Bonjour, bloggers!
Hohooo, Senin tengah hari nih. Kudunya sih gue sekolah, tapi karena kecapean dan akhirnya sakit baru pulang dari Jakarte, jadilah gue tidak sekolah hari ini. Ya udah waktu langka ini gue pake buat posting blog aja dehh..
Ini cerita dari dua hari yang lalu (Saptu) yeah. Listen (baca: read) carefully, mehehe.
***
Pas pagi-pagi kan gue bangun gitu. Hari Sabtu bangun pagi-pagi ngapaen coba? Ada acara di SMA, kalo nggak salah nama acaranya tuh NLP gitu. NLP itu singkatan dari apa, gue juga nggak tau. Lupa, hoho.
Ya udah gue mandi tuh terus pake baju. Terus jam enam lebihan gue pergi. Kan gue udah janjian sama si Boona dari kemaren, jadi aja gue on the way sambil SMSan sama dia. Katanya gue ditungguin di depan SMA. Naah, pas gue nyampe, si Boona-nya kagak ada di depan pintu. Gue kan nanya sama si Fullah,
"Eh, Pul, liat Boona nggak?"
"Di dalem tuh. Iiih, si mbak cuteee!" kata si Pulah sambil narik-narik baju gue *ngefans*.
"Terimakasiiih," abis bilang gitu gue langsung ke dalem deh. Ada si Boona, Zapitong, Sarah, Farah, dkk. lagi duduk di sofa. Abis ngebahas ini dan itu, ya udah aja kita ke atas, ke aula.
Kan duduk lagi tuh, gue duduk di sebelah Boona, Shafa terus Farah. Nah, berempat gitu malah asyik maen rubiks, makan permen karet, maen HP, sambil cerita hantuuu. Sumpah nggak penting banget. Ya udah kan gue lirik-lirikan (tidak usah diartikan dalam arti yang lebay, karena maksudnya nggak begitu) sama ngobrol pake bahasa isyarat sama si Yubi. Begini deh kira-kira...
Gue : *nunjuk Boona* Eeh, Yubai, mamen, ada pacar lo niih!
Yubi : Naon sih, Nadiiiine? (apa sih, Nadiiiine)? *melipat tangan, sebel*
Gue : Hoho, santai atuh Yub.
Yubi : Sia, Reva (elu, Reva!)
Gue : *mencibir*
Yubi : *melet-melet*
Sumpah yaa, nggak penting banget debat gue sama si Yubai. Btw, si Reva itu bukan siapa-siapa gue yaaa. Cuma anak autis di kelas gue yang entah kenapa bisa jenius. Nyebelin, hih.
Terus gue nyikut si Boona kan, "Eh, Bon, ada pacar lu tuh, haha. Yubai, Yubai.."
Eeh, ngambek deh tuh anak, terus seperti si Yubi, dia, "Reva, Reva"-an. Nyebeliin deh yaa. Ya udah terus selanjutnya tuh ngomongin apa gue lupa banget.
HP kita kan akhirnya dikumpulin tuh, hikshiks, terus disuruh duduk selang-seling, cewek-cowok. Ya udah kan gue tetep duduk di deket Boona, Shafa, ama Farah, tapi selang-seling ama cowok. Gue duduk di sebelah si Radiemon. Di kenan-depan gue si Rizal.
Ya udah selama pemateri yang di aula ngebacot, gue, Farah, Radi, Rizal plus si Jubran malah ngobrol. Weeessh, hebat. Oh oh dan satu lagi, gue kan lirik sana lirik sini, nyari anak-anak imbisil yang lain. Terus gue nengok ke belakang, ada Radit, Fullah, Alif, Atsa, sama si Firlii Jambul. Oooh, satu ketemu. Yak, tinggal nyari si Yubi deh. Gue melirik ke barisan lain, eeh nemu si Fanny Cepak, Oop (Naufal) dan akhirnya Yubi. Bagusbagus.
Eeeh, terus gue ngelirik ke sebelah si Yubi. OMAGAAAD. Yubi duduk di sebelah Icut, mameeen! Kan ini gosip, rahasia umum, hoho, kalo si Icut naksir Yubi. Ya udah gue kasak-kusuk tuh sama si Rizal kan, terus cengengesan, terus ngegodain Boona, apakah dia cemburu? Hahaha.
Pas istirahat, kelas 6C pindah ke lantai dua, ke kelas tersendiri. Yaa habis itu kan ngedengerin pematerinya di ruangan sambil nonton slide dan video-video. Kan Imbisil duduk sebarisan tuh, pake additional player si Sarah dan si Cepak. Selama nonton slide itu, si kakak pematerinya itu paling keganggu sama cowok satu ini nih:
Firlii Nugraha Rohadiat.
Nih anak nyeletuuuk terus nggak jelas, pake kita berlima kan ketawa-ketiwi denger dia. Terus pas dia sama Rizal disuruh meragain salam semut atau apapun itulah namanya, kan awalnya mereka meragain salam anak muda sekarang *idih*, salaman, terus tangannya kan dikaitin atau apalah itu.
Terus kata si kakak pemateri, salam semut tuh salam kayak gituu cuma pake pelukan gitu ye. Yaudah dicontohin tuh ama Duo Sarap ampe kita sekelas ngakak gilaaa.
Ya udah pas yang lain pada solat, kan gue enggak, jadinya gue, Sarah sama Farah jalan ke warung terus beli Chiki Balls, teh kotak sama Chaca. Biasalah, maruk ya maruk. Terus pas balik makan.
Pas gue lagi jalan-jalan, si Izzy sama Yubai lewat.
Izzy : "Eh, gue pengen jajan ke luar aih!"
Yubi : "Emang boleh?"
Terus gue nimbrung.
Gue : "Tadi gue jajan keluar."
Yubi : "Eh, gue mau nitip dong."
Gue : *menjulurkan tangan* "Nitip apa?"
Yubi : "Teh kotak." *mau ngasih duit*
Gue : "Eh, gue punya teh kotak noh nganggur. Mau?"
Yubi : "Bener? Belom diminum kan?"
Gue : "Belom." *ngambil teh kotak dari plastik* "Nih, deh."
Yubi : *ngambil dari tangan gue terus ngebuka teh kotaknya* "Makasih."
Gue : "Yoo."
Ya udah terus sesi dua kan dimulai, pokoknya diputerin yang ngingetin gue ke emak gue lah, terus gue nangis deh inget kata-katanya. Terus gue liat anak-anak Imbisil yang lain ya, pada nggak nangis. Si Firlii sepertinya mau nangis hoho tapi ngaku enggak. Si Yubi matanya kayak yang nangis, tapi dia ketawa bukan nangis. Buset.
Abis itu kan ngejemput emak gue di atas, hoho. Terus abis nangis-nangis bareng, kita puuulang deh. Dan langsung ciao ke Jakarta.
***
Well, sepertinya gue cuma segitu hari Sabtu.
Bonjour, bloggerrrrrss!
Notifications!
Semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan..
Sunday, March 28, 2010
NLP (Kepanjangannya Lupa), hoho
Sunday, February 28, 2010
New Projects!
Bonsoir, bloggers! Postingan kedua malem ini!
Di semester dua ini, sesibuk-sibuknya gue, gue masih nyempetin untuk ngerjain proyek tulis-menulis novel. Terus sekarang ditambah nulis lagu sama skrip drama, jadi yaah, sibuk-sibuk. Aduh, sok sibuk banget deh gue, haha. Tapi emang kenyataan!
Sebenarnya ada yang mengalami perubahan, dari ide cerita dirombak abis. Jadi mau gue bahas lagi aja sekarang.
Project #1 : "From My Perspective"
Ceritanya tentang anak gadis, namanya Mala. Mala itu pintar berorasi dan punya rasa keadilan yang tinggi. Waktu masih kelas 6 SD, Mala membantu anak laki-laki yang nggak mau sekolah, namanya Raka. Raka ini ternyata jadi korban child abuse oleh orang-tuanya. Akhirnya setelah diurus lewat jalur hukum oleh ayah-bundanya Mala, Raka pun ikut tinggal di rumah Mala sampai dia besar.
Nah, di novel ini, Mala makin lama makin besar sama Raka. Di setiap usia dan masa pasti ada masalah. Di buku ini, Mala menghadapi berbagai masalah, dari kecil sampai udah gede. Child abuse, bullying, drugs, free-sex, HIV/AIDS, diskriminasi ras, dan sebagainya. Juga nggak lepas dari masalah remaja pada umumnya; cinta pertama, cita-cita, persahabatan.
Novel ini udah sampe bab 9, paling jauh. Tapi gue vakum sebentar karena sibuk.
Project #2 : "Jane Oliver: Eccentric Detective"
Ini novel detektif. Awalnya gue nggak terlalu yakin bisa bikin novel detektif apa enggak. Apalagi yang bikin bingung dan alurnya susah ditebak. Tapi akhirnya, setelah nonton beberapa film dan baca novel-novel referensi, gue bisa mikir cara untuk bikin yang baca ituuu bingung. Yang menginfluensi gue itu buku-bukunya Agatha Christie, Dan Brown, terus film "National Treasure" 1 sama 2, "The Pacifier" (iya gue tau ini film nggak nyambung), terus "The Silence of The Lambs"! Gila itu film rame banget, haha.
