposal penawaran kerja kepada sejumlah superhero dari negara paman Sam.
Proposal ini menawarkan suatu bentuk kerjasama dimana para superhero diminta kesediaannya untuk bekerja di Indonesia dalam kerjasama dengan Mabes Polri untuk memerangi kriminalitas yang marak terjadi di kota2 besar Indonesia , khususnya Jakarta .
Tetapi tidak diduga sejumlah besar superhero MENOLAK ajakan kerjasama ini.Berikut adalah alasan penolakan tersebut,
1. BATMAN (Bruce Wayne)
Bruce Wayne menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan yang terlalu dibuat-buat. Alasan beliau adalah DIA KEBERATAN MENANGGUNG PAJAK IMPOR BAT-MOBILE KE INDONESIA. BAYANGIN AJA PAJAK IMPOR MOBIL MEWAH YANG SELANGIT, APALAGI UNTUK BAT-MOBIL YANG SECANGGIH ITU.
2. SPIDERMAN (Peter Parker)
Parker juga menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan DI INDONESIA HANYA ADA SEDIKIT SEKALI GEDUNG TINGGI, YANG MENYULITKAN DIA UNTUK BERGELANTUNGAN DARI GEDUNG KE GEDUNG. KALAUPUN ADA GEDUNG TINGGI, JARAKNYA TERLALU BERJAUHAN, SEHINGGA SANGAT MENYULITKAN. BELUM LAGI SAAT BERGELANTUNGAN, DIA TAKUT KECANTOL KABEL LISTRIK DAN TELEPON YANG BANYAK BERSERAKAN DI LANGIT-LANGIT KOTA BESAR INDONESIA.
3. INVISIBLE GIRL (Susan Storm)
Menolak dengan alasan MINDER. Kemampuan menghilang yang dimilikinya masih jauh kalah dengan kemampuan menghilang orang-orang Indonesia. Berikut wawancara yang dilakukan dengan CNN, "SAYA SIH HANYA BISA MENGHILANGKAN DIRI SAYA SENDIRI. BANYAK ORANG DI INDONESIA YANG BUKAN HANYA BISA MENGHILANGKAN DIRI SENDIRI, MALAHAN HUTANG, ASSET-ASET NEGARA YANG PERNAH DIKUASAI, SAMPAI HUTANG-HUTANG KORUPSI PUN BISA DIHILANGKAN JUGA. JADI SAYA MINDER NIH..."
4. THE THING
Menolak dengan alasan, "DI INDONESIA SUDAH BANYAK ORANG DENGAN KULIT YANG LEBIH TEBAL DARI SAYA. BUKAN HANYA KEBAL PELURU, MALAHAN SUDAH KEBAL MALU SEGALA."
5. HUMAN TORCH (Johnny Storm)
Menolak juga sama dengan anggota-anggota Fantastic 4 yang lain, karena BELUM JUGA MULAI BEKERJA, DIA UDAH MENDAPAT PANGGILAN DARI KEJAGUNG KARENA DICURIGAI MENJADI DALANG TERBAKARNYA BEBERAPA PASAR DI INDONESIA.
6. THE FLASH (Barry Allen)
Sebenarnya Allen sudah mempertimbangkan untuk menerima proposal ini, tetapi setelah melakukan survey ke berbagai lembaga pemerintahan dia akhirnya menolak. "BAYANGKAN AJA, UNTUK MENDAPATKAN TANDA TANGAN KTP AJA ORANG HARUS MENUNGGU BERHARI-HARI. ITU AJA MASIH SABAR. JADI KESIMPULAN SAYA, ORANG INDONESIA TIDAK MEMERLUKAN SEORANG SUPERHERO YANG MEMILIKI KEKUATAN BERUPA KECEPATAN. KECEPATAN TIDAK ADA ARTINYA BUAT BANGSA YANG ALON-ALON ASAL KELAKON."
7. SUPERMAN (Clark Kent )
Sang manusia baja ini menolak dengan sopan, karena, "SAYA TAKUT DISANGKUTKAN DENGAN TUNTUTAN MELAKUKAN AKSI PORNOGRAFI/PORNOAKS I KARENA CELANA DALAM SAYA DI DEPAN."
8. AQUAMAN
Merasa tidak kuat setelah mencoba pekerjaan baru di Indonesia , karena LAUTNYA UDAH TERCEMAR LUMPUR LAPINDO
9. WONDER WOMAN
Pada mulanya, sang peace ambassador dari atlantea ini merasa yakin bisa membantu pemerintah Indonesia. Tetapi setelah pengamatan lebih lanjut, dia akhirnya menolak juga dengan alasan, "KALO SAYA MATI DI US DALAM MENUNAIKAN TUGAS KAN MASIH BERGENGSI, DIBUNUH MONSTER / VILLAIN. DI INDONESIA BISA-BIASA SAYA MATI DIGREBEK FPI GARA-GARA KOSTUM SAYA YANG SUPER SEKSI INI."
10. CAT WOMAN
Menolak setelah ketakutan mendengar lagu KUCING GARONG.
11. HULK (Bruce Banner)
Banner menolak karena JALAN-JALAN DI INDONESIA TERLALU SEMPIT UNTUK UKURAN TUBUHNYA. BELUM LAGI KALO NGEJAR VILLAIN SAMPAI KE GANG-GANG PERUMAHAN, NTAR KENA PORTAL, BELUM LAGI DIMINTAI DUIT CEPE-AN. MAU AMBIL DARI MANA??? "GUE KAN GA PAKE BAJU. BELUM LAGI KALO NYEBRANG JALAN, DISORAKIN DISANGKA SI KOMO."
***
Bahahaha. Gue dapet dari blognya Meong, alias Fakhri. Gue kasian sama Cat Woman dah, sumpah... Hahahaha.
Ini cerita tentang masalah Ibukota kita dan kota-kota besar di Indonesia lainnya. Tapi penyampaiannya pake kayak laporan wawancara gitu deh, bahaha. Bagus lah, kreatip!
Bonsoooir :)
Posted by Nadine at 10:43 AM 0 comments
Labels: copas, I do Care, not-so-important, proses and stories