Ehem, oke. Cerita gue fokuskan sama gadis New England yang umurnya 19 tahun, namanya Jane Oliver. Dia lulus Harvard di umur 16 tahun. Sekarang dia jadi guru di New England. Terus, anak-anak didiknya itu aneh-aneh. Banyak yang normal, tapi ada 5 orang anak yang aneh.
Ada cowok berusia 16 tahun bernama Riley, pernah terlibat dalam kasus pembunuhan berantai. Cewek 15 tahun, Zoey, yang pernah terlibat kasus sindikat narkoba. Anak kembar fraternal berusia 12 tahun, Jamie dan Jacob, yang diduga melakukan kejahatan kecil-kecilan seperti mencuri di toko dsb, tapi terlibat dalam pembunuhan anak 4 tahun dengan cara diikat ke kaki ranjang dan dibakar. Terakhir, anak temperamental berusia 10 tahun, Sean, yang diduga membunuh 3 orang remaja dengan cara menusuk perut dengan gunting.
Menurut kabar burung (nggak tau burungnya siapa), 5 orang anak didik Jane ini tergabung dalam sindikat yang sama. Tapi jangan khawatir, Jane bakal memecahkan semua kasus dan menyadarkan anak-anak itu. Yeah!
Cerita yang ini baru sampai kasusnya Zoey, belum gue lanjutin lagi. Sekarang, penulis lagi dilematis.
Project #3 : "Seven: First love will always be in your heart, everlasting"
Ini cerita cinta remaja biasa. Selalu ada yang sakit dalam cinta dan persahabatan. Dan, tidak ada kenangan yang melewati otak kita tanpa meninggalkan bekas. Tujuh tahun yang lalu, sekarang dan selamanya.
Dea dan Vega bersahabat sejak kecil. Di hari sebelum mereka lulus SD, Dea dan Vega menyatakan di tempat kenangan mereka, kalau Vega merupakan cinta pertama Dea dan sebaliknya. Setelah lulus, mereka tetep sama-sama, tapi hubungan mereka tetap sahabat, seakan kata cinta pertama nggak berarti apa-apa.
Tujuh tahun kemudian.
Dea dan Vega masih bersahabat. Tapi semuanya berbeda. Vega pacaran sama Fiona, yang kenal sama Dea lebih lama dari Vega, tapi baru kenal Vega 2 tahun lalu. Vega yang makin dewasa dan makin keren pun akhirnya jadi idola cewek-cewek sekolah.
Dea baru putus dari Arkhan, pacarnya, karena sibuknya Arkhan yang mau mengurus studinya ke luar negeri. Dea melampiaskan semuanya dengan bermain musik. Sampai akhirnya dia jatuh cinta lagi pada Mika, pacar Erika –anak baru yang dititipkan guru padanya, yang datang menontonnya saat tampil di pensi.
Vega makin menjauh. Mika pun tidak bisa dibaca. Dea bingung. Ditambah Fiona dan Erika. Lalu ada Filia. Ada Ega. Tujuh tahun yang lalu hampir dilupakan oleh Vega dan Dea. Yang penting adalah sekarang.
Wah, cerita ini complicated banget lah, tapi gue suka. Baru sampai bab 4, belom gue lanjutkan karena plotnya belum selesai satu bukuan.
Project #4 : "The Twins"
Sebenernya, proyek yang ini belom kita tentuin judulnya. Kita? Kenapa "kita"? Karena proyek ini adalah proyek keroyokan gue sama Icut. Icut bakat nulis, gue suka cerita-ceritanya. Akhirnya kita pun memutuskan untuk bikin sebuah novel bareng-bareng.
Cerita ini terfokus pada Zi dan Zia, kembar identik, tapi berbeda sifat.
Zia itu ceria, semangat, keras kepala, pemberani dan tegas. Kesannya tomboi. Sedangkan Zi itu kalem, ramah dan pandai bicara dan bergaul. Sayangnya, semua itu berubah karena kecelakaan mobil yang dialami Zi.
Karena niat menolong seorang ibu, Zi tertabrak mobil. Begitu juga ibu tersebut. Ibu itu meninggal dunia, sedangkan Zi mendapat takdir yang lebih menyakitkan. Tangan-kakinya lumpuh. Tunarungu. Dia kehilangan semuanya. Hanya Zia yang menghiburnya.
Ujian si kembar ditambah dengan tekanan dari ayahnya yang selalu merendahkan Zi, ejekan dari teman-teman di sekolah, dan keterbatasan Zi untuk melakukan rutinitas anak 14 tahun yang normal. Diantara teman-teman sekolahnya, hanya 2 yang mau menemani Zi dan Zia. Mereka adalah Virgo dan Satria.
Virgo tetap berusaha untuk membuat Zi –yang wajahnya selalu tiis, tidak pernah tersenyum, untuk tertawa. Dan Satria selalu jadi sandaran bagi Zia yang terlalu capek untuk menangani semuanya.
Semua tentang perjuangan Zi dan dukungan dari orang-orang tersayangnya untuk mencapai impiannya sebagai anak yang normal.
Plotnya lagi digarap, gue belom nemu waktu lagi untuk dateng ke rumah Icut. Semoga bisa cepet selesai.
Project #5 : "Nadine: Make Your Last Wish Come True"
Ini cerita yang sangat serius gue garap. Kenapa gue pake nama Nadine? Karena gue bener-bener mau menonjol disini. Bukan menonjol dengan maksud "eksis", tapi maksud gue, mau menonjolkan karakter gue sendiri. Gue udah terlalu capek dijudge.
Gue tulis sinopsis yang udah gue tulis di binder gue ya.
"Aku tidak bisa memungkiri ini:
- Ketergantunganku terhadap sahabat,
- Bahwa aku terlalu bodoh karena percaya pada merka,
- Masalah pertemanan dan pergaulan,
- Bahwa aku bukan apa-apa tanpa mereka,
- Bahwa aku berteman dengan orang-orang bodoh,
- Dampak terhadap psikis dan akadesmisku,
- Kesalahan ada pada AKU.
Untuk sekarang, aku cuma bisa bertahan dari sahabat-sahabat brengsek, clique cewek-cewek bodoh yang jahat seperti nenek sihir, dan keluarga yang tidak harmonis.
Aku harus tahan."
Cerita ini baru aja gue garap. Mungkin sejak Yubi bilang, "Mendingan lo selesain secara baik-baik deh, cari jalan keluar yang paling baik aja. Setau gue, nggak ada yang benci sama elo kok", gitu. Jadi gue pikir, mendingan gue buktiin aja lewat cerita ini.
***
Well, udah jam 4 pagi sekarang. Setengah jam lagi gue harus mandi dan siap-siap mau ke sekolah, ada pemantapan bagi sih. Iya, gue nggak tidur, bloggers. Penyakit biasa.
Bonsoir :)
Posted by Nadine at 10:55 AM 0 comments
Labels: books, curhat, HERstory, me, movies, proses and stories
Curhat Sesaat
Bonsoir, bloggers! Ini updated, dari postingan gue yang sebelumnya, 'Love Danger!'. Ini hasil curhatan gue ke si Yubi lewat Y!M tadi siang. Yah gimana yah sedang ingin melampiaskan. Hahaha.
Btw, kata-kata yang disingkat gue benerin biar ngerti. Si Yubai kalo ngomong suka nggak jelas, hahaha.
Gue : yub yub penting yub mau ngomong yuuub
Yubi : sok ...
Gue : yub jangan marah tapi ya
Yubi : Sokk ...
Gue : oke, siap yaa..
Gue : ____ ____ SAMA ___
Gue : udah tuh
Yubi : walaah" kapan Lo tau ???
Gue : tadinya ada buktinya cuma dihapus sama si ____nyaaa
Gue : ada di _____nya
Yubi : eh _____ tuh apa ???
Gue : kayak _______ gitu
Yubi : oo
Gue : kata dia begini..
Yubi : sok
Gue : "Gue ______ __ __ cuma _____ ___ _______"
Gue : terus ______ komen:
Gue : "eeh si _____"
Gue: kata si ____nya "ih elo mah, jangan _____ __ ___"!
Gue : gituuu
Yubi : wadull (artinya 'bohong')
Yubi : ga percayaa
Gue : ih sumpah yub!
Gue : sim ceuli! (artinya 'demi kuping', iya emang aneh, tapi kita emang kebiasaan gitu)
Gue : sok nanti buktinya mau dibawa ke sekolah?
Yubi : ga perluu kalo ada duitnya gue percayaa !!!
Gue : yaelah -.-
Gue : yaudah deh gue mau curhat aja sm lo
Yubi : Sok
Gue : yub, kalo misalnya si ____ ngomongin __ ke elo, dia suka bilang benci sama ___ ga?
Yubi : .... Zzz ga tau jarang ngomong soal ___ !!!
Gue : oooh
Gue : dia _____ sama ___ ya yub?
Yubi : ga ahh ... setau gue aja yaa
Gue : ya deh sok bilang apa yang lo tau
Yubi : males ngetiik
Yubi : emang lo ada masalah ya ??
Yubi : BUZZ!!!
Gue : ada sih sama dia.
Gue : dia terang"an bilang kalo dia _____ sama ___ di _____, yub!
Yubi : weleeh "
Yubi : ga ikutan aah maless
Yubi : nanti masalahnya tambah panjaang !!!
Gue : ya gue curhat doang sih
Gue : lo ga ikut juga gapapa
Gue : gue niatnya mau _____ ke ____, semua kata-katanya ____ udah __ ____
Gue : terus udah di_____ __
Yubi : walah" ga ikutan ahh, ga ikutan gue ... tapi sok aja deng lah terserah Lo cari jalan keluarnya yang baek" aja
Gue : yadeh, btw tumben lo nasehat yang baek baek
Yubi : gueee, yubi H2K!
Gue : tapi jangan bilang" ____, ______, ______ atau ____ ya, sama ____" ____!
Gue : sekarang __ cuma _______ sama lo, soalnya elo yang ga _____ sama yang lain
Yubi : sinii ... gue mau ngomong serius !!!
Gue : okey
Gue : ngomong aja atuh
Yubi : manaa duitnyaa ??? heheee
Gue : dasaaarr
Yubi : yaudah gue bilangin langsung nih ke orangnyaa
Gue : ih elo mah!
Yubi : hehee .. santaii..
Yubi : sok gimana ???
Yubi : mau ga?
Gue : mau apanya?
Gue : mau ngomongnya?
Yubi : duit !!!
Gue : yaudah lah duit deh asal ngomong
Yubi : okee ...
Gue : 5rb aja ya?
Gue : gaboleh lebih
Yubi : males !!!
Gue : ah elo, plis deh yub -___________-
Yubi : sok laah
Yubi : paling murah 10rb
Gue : yasud
Gue : 10rb ga kurang ga lebih
Yubi : iyaa
Gue : oke, ngomong sekarang CEPET
Yubi : udah gue cuman mau ngomong itu aja DUITnyaa hehee
Gue : ah si yubai
Yubi : swt ahh (maksudnya 'so what')
Gue : "-.-
Gue : eh yub lanjutin lagi cerita seremnya haha
Yubi : males .
Gue : heuh
Gue : eh yub elo ya yang ______ __ anak" ____ gue __ ___ ______ pas ____ nanti? si ____ tau!
Gue : kata dia yang _____ ___ itu anak 6C!
Yubi : gaaa
Gue : berarti si ____, soalnya gue cuma ngasih tau dia lewat SMS.
Yubi : wah?
Gue : akh! kamprett!
Yubi : aaahh ga ikutan!
Gue : iyaiya gue tau lo ga ikutan
Gue : gue cuma melampiaskan karena gue kesel!
Yubi : iyaiya, santai belll...
Terus abis itu ngelantur jadi apaaaaa gitu. Susah banget deh ngomong sama anak satu ini. Eh, by the way, maaf ya banyak yang disensor, nggak enak kalo ada yang tau, hehehe. Pokoknya kata-kata yang bisa mengundang fitnah dan kesalah-pahaman gue sensor.
Naaah, dari percakapan super nggak penting ini, gue mau nanya sama kalian para bloggers..
Wataknya si Yubi gimanaaaa?
Sok tau. Galak. Humoris, dikiiit. Matre. Pinter dikit, dikit doang. Tukang boong, sok ngawadul. Dan sebagainya.
Iya, ini anak emang gitu. Mirip Pak Raden-nya si Unyil; sok tau, galak, kumisan pula! Wahahahaha.
Eh, maap ya, Yubai, ini menurut testimoni! Sumfeh!
***
Hahaha. Kalo emang pengen ngerti, coba aja diterka-terka isinya, yang pinter pasti bisa deeeh! Gue doain, amin amin. Beraksilah seperti Sherlock Holmes atau Hercule Poirot! Gue memang penggemar novel detektif.
Oh iya, yang mau ngobrol-ngobrol sama gue kayak si Yubai ini, add aja Y!M gue di nadyra_smarties@yahoo.com. Kalo ngeadd ngomongnya yang penting-penting aja yah, nggak usah macem-macem! Seriously.
***
Well, gue rasa update-nya cuma segitu.
Bonsoir, bloggers!
Posted by Nadine at 5:00 AM 0 comments
Labels: curhat, friends, HERstory, imbisil, me, not-so-important
Friday, February 26, 2010
Love Danger!
Bonsoir, bloggers. Gue baru kembali dari perjalanan jauh (ya nggak jauh-jauh amat sih). Gue barusan balik dari Jakarta, yaaa ada keluarga gue yang meninggal *innalillahiii, dan gue juga sekalian maen sama sepupu-sepupu gue.
Mengingat bahwa gue itu penderita insomnia, gue mau ngalong aje malem ini. Di samping gue, udah ada Nescafe kaleng, air putih, sereal Cookie Crisp sama AIM Cheese Sticks. Anak yang rakus memang, tapi temen ngalong lah, biasa.
Nah, biar ngalong gue nggak sepi, sunyi dan sia-sia, makanya gue mau ngebacot aja di blog sederhana ini, dan juga di twitter sama Plurk. Btw, yang mau follow twitter gue boleh klik di sini, atau di widget yang di sidebar. Atau kalo ada yang mau ngeadd gue di Plurk, klik di sini! Ayo jadi tweedicted dan Plurkers bersama! Hahaha.
Gue mulai ngebacotnya ya...
***
First of all, gue tau, topik 'best friend' sama 'love' emang sering diambil ya, buat dipake curhat nggak langsung. Tapi bacotan gue ini nggak terlalu fokus ke best friend sih, gue fokusnya ke penyebabnya aja, yang baru berdampak pada best friend.
Gue nanya dulu ya.. kalo misalnya jatuh cinta, rasanya gimana?
Ya gitu deh.
"Ya gitu deh" tuh, gimanaaaa?
Yaaaa, gituuu. Jadi gila, posesif, sensitif. Jadi lebay. Jadi selalu berbunga-bunga. Suka over-reacting. Terus..
Ya, gue tau itu. Semua orang memang kalo...
Kalo tau kenapa nanya?
Survey doang. Udahlah, nggak usah motong gue deh *kesel.
Orang jatuh cinta emang gitu, kan. Suka lebay, suka gila, posesif-obsesif-kompulsif, daydreaming, kalo lagi kepengen sesuatu suka muluk-muluk, khayalan tingkat tinggi dan kebanyakan ngarep. Jadi lebih sensitif, haha. Apalagi kalo sama gebetannya ada apa-apa gitu, langsung up-down-up-down-touchtheground-reachthesky-up-down... gitu.
Dan menurut survey gue *ceilah, sepandai-pandainya seseorang menyembunyikan perasaan, dia pasti nggak bisa nyembunyiin perasaan cinta. Seriously.
Mau orang mukanya seserem atau seserius apa kalo misalnya ngeliatin gebetannya, ngelamun atau senyum-senyum sendiri, pasti deh kena gebrak, "Hee! Ngelamun terus lo! Mikirin siapa, niiih?" Ya, kan?
Nah, ini nih yang bikin risih.
Kalo naksir orang yang punya pacar. Itu sangat risih. Apalagi kalo misalnya cowoknya itu temen deket lo sejak kecil (sebut saja dia A), dan ceweknya juga temen deket lo sejak kecil (sebut saja dia B). Mirip sinetron-sinetron dramatis yang kayak di SCTV dan RCTI itu kan? Yang banyak nangis dan sadisme? Yes.
Tapi itu kejadian dia dunia nyata, bloggers. Face it, our lives are nothing but operas. Dramatic, tragic, comic operas.
Nah, berlanjut pada kejadian selanjutnya. Sekarang, baru melibatkan sahabat.
Elo naksir si A yang pacaran sama si B, terus curhat sama sahabat cewek lo yang paling deket sekarang (sebut saja dia C). Elo curhat saat elo sedih, mau menyerah, ragu, seneng, dan apa-apa sama si C ini. Ini semua karena elo percaya sama dia kan? Pastinya. Dan dia juga selalu ngasih dukungan sama elo.
Nah, selain sama si C, lo juga curhat ke temen deket elo yang lain, yang cowok (sebut saja dia D. Btw, gue tau gue nggak kreatif). Nah si D ini juga baik, suka ngasih solusi dan dengerin elo. Terus suka becanda kalo elo curhat yang sedih-sedih.
Tapi sayangnya, si C ini naksir si D! Omagaad. Dan si C yang udah tau kalo elo tuh naksir si A, malah ngegosip tentang elo itu suka berlebihan kalo naksir cowok, nyeritain curhatan elo ke clique (perkumpulan) Cewek-Eksis-Tukang-Gosip-Tapi-Ujian-Kagak-Pernah-Bagus di sekolahan.
Wah, great.
Eeeh, cewek-cewek airhead itu sih, iya-iya aja. "Iya gue juga benci", "Iya bener, ef-u-ce-ka banget lah dia", "A***** banget nggak sih?", dan sebagainya. Terus mereka juga kadang-kadang ngomong –walaupun disensor atau pake sandi-sandian, di jejaring sosial kayak Facebook, status Y!M, Twitter, Plurk, dan sebagainya. Kayak yang udah diberitain di berita-berita, jejaring sosial ini tuh udah nggak aman.
Selain diisi sama ABG-ABG labil dan penasaran, akses ini-itunya juga terlalu mudah. Mau ekspos kek, hack kek, apa juga bisa. Yaa, sebenernya gue menolak RPM Konten-nya Tifa Sembiring juga sih.. cuma kalo ngomongin orang tuh kan rasanya sakit hati banget.
Ya, pokoknya begitu elo tau ternyata banyak orang yang benci lo –nggak tau pada ikut-ikutan si C aja atau emang bener, reaksi lo adalah... shock, pasti. Dan kemudian elo mikir kira-kira perbuatan elo yang mana yang mereka kata-katain. Lo mikir reaksi selanjutnya, dan apa yang harus dilakuin.
Kalo gue jadi elo..? Kira-kira reaksi gue adalah sebagai berikut:
Gue bakal foto semua bukti, gue masukkin HP, gue laporin guru gue, minta mereka dipanggil dan ditindak lanjutin.
Gue sih, nggak peduli selanjutnya mau dibenci apa kagak. Tapi kalo mereka minta maaf, gue yakin cuma atas dasar disuruh guru gue doang. Paling-paling abis dipanggil guru BK, minta maaf, mereka lansgung ngumpat-ngumpat, "Heuh, tukang ngadu. Kita kerjain lebih ekstrim."
Kayak kasus dulu aja.
***
Oh iya, by the way, rasanya gue jadi Plurk-addict deh. Sama seperti tendensi tweeting. Jadi kalian semua boleh add gue di Plurk, atau follow di twitter, biar lebih up-to-date tentang gue, hahahaha.
Plurk : nadindun
twitter : bananadiine
Well, thanks before ya.
Ini gue lagi rame banget Plurking sama si Dila. Ngebahas yang penting-nggakpenting lah, hahaha. Come join our conversation, kay kay?
***
Wah, udah malem nih. Kasian kalian kalo bangun demi mendengarkan bacotan gue, hahaha. Gue juga mau nonton "Mr. and Mrs. Smith" dulu deh ya, hahaha. Mau nonton Brad Pitt sama Angelina Jolie. Abis itu nonton "Inkheart" ah, kangen Fraser gue. Hehehe.
Bonsoir everybody :)
Posted by Nadine at 7:31 AM 0 comments
Labels: curhat, HERstory, love story, me, modern culture, movies, My World
Saturday, February 20, 2010
Avril Strikes Back for "Alice in Wonderland" Soundtrack!
Bonjour, bloggers! Good morning, everybody. It's still 07.40 in the morning and it's FREEZING!
Wah gila, pagi-pagi di Bandung gini dinginnya ya ampuun. Gue aja kalo ke sekolah mesti sedia jaket setiap hari, huaw. Brrrr, dingin gila.
Pagi-pagi begini, gue kebangun gara-gara smsnya Sarah. Terus abis itu mendapati laptop gue kehabisan batere karena nyala sepanjang malam. Gue ketiduran rupanya.
Ya udah, hari ini gue mau sharing-sharing yaa.
***
Avril Lavigne STRIKES BACK, bloggers! Bulan Maret nanti, dia ngeluarin single pertamanya untuk 2010! Here it is... Official Soundtrack for Tim Burton's "Disney's Alice in Wonderland"! Woohoooo!
Aah, gue sangat excited untuk Avril. Gue udah liat trailer-nya dan... mmmp! Langsung kebelet nonton. Iih, gue pengen banget nonton sama temen-temen gue nanti. Ceritanya si Alice tuh udah gede, terus dia balik lagi ke Wonderland. By the way, di film ini ada Johnny Depp juga lhoo :)
Click here for the frickin' awesome "Alice in Wonderland" trailer!
Tadinya gue mau masukkin MV-nya ke sini, tapi nggak bisaa :( Semuanya sudah diklaim sama pihak Sony, karena belum boleh beredar di YouTube. Tenang aja, rilisnya bentar lagi kok. Tanggal 5 Maret!
Ayeeey. Gue lagi cari lagunya nih. Setiap ada link-nya, pasti berhenti di tengah jalan. Giliran yang lain yang nggak berhenti, eeh nggak bisa. Damn, gimana gue nggak sebel coba? Heeeh.
MV-nya bagus lho, gue sempet ngecek yang behind the scenes juga.
Tapi gue juga ngecek tracklist dari artis-artis lain. Dan gue seneng banget sama lagunya Tokio Hotel feat. Kerli yang "Strange". It's really good!
Ini seluruh tracklist-nya "Almost Alice" ya...
01. Avril Lavigne – Alice (Underground)
02. The All American Rejects – The Poison
03. Owl City – The Technicolor Phase
04. Shinedown – Her Name Is Alice
05. All Time Low – Painting Flowers
06. Metro Station – Where’s My Angel?
07. Tokio Hotel – Strange
08. 3OH!3 – Follow Me Down
09. Robert Smith – Very Good Advice
10. Mark Hoppus – In Transit
11. Plain White T’s – Welcome To Mystery
12. Kerli – Tea Party
13. Franz Ferdinand – The Lobster Quadrille
14. Motion City Soundtrack – Always Running Out Of Time
15. Wolfmother – Fell Down A Hole
16. Grace Potter And the Nocturnals – White Rabbit
Enak-enak semua, bow. Nggak salah beli atau download 1 album! I'm lovin it.
***
By the way, semua orang bilang MV-nya Avril yang "Alice (Underground)" ini buat nyaingin MV Paramore yang "Brick by Boring Brick"?! Say what?
Yaa, maybe Avril memang agak tergeser waktu Paramore muncul dengan album Riot! mereka. Gue juga awalnya ngefans banget sama Avril, apalagi di album Let Go-nya. Gue suka banget sama "Sk8r Boi" dan "Complicated". Sampai sekarang lagu-lagunya masih disimpen di laptop, dan udah gue bluetooth lagi ke HP :)
Tapi begitu muncul Riot!, gue beli, gue masukkin laptop dan dengerin semuanya dan gue pun langsung beralih ke Paramore!
I'm not gonna waste my time comparing them here.. They're both too good! Too frickin' awesome!!
What the hell soal Hayley vs. Avril, gue suka sama dua-duanya kok. Memang sih, band vs. solo, but they're good. Dulu gue suka nyanyi gara-gara Avril Lavigne, Evanescence dan Green Day. Pokoknya band-band yang sering muncul di MTV? Yak.
Dan gue pengen banget jadi kayak Avril *snickers*, she's frickin coolio.
Tapi waktu muncul Riot!, gue nggak cuma pengen jadi penyanyi solo kayak dia, gue pengen punya band. Gue nggak cuma di nyanyi sih, kalo gitar sama piano sih bisa. Untungnya, ada Jubran Martawidjaja yang mau ngajarin kita-kita lagu-lagunya Paramore di gitar. Especially yang di album Brand New Eyes. He's too obsessed, but what can I say? We're both Parawhores!
But, nevertheless, Avril udah jadi salah satu influence gue dalam bermusik. Main piano, main gitar *well, ada faktor lain sih, dan nyanyi. Yeah!
Ooooh, can't wait for the movieee!
***
Well, sudah ya. Gue kan sudah niat mau ngerem, karena gue mau belajar buat latihan pra-UASBN hari Senin-Selasa-Rabu nanti. Wish me luck yaa, bloggers.
Bonjour :)
Posted by Nadine at 5:26 PM 0 comments
Monday, February 15, 2010
Warmness on The Soul in Piano
Bonsoir, bloggers.
Gue sedang sibuk sekarang, tapi tetap menyempatkan posting. Karena yang sekarang pendek, hehehe. Aah, gue pengen bisa posting lewat HP ih, aah sebal. Kalo baca doang mah bisa, tapi aku tidak bisa menulis, ihik ihiks.
Doain gue punya HP canggih ya, bloggers. Sekalian iPad tuh, nggak pa-pa, huahahahaha.
Eh, ngelantur.
***
Tadi siang, Firlii nyampein ke gue, kalo band-nya jadi main "Warmness On The Soul"-nya Avenged Sevenfold. Sebenernya tadinya mereka nggak jadi, dan gue juga sudah menyimpan sheet-nya entah dimana. Jadi aja gue kelupaan.
Yasud, gue belajar lagi. Chord mah insyaallah gampang, cuma melodinya itu loh, bro! Susyeeeey.
Akhirnya daripada susah-susah ngebaca sheet, mendingan gue pake sistem watch-and-learn saja. Sistem yang sudah gue pakai sejak lama. Gue pun akhirnya search di YouTube, dan menemukan tutorialnya selama 16 menit! Waw, cukup sebentar kan. Dan ya nggak pa-palah pake bahasa Inggris, asal bahasa musiknya gue ngerti toh.
Gue baru bisa lengkap sampe verse ke 1, hiks. Yasud, belajar lagi sajalah, Din.
Terimakasih, KingLucentio yang sudah membuat tutorial ini. Sangat membantu. Ditambah sheet untuk melancarkan, I guess it can be a splash.
Aaah, yasud. Gue ngantuk. Besok masih harus bangun pagi, kan ada pemantaaaapan.
G'night everybody, nice dreams.
Bonsoir :)
Monday, January 25, 2010
Selalu Mengalah
Bukan, ini bukan lagunya Seventeen. Dan tidak, gue tidak akan menulis liriknya di sini.
Bukan fans-nya, tapi gue suka –kadang-kadaaang, mehehehe.
Eh, malah ngelantur. Udah deh, gue cerita aja yaaah...
***
Gue benciiiiih. Benciiiiih sekalih.
Kenapa gue yang selalu mengalah yah? Mengalah dalam cinta, terus ngalah sama temen-temen, eeeh... akhirnya diperbudak. Beuuh, gila dah, masyaaarakat desa dan kota :(
Ini nih, mengalah dalam cinta.
Yaa, pada suatu hari, gue menyukai seseorang. Sahabat dan tempat curhat gue, mehehehe. Gue udah berkomitmen mau nembak dia. Terjadi sih, terjadi. Tapi dia bilang... 'belum ngerasa cocok'.
Ya udah, BUM. Ilang aja semua perasaan gue sama dia.
Seminggu-dua minggu berlalu. Gue udah nggak punya apa-apaan lagi buat dia. Nah, giliran dia yang naksir gue, bahaha. Jadi baik, baiiiik banget. Terus yah sebulanan berlalu,
he managed to get me falling in love with him again.
Sialan, mempermainkan hatiku saja *idih.
Tapi pada waktu itu, gue udah bilang sama orang-orang bahwa gue udah nggak suka sama dia, dan dia juga udah digosipin sama orang lain. Jujur aja ya, waktu itu gue sama sekali nggak keberatan. Malah seneng :)
Tapi, setelah CLBK-LLTDL (Cinta Lama Bersemi Kembali-Luka Lama Tidak Diingat Lagi *panjang gilaaa) sama dia, ya udah gue emang cemburu, tapi nggak seekstrim dulu. Bahaha. CiMon abis nyak?
Oh iya, di kelas sebelah, ada temen cowok gue dan temennya dia –sebut aja si 'A', yang suka ngegosipin temen gue –sebut saja si 'C', kalo dia itu suka sama si dia-nya gue, bahaha.
Setiap hari si C selalu cerita sama gue soal semua ejekannya si A buat dia dan si dia-nya gue, mehehe. Gue ketawa-ketiwi aja, soalnya ejekannya si A tuh emang menjurus ke porno-porno gitulah. Nggak pernah gue pikirin sih, gue bilang aja, "Bales dendam dong, C."
Terus biasanya si Firlii, yang temenan juga sama si A, suka cerita-cerita ke si dia-nya. Dia selalu bilang, "Ah, apaan itu mah, fitnah," gitu. Hehe, seneng aja gue gituuh...
Pada suatu hari, gurunya si C yang kelasnya di sebelah gue, kan manggil namanya si C, terus kedengeran di kelas gue.
Semua orang yang denger gosipnya di kelas gue langsung noleh ke si dia. "Eh, pacar kamu tuh," kita godain, termasuk gue, behehehe. Jahat yak? Enggak. Cuma untuk ngehilangin kecurigaan bahwa gue CLBK aja.
Eeeh, dianya senyum. Nyengir.
Ukh? Kenapa senyum? Kamu suka sama dia? Sama si C?
Bete banget deh sumpah. Bahaha terbakar api cemburu *idih.
Pulangnya, gue cerita sama si C. "Eh, C, tadi itu pas Bu **** manggil nama kamu, semua pada ngeliat ke si **** terus abis itu ngegodain, 'Pacar kamu tuh, pacar kamuuu', gituh. Bahaha, cieee.. Prikitiw!" gitu kata gue.
Si C-nya senyum.
Terus dia bilang, "Duh, gimana ya Dyr. Kayaknya aku emang suka sama dia niih..."
What? What the beHell?
"Wah? Kamu suka sama dia?!" gue berseru, terkejut.
"Iya," dia jawab pendek. "Maaf ya Dyr, kamu masih suka?"
"Ah, udah lewat kali dia," gue menjawab, berdusta. "Ntar aku bantuin deh..."
Dia nyengir. "Beneran? Makasih yah, ntar aku SMS!"
Gue mengacungkan jempol. "Sippiriliii..."
Terus dia say bye sama gue, terus balik dah sama emaknya.
Dan habis itu, gue pun ya udah dengerin lagu kan pake earphone, mencoba ngelupain semuanya. Terus, si dia dateng. Dan terjadilah adegan-adegan yang udah gue ceritain di post yang "Hey, Boy", mehehehehe. I'll never forget it though, even if he doesn't have any feelings for me anymore.
Hehehe.
***
Notes for you and you:
I still respect you, C. I'm sorry I lied to you. I love him though. But I guess...
I'll surrender. Because I think... that you can be the bestest, the nicest, the most lovable, the most smart, the most caring girl any boy could ever have. And he could ever have. Once again, I'm sorry I lied. Very very sorry.
And, you. My boy. My only love –for now, I just wanna say... "I love you", for the... 3.927 time, other than the three others I said loudly and clearly to you. Forget it.
Somebody loves you, boy. And I know that she can be the best for you. Good luck.
Yes, no more 'love' as last words for me. I can't love you anymore from now.
Byeee :')
***
Walaupun aku respect.. aku bisa bilang kalau aku benci. Aku benci kamu. Kamu mengambil semuanya dari aku, C. Cintaku, kesempatanku untuk ngisi kolom majalah sekolah, lomba IPA yang seharusnya aku ikutin, sorotan, semuanya. Kamu ngambil semuanya dari aku.
Tapi, kamu nggak punya apa yang aku punya.
Kamu nggak punya banyak sahabat. Kamu hanya punya satu sahabat. Dan dia, seperti yang pernah kamu bilang sama aku, dia pengkhianat. Maaf.
Aku marah. Aku capek.
Aku capek ngalah sama kamu. Aku capek bilang, "Nggak pa-pa kok, kamu aja" sama kamu.
Dari sekarang, aku rela. Kamu boleh ambil semuanya.
Aku cuma mau lima sahabat aku ada buat aku. Satu-satunya yang kamu nggak punya.
Bye, and thanks.
***
Eh, maaf ya gue curhat ke sini. Di rumah gue anak sulung. Adek-adek gue masih kecil-kecil buat ngerti. Babeh di Jakarta dan emak sibuk terus ngurusin rumah dan adek gue. Jadi gue cuma bisa nulis-nulis doang, hehehe.
Di buku gue, semuanya gue ceritain deh. Pasti.
Tapi bukunya gue terbitin pas gue gede nanti yah. Kalian nggak bakal percaya gue yang nulis kalo gue terbitin sekarang. "Ah, masih kecil", gitu deh. Mehehe.
Gue terbitin yang dari mata anak kecil aja dulu yah. Nanti gue kasih tau kalo misalnya udah ada draftnya, mungkin sinopsisnya gue simpen di sini.
Eh, tuh kan curhat lagi. Hehe. Maaf yah. Maaf.
Maaf atas curhatan gue yang tidak pantas ini.
Eh, tolong ya, anak-anak DH yang baca tulisan ini (Fullah, Atsa, Bebest, Fida, Salma, dll), kalo merasa tau orangnya, jangan bilang sama dia. Jangan bilang sama temen-temen. Ini cuma curhat colongan-pelarian yang udah lama dipendem dan nambah beban. Makasih.
***
Emm. Gue masih ada tugas. Besok ada pemantapan.
Bonsoir, everybody :)
Posted by Nadine at 5:52 AM 0 comments
Labels: curhat, friends, HERstory, love story, me, not-so-important
Friday, January 22, 2010
The Finish Line
Bonjour.
Eh, gue kemarin liat notes facebook dari si Triani. Judulnya "Kenangan Masa Sedih, Senang, Kita Lalui Bersama .. Sampai Hari Finish Itu Tiba di Depan Mata".
Huaaa... gue sedih bacanya. Si Teri nyeritain jaman-jaman purba, apa aja yang kita lakuin selama dari kelas satu sampe kelas enam di sekolah ini, di DH. Hiks hiks...
Terus, Fafa juga. Fafa ngetag status ke anak-anak Imbisil. Gini katanya...
Statusnya Fafa direspon sama Imbisil lainnya. Semua juga menyatakan yang sama, "Sayang sama Imbisil dan bakal kangen sama Imbisil".
Pokoknya gue sedih banget lah.
UASBN bakal jalan Mei nanti, dan kita bakal deg-degan bareng nungguin siapa yang bakal pergi dan tinggal. Tapi keduanya sama aja lah. Kalo gue tinggal yang lain bakal pergi *naudzubilah, dan walaupun kita pergi semuanya, tetep aja pisah-pisah. Hikss...
Ya, sebentar lagi finish line dari kehidupan SD gue kelihatan. Setelah sekian lama berlari dan berlari, perjalanan kita bakal selesai.
Foto-foto gue selama di DH (kelas 4-6, kelas-kelas bawah mah gue masih cupu, bahaha) menuhin tujuh folder full! Snapshots gue atau dari temen-temen. Yang jelas mereka sangat valuable. Bahkan ada foto-foto temen-temen cowok gue yang diambil sama temen cowok gue yang lain waktu mereka nginep. Bahaha.
It's real unappropriate :P
But the point is, I love you guys and I can't spend a day without missing you :)
***
Kemaren, pas hari Jumat, ada pelajaran Bahasa Indonesia.
Pahe ngajarin kita cara baca pidato. Nah, pidato itu kebetulan tentang pidato kelulusan anak kelas VI. Ceritanya, pidato itu dibacakan oleh seorang wakil kelas VI untuk guru, teman-teman dan orang-tua mereka.
Kita diem dan dengerin penjelasan Pahe. Terus Pahe bilang, "Bapak contohin, ya..."
Pahe terus narik kursi guru dari belakang meja ke depan kelas. Beliau *ceilah, duduk, terus membaca.
Gue senyum, tapi sedih. Terus gue ngelirik Farah sama Fafa. Terus kita bertiga ngeliat tiga cowok yang duduk di belakang; Firlii, Rizal sama Yubi.
Firlii senyum, tapi matanya enggak. Rizal terpaku, diemmm.. ngeliatin Pahe. Yubi membenamkan wajahnya *idih, ke dalem lipatan tangannya, tapi ngeliat ke luar jendela. Nggak enak rasanya waktu itu.
Sedih.
Temen-temen nyaut, "Bapak kira kita enggak sedih?"
Terus Shafa nangis deh. Dia memang sensitif, tapi menurut gue emang wajar kalo kita nangis setelah denger pidato kayak gitu.
Pulangnya, Fafa ngetag status lagi ke anak-anak Imbisil. Katanya...
Eeh, biar gue sama Fafa *mostly-nya Fafa ya, dijulukin "Preman versi Cewek" sama si Jambul, kita kan solider dan penyayang *edan! Kalo gitu plus si Bule :)
Pokoknya kerasa banget sedihnya waktu itu. Hiks hiks hiks...
***
Abis pelajaran Bahasa Indonesia itu, Bu Entin telat masuk karena ada rapat. Jadi first period rada lama.
Gue ngampirin mejanya Yubi, soalnya Imbisil kalo ngobrol emang selalu disitu. Sebabnya? Gampang... Karena Yubi itu mejanya di tengah barisan, jadi itu titik temu antara barisan gue-Farah-Fafa, sama Yubi-Rizal-Firlii.
Gue duduk di atas mejanya Yubi. "Eh, kalian sedih nggak liat Pahe tadi?"
"Jelas sedih!" si Fafa jawab, napsu.
"Santai bel," kata Yubi.
Terus gue noleh ke Firlii. "Eh, Mbul.. Lo kan jeger yah, lo nangis nggak waktu perpisahan nanti?"
Firlii angkat bahu. "Nggak, kayaknya," katanya. "Eh.. tapi kayaknya gue bakal nangis deh."
"Elo, Jal?" gue nanya sama Ijal.
"Iya atuh!" Ijal jawab sambil benerin kacamata.
Eh iya yah, 97% temen-temen gue bilang kalo Rizal itu gantengan pake kacamata. 3% lagi bilang dua-duanya sama aja jelek. Dih, kasian Ijal.
"Elo Yub?"
"Hmmm... iya kali?" si Yubi jawab yakin-nggak-yakin.
"Bule? Bonbin?"
"Ya jelas lah bakal nangis!" Fafa sama Farah teriak bareng-bareng.
Terus dari situ, omongannya melenceng jadi acara wisuda nanti.
"Eh, parah. Entar pas wisudaan kalian harus pake tuxedo," kata gue sambil nunjuk Ijal.
"Bahahahaha! Tuxedo!" si Farah ngakak.
Si Firlii berdiri di samping gue. "Iya, make jas sama kemeja, pake dasi.."
"Ah, elo mah pake dasi kupu-kupu," kata si Fafa sambil nunjuk Firlii.
Firlii mukanya pura-pura kaget dan merasa terhina. "Copo," katanya kemudian.
"Eh, eh, liat, liat..." kata si Rizal.
Konstan kita semua noleh sama dia. Rizal narik celananya ke atas, pura-pura ngebenerin jas khayalannya sama ngencengin dasi kupu-kupu khayalannya, terus berkacak pinggang. Cupu banget gayanya waktu itu. Susah ngebayangin kecuali ngeliat.
"Gyahahahahahahaha!" semuanya pada ketawa.
"Ih, kita lebih parah tau," kata gue. "Pake kebaya."
"Dih," Fafa mendengus.
"Kebaya yang transparan sininya itu?" si Yubi nunjuk lengan.
Gue manggut-manggut.
"Wah, asoy dong," Firlii nyengir.
"Najis lo," kata gue.
"Ah copo. Colek dikit doang..." kata Firlii. "Tapi nggak mau deng sama elo mah."
Gue bergidik. "Ih gila, gue juga nggak mau sama lo, Mbul."
Dih, ini anak beger satu yak, kalo nyebelin, nyebeliiin, kalo baek, baeeek. Nggak jelas.
"Emang anak DH ada yang cantik ya, Fir?" si Yubi nanya.
"Lah? Mantan pacar elo emang nggak cantik? Mantan pacar gue?" si Firlii nanya balik.
Yubi manggut-manggut.
"Ada sih, cuma nggak banyak," kata Firlii.
"Bahaha, Mbul, ntar ada yang cemburu!" kata Fafa.
Firlii melet, terus mukul gue pake sumpit.
"Heuh. Gila."
***
Oh iya, mau tulis-tulis nih...
The Finish Line
Aku sudah berlari jauh, berlari lama.
Rasanya, baru beberapa detik yang lalu aku melangkah dari garis start.
Tapi sekarang, garis finis sudah terlihat.
Sekali aku menembusnya, aku tidak bisa kembali ke awal.
Hanya bisa memulai yang baru.
Bagaimana kalau aku tidak mau yang baru?
Bagaimana kalau aku hanya ingin trek yang ini?
Bagaimana kalau aku hanya ingin awal dan akhir yang sama?
Hanya satu jawabannya.
Aku tidak bisa.
Aku mau mengulang, tapi tidak bisa.
Semua rintangan sudah kulewati di sini, maka tak ada lagi.
Semua penghargaan sudah kudapatkan di sini, maka tak ada lagi.
Semua teman sudah kujadikan keluarga, maka tak ada lagi.
Dan semua musuh sudah kujadikan teman, maka tak ada lagi.
Semua sudah selesai.
Garis finis tinggal sebentar lagi.
Tapi aku tidak menginginkannya.
-fin-
✎ Nadine :)
***
Udah dulu yah. See you at the next post!
Bonjour people :)
Posted by Nadine at 11:36 PM 0 comments
Labels: friends, HERstory, imbisil, me, My World, proses and stories, school
Thursday, January 21, 2010
Phobias
Bonsoir :)
Pernah denger 'phobia'?
Wuih.. iya dong! Kan gue gaul.
Ya bagus deh kalo begitu. Nah, kali ini gue bakal ngebahas soal phobia.
Maafkan jika bahasa buku gue kumat yah, kalo nggak ngerti tanya aja, hehe. Tapi gue yakin sekali kalian yang udah gede-gede pasti paham soal phobia dan basa-basi lainnya.
Oke, kita mulai aja yaaa...
***
Phobia itu ketakutan yang berlebihan, ekstrim, cenderung abnormal-irasional terhadap sesuatu. Cenderung berlangsung berulang-ulang seumur hidup.
Phobia itu banyaaaaak banget. Dari yang masih bisa dibilang normal sampe yang aneh-aneh. Contohnya yang aneh ituuu:
- Leukophobia atau phobia warna putih
- Catoptrophobia atau phobia melihat cermin
- Chrometophobia atau phobia uang *ckck, malang..
- Geliophobia atau phobia tertawa *kasian..
- Peladophobia atau phobia botak
- dan lain-laiiin...
Oh! Gue juga kasian sama orang yang bibliophobia, atau phobia buku. Nggak pinter-pinter deh dia. Lagian, baca buku kan asiiiik. Gue itu manusia yang sangat kutu buku *bangga.
Sama gue juga kasian sama yang lachanophobia atau takut sayuran. Nggak sehat dong, nggak makan sayur. Sayur paporit gue kan bayam, sama kayak Popeye the Sailor Man!
Ah, gue ngomong apa sih? Ayo kita lanjut.
Menurut gue, semua orang punya phobia. Ada yang bisa disembuhin, ada juga yang nggak bisa disembuhin –tergantung orangnya, sih. Kalo niat dan mau, bisa sembuh. Kalo menurut dia phobia-nya itu bukan big deal, ya sudah. Biarkan saja.
Oh iyaa, bagi kalian semua yang nggak tau phobia apa yang kalian alami, silakan cek website ini. Click here ya!
Nah, dari situ, gue menemukan phobia gue, setelah sekian lama melihat bolak-balik. Gue punya banyak phobia ternyata, tapi yang gue paling takutin adalah...
Athazagoraphobia alias phobia dilupakan, dicuekin. Dan
Jujur aja ya, gue sahabatan sama Farah, Fafa, Firlii, Yubi sama Rizal itu udah lumayan lama, walaupun beda-beda.
Sama Fafa itu udah dua tahun. Sama Farah setahun. Firlii, yang paling lama, udah tujuh tahun gue sama dia *malah sempet saling suka-sukaan, hahaha. Maaf untuk para wanita yang naksir Firlii yaah. Sama Yubi udah dua tahun, dan sama Rizal juga udah dua tahun.
Jarang banget gue dicuekin sama mereka. Kayak kemaren aja, kita berenam itu ngomong soal SMP, karena sebentar lagi UASBN kan. Itu tuh berenam kayak udah perkumpulan keluarga aja. Semena-mena, nggak kayak di sekolah; duduk di meja, ketawa-ketiwi kesetanan, pukul-pukulan, rebutan pendapat, daaan lainnya.
Mereka emang tipe orang yang susah nyuekin dan susah dicuekin sih. Soalnya pada rame semuanya. Gue berani taruhan, kalo anda-anda semua sekelas sama kita, ada aja yang bikin ketawa setiap hari. Yang joker asli itu Rizal, Fafa sama Firlii. Bahaha.
Mereka pokoknya udah kayak sodara-sodara gue sendiri lah. Yubi kayak kembaran gue; bisa kakak, bisa adek. Firlii adek cowok gue yang paling nakal, Rizal adek cowok yaang.. emm... merepotkan! Farah sama Fafa mah dua-duanya adek gue! Bahaha. Enggak deng, Fafa kayak kakak, cuma kakak yang rada-rada abnormal *peace, Bon!
Kalo udah dicuekin, eeeeukh, betenya selangit. Dengerin lagu aja sendiri gue mah nyanyi teriak-teriak cemberut. Euh. Tapi kalo udah nyadar gue bete, pasti diantara mereka nanya, "Napa lo? Kusut amat tah, beungeut (muka)." Hahaha.
Kita berenam panggilannya beda-beda, nggak pernah deh manggil pake nama asli. Gue Nadine lah, biasa. Si Fafa jadi Bona, Farah jadi Bule, Yubi jadi Kuyub/Kuwuk, Firlii jadi Jambul, Rizal jadi Jeksen. Yang lain juga pada punya panggilan nama.
Kayak Fida jadi Ucing (kucing, bahasa Sunda), soalnya dia kalo senyum kayak kucing *kata Firlii. Ghita jadi Ghitampet *kata Rizal, nggak tau deh sebabnya apa. Heran. Bimo jadi Comro/Banci, soalnya kepalanya kayak comro, dan dia sama sekali enggak mau maen sama cowok, maunya sama kita-kita yang ceweeek terus. Pokoknya masih banyak deh.
***
Oh iya, kemaren Imbisil terlibat dalam pembicaraan penting-nggak-penting ini. Dua pembicaraan sih, sekalian nunggu pergantian guru (mirip period gitu lah). Ini kalo nggak salah lagi third period. Kita dibagiin brosur DHIS kan, cabang internasional sekolah gue *DH.
"Eeh, Nadine, kamu masuk SMP mana?" Rizal nanya.
"Hm? Gue?" gue nunjuk diri gue sendiri.
"Dia mah masuk DHIS (Darul Hikam International School)! Asrama!" si Fafa teriak, napsu.
Farah nyikut gue, "Ah elu mah nggak sohib, Din."
"Iya ih, kita semua masuk negeri tauk," kata Yubi. "Jaat lu maah..."
Gue melipat tangan. "SMA-nya pada di mana?"
"Kenapa tiba-tiba nanyain SMA?" Yubi nanya balik.
"Jawab dulu."
"Negeri atuh," semuanya jawab bareng-bareng.
"Gue juga di negeri," kata gue. "SMA 3, atau 5."
"Sama," semuanya hi-five.
"Eh tapi..." Firlii ngomong. "Kalo kita beda-beda, entar Imbisil bakal pisah?"
Gue, Farah, Fafa, Yubi sama Rizal lirik-lirikan.
"Enggak lah," kata gue. "SMSan aja terus kalo mau ngobrol. Masih ada Y!M, Skype, fb, Twitter, dan lainnya. Kalo misalnya ganti nomor HP atau kontak, kasih offline message ke Imbisil yah."
"Sip," semuanya bilang kompakan.
"Sippiriliii..."
"Din, kenapa sih, elo masuknya DHIS? Nggak sama kita-kita aja?" Firlii nanya.
"Lo pada dimana emang?"
"Gue 5, sama Rizal," kata Firlii.
"Gue 2, atau 12 lah," kata Yubi.
"Gue 5, SBIiii..." kata Farah.
"Hah? Kok pada 5 sama 2 sih? Gue 7 sendiri, dong!" Fafa protes. "Gue nggak nyampe masuk 5 kayaknya deh! NEM-nya aja 27 koma! Gila!"
"Tetep weh, pisah. Kecuali Bule, Jambul ama Ijal sih," kata gue. "Gue ke DHIS buat beasiswa yang memungkinkan gue kuliah di luar kok. Kalo gue udah dapet, gue lulusnya cepet."
"Terus? Kalo kita mau jalan-jalan? Mau reunian? Elo kan asrama," kata Fafa.
"Gue pulang dua minggu sekali, tiap weekend," jawab gue. "Asrama gue kan di Lembang, deket rumah si Kuyub. Entar kalian maen ke sana aja, kalo pulang gue ke rumah Yubi lah. Gue apal kok."
"Ooooh, udah ngapel ke rumah mantu ya, Din?" si Rizal mesem-mesem.
"Pitnah aje lu," kata gue.
Kita ketawa-ketiwi, sampe akhirnya pelajaran SBYK (Kesenian). Kitanya ke koridor aja, gue maen keyboard, auehaehae.
***
Dan ternyata, Bu Pupu, guru IPA kita, nggak masuk pas pelajarannya, jadi beliau *ceilah, nitipin tugas sama gue. Tugas kelompok yang kemarin.
Akhirnya 6C melakukan tugas di luar, di koridor.
Nafi bawa-bawa kompor portabel, terus kita tuh melakukan percobaan konveksi. Sama maen pewarna makanan coba? Gila, pewarna makanan yang duren punya Rai baunya... heuh.
Itu air didihan kita jadi keruh-bau-bau gimana gitu yaa. Sama Rizal disodorin ke anak-anak cewek.
Akhirnya? Tumpah ke lantai. Berbekas, Ijal sama Rai suruh ngepel. Kualat lu, Jal. Bahaha.
Pas jam kedua, abis sholat zuhur, karena nggak ada Bu Pupu, kita akhirnya nyante aja leyeh-leyeh. Imbisil ngobrol lagi berenam. Ngomongin apa coba?
Maaf yah, maaf. Kita berenam ngomongin masalah pornografi.
Sumpahnya, Imbisil semua tuh udah beger-beger, udah balig. Di mulai dari masalah album Julia Perez yang ada kondomnya itu, Rizal mulai ngebahas yang aneh-aneh lah. Dia emang bokeppers sejati sih. Terus Firlii cerita. Waktu Rizal, Firlii sama Yubi lagi di rumahnya Fanny, mereka browsing yang 'gitu' deh.
Mereka juga sering mimpi gitu, haha. Pernah pas bangun *pas lagi nginep gitu, si Rizal ngeliat siapa ya waktu itu, gegeregetan, hahaha. Terus yang laen dibangunin.
Terus kita, para cewek, mengakui lah, kalo kita juga pernah, secara tidak sengaja. Tapi suka keterusan sampe akhir. Bahaha. Gue sama Farah kan dihasut para kakak, plus ngeklik link-link enggak jelas, kalo si Bona nggak sengaja ngeklik link, nyambungnya ke situs porno. Dih, gila.
"Yang begituan tuh, asik tauuu..." kata Firlii, yang udah lama begernya.
"Ah, gila," kata gue. "Kalo lagi liat yang begituan, dari dada ke bawah suka begeter."
"He-eh!" gue sama Yubi hi-five.
"Eh, eh, tau nggak..." Rizal cerita sampe selesai.
Fafa mencak-mencak. "Gila lu mah, Jal," katanya.
"Ah, kayak lo nggak pernah aja," Rizal bales.
Fafa manggut-manggut.
Si Bule diem, terus tiba-tiba ngomong, "Ternyata kita berenam nggak sehat."
"Setuju!" kata temen-temen.
"Sakit semua lo pade," kata Firlii. "Gue juga sih."
"Ah, payah, hahaha," gue ketawa.
"Cops community!" si Firlii tiba-tiba teriak.
"Apa siiiih?" yang cewek-cewek kompakan.
"Ya kitu weh baruleud," yang cowok-cowok kompakan juga. Artinya, "Ya gitu aja bulet."
"Jiahahahaha..." berenam kompakan ketawa.
Akhirnya, bel berbunyi. Kita pun harus pulaaaang, huhuh. Bete. Padahal lagi rame di sekolah. Tapi, gue ketemu lagi sama Firlii, Yubi, Fanny plus additional player si Alif di Tridaya.
Si Firlii nakaaal, bawel banget, dikit-dikit, "Cops community", "Cops community". Heuh bete.
Terus geng DH *sebutan dari guru-guru TD buat kita-kita, kenalan sama muridnya Bu Irma yang namanya Dega. Si Dega tuh lucu banget, humoris, bikin kita ketawa terus. Dan akhirnya, sukses berteman. Kan kita friendly bin famous gitu deh *dusta.
Bahaha. Abis itu kejadian aja yang seperti gue bilang di post yang Hey, Boy kemaren. Masih terngiang-ngiang di kepala gue senyumnyaaa. Apalagi tadi ketemu di sekolah, hehe.
Yaaa. Sudahlah. Tadinya saya juga mau ngomongin phobia malah melenceng ke sini. Nggak pa-pa deh, asal ngepost.
Bonsoir :)
Posted by Nadine at 6:51 AM 0 comments
Labels: curhat, friends, HERstory, imbisil, love story, me, school, tridaya
Wednesday, January 20, 2010
Hey, Boy
Hey, boy. My special someone.
Yes, I saw you staring at me from your car window.
You were smiling.
Your smile is really unpredictable.
I stared back at you that time...
And I was smiling back at you.
Unconsciously, of course...
Shrugging.
Smiling sheepishly.
Cheeks blushing crimson red...
And I couldn't imagine,
couldn't explain what I was feeling in words.
I couldn't tell.
But I was really happy...
That I smile every second, since that time!
You can't ever imagine,
how many images and pictures and thoughts of you,
Clouding up my mind.
Hey, boy...
I wanna ask you something.
...
Do you like me?
Do you love me?
Does your stare in class...
ever meant anything?
Does your texts with worrying and cheering notes...
is the result of your feelings?
Anything?
...
Hey, boy...
Just tell me something.
Tell me the truth.
***
Hahaha, ketawa deh gue baca ini.
Ya, ya. Gue lagi seneng bangeeeet karena ada 'dia' ini. Terlalu seneng sampe nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata, huahaha.
Pokoknya, gue baru pulang dari bimbel. Nungguin nyokap, lagi beli Hokben di jalan Sunda. Ya udah, gue dengerin musik sambil minum Pop Ice. Yang gue puter waktu itu lagunya Cascada yang "Everytime We Touch", hahaha.
Terus kata nyokap, bentar lagi nyampe. Gue bangkit dari duduk, terus abis itu nyender ke tembok kantin sambil nyedot minuman.
Terus dia menghampiri, "Nadine, PR IPA halaman berapa?"
"116, beeel," gue menjawab. "Jangan lupa dikerjain, sama PR BTAQ."
"Sip," kata dia. "Belom dijemput?"
"Belom lah, bukannya biasanya elo yang pulangnya cepet?"
"Engga, biarin lah supir gue nungguin," jawabnya santai.
"Diiih, edan."
Dia ketawa. Lucu. Terus abis itu yah, supirnya mah nyuruh pulang aja, dianya "He-eh, he-eh" aja terus.
"Pulaang..." dan tanpa basa-basi, dia masuk ke mobil Vios-nya.
Tapiii, luckily, Alif ngampirin dia.
"Eh, --------------", pokoknya gue nggak denger aja, abis kejauhan.
Dia jawab, tapi sambil ngeliatin gue, hehehe.
Si Alif masih ngomong, cuma dia jawabnya masih ngeliat ke gue.
Gue cuma curi-curi pandang haha.
Terus akhirnya gue pun menoleh kayak orang yang di komik-komik gitu, hwahaha. Dianya ngangkat alis sambil senyum penuh selidik. Hahahaha, lucuuuuuu...
Dia emang beken sih, banyak yang naksir (baca: banyak saingaaan). Huhuh.
Ya udah, habis itu mobilnya meluncur ke jalanan, mau muter ke jalan samping *soalnya rumahnya ke jalan lain. Gue keluar aja, terus gue ketemu Alif sama Fanny.
"Eh, Nadine," kata si Fanny.
Ya udah gue jawab, terus kita ngomong aja haha.
Pas mobilnya si Dia lewat, si Alif teriak, "Heeey, _______!" pokoknya mah namanya aja, haha.
Hyaaaa, abis itu sampe pulang gue senyum-senyum sendiri aja kayak orang gila.
Gue seneeeeeeeeeeng! ♥ ♥ ♥
Love you so much, boy :* :* :*
xxx-V :P
and love is something special :)
Posted by Nadine at 6:52 AM 0 comments
Labels: friends, HERstory, love story, me, proses and stories, tridaya
Tuesday, January 19, 2010
Almost Free. Almost.
Bonsoir! Gue lagi ketawa-ketiwi gara-gara nonton Opera Van Java, hahaha. Iya lah, gue kan orang gahol *ngakunyaaa. Ih, lucu banget deh OVJ.
Eeeeeeuhm. Gue akan mendeklarasikan sesuatu nih.
Gue bakal masuk ASRAMA.
Yeah, asrama. Nyokap gue udah beli formulirnya, terus gue juga udah mantap tinggal di asrama. Asrama internasional. Dan gue harus lulus. Harus lulus 100%.
Laptop kesayangan gue ini bakal di bawa. Dan gue nggak tau apakah gue masih bisa posting atau enggak. Tapi yang jelas, sebentar lagi UASBN, dan gue nggak punya banyak waktu untuk posting. Tapi ya kalo ada waktu luang, InsyaAllah, gue sempetin posting.
Dengan masuk asrama, gue hampir bebas. Almost free. Almost.
***
Eh, hari ini si Rizal nggak masuuuk. Tapi yah, hari sekolah tetep asik sih, walaupun ada minus-minusnya.
Oh iya, milad (ulang taun) sekolah gue April nanti, loh! *bangga. Katanya band-nya Firlii mau audisi biar bisa tampil di sana. Eeeh, nggak ada angin, nggak ada ujan, gue ditawarin jadi keyboardist.
Say what?
Ya udah lah, gue manggut-manggut. Terus Firlii ngirimin lagu yang bakal dia kirimin ke HP gue. Lagunya Avenged Sevenfold yang "Warmness on the Soul". Firlii emang seneeeng banget ama Avenged Sevenfold, Synyster Gates. Gue juga suka sih sama Syn, tapi gue lebih-lebih ke Parawhore, hahahaha.
Waah, pianonya! Nge-skill abis. Tapi sebulanan cukup lah gue mah.
***
Ada pelajaran drama Bahasa Sunda tadi. Si Revaaa, Mr. Autis yang superjenius-tapi-suka-ngamuk, nggak dapet pasangan *dua orang-dua orang, karena jumlah murid waktu itu ganjil. Karena Rizal sama Fadhlan nggak masuk.
Tapi dia nangis! Ngamuk tiba-tiba. Nggak sabar mau meranin drama.
Ya udah, Pak Nurdin *guru Bahasa Sunda gue, nyuruh Firlii, yang udah maen duluan sama Yubi, untuk jadi temen main Reva.
Firlii mah mau-mau aja. Katanya dia bintang tamu.
Pas dia maju ke depan, bareng Reva, selama Reva ngeset panggung, gue bilang, "Firlii! Mbul, beungeut eta sakuaaan... Cupu pisan lah... Hehehehehe..."
Artinya: "Firlii! Mbul, Muka itu kantongiiin.. Cupu banget lah... Hehehehehe..."
Sama si Firlii dijawab, "Heeh nya, Din? Cupu pisan."
Mereka pun mulai ekting. Pas adegan klimaksnya, yang dimana si Reva itu panik karena duitnya ilang, si Reva itu benar-benar menghayati, pake nangis segala.
Si Firlii terbelalak. Kaget. Dia langsung netep Reva, Pak Nurdin, gue sama Farah, temen-temen sekelas. Sumpah lah... tampangnya Firlii waktu itu kayak Raffi Ahmad! Tapi cakepan Firlii laah, jelas.
Dia langsung terbakar semangatnya dan mulai beradu akting sama Reva. Akhirnya, nilainya dikasih plus. Uh, enak.
Oh, iya. Hari ini ulangan pembacaan beritaaa, haha. Selama nungguin giliran gue, gue dengerin musik tuh di luar. Terus gue muter "Warmness on the Soul". Plus, lagu-lagunya Boys Like Girls; "Love Drunk", "Holiday", "Let Go", "Contagious", "She's Got a Boyfriend Now", sama Forever The Sickest Kids's "She Likes". Hahaha.
I really am a music freak.
Pas giliran Firlii, kan setelahnya tuh giliran gue, gue pun masuk ke kelas bareng Firlii kan. Ya udah diem, gue duduk. Tapi di dalem ada temen-temen. Ya udah gue biarin.
Si Firlii duduk di depan Pahe, terus berdehem. Siap-siap mau baca berita. Tapiiii, yang keluar dari mulutnya justru...
"Apa sih, Nadiiine? Udah diem lo ah," meletlah Firlii.
Pas udah giliran gue, eeeh... si Firlii sama si Yubi ngegoda terus ih, ngeganggu aja, bete.
***
Ooooooh, iya!
Kakaknya Fullah bisa masuk ke konser Boys Like Girls nanti di Tennis Indoor Senayan yang 25 Januari nanti. Iiiiih, jeles!
Fullah ngajakin gue, sama Atsa tuh mau ikut, haha. Nanti ah, mau ijin sama mother-father dulu.
Iiiiiikh. Jeles, Puuuuull!
Si Cameuhmeuh aku ajakiiin yaaaaah... :P
***
Daan, dengan gue masuk asrama nanti, gue akan merasa lebih bebas, sekaligus lebih terkekang. Tapi yah, pokoknya keputusan gue sudah mantap. Gue akan mengenang mereka-mereka di bawah ini...

Rizal dan Firlii. Waktu masa penyewaan buku kita jaya, haha.

Ulang taun Bu Aning, wali asuh kita. Salah satu dari banyak hal yang bikin kita semua kompak. Ini habis kita menang lomba padus, kan? Masanya kita jaya! Hikss...

Waktu kita foto untuk Buku Tahunan, satu-satunya kenangan sebelum kita lulus :')
Bawah: Sarah, Pahe, Shafa
Atas: Farah, Fafa, gue :)

Manusia-manusia famous bin gahol. Cewek-cewek yang suka ngumpul di koridor dan di depan mesjid. Sisterhood yang paling rame! 6th grader girls rocks!
Huaaaaaaaaa! Hiks, hiks.
Sedih.
***
Besok ada pemantapan pagi! Dan gue belum ngerjain PR. Gue harus bangun pagi besok.
Bonsoir everybody! :)
Thursday, January 14, 2010
Happy Diary Day!
Yep. 14 Januari. It's Diary Day people!
Well, karena sekarang Diary Day, gue akan berbagi tulisan di jurnal gue untuk hari ini. Kalo gue liat di kamus Oxford, sebenernya diari sama jurnal itu sama aja. Tapi kalo gue males nulis diawalin kata "Dear Diary...", so I always start my daily journals with a simple "hello", dan kalo jurnal suka gue gambarin dan tempelin foto atau huruf. Gue suka aja gitu, lebih asyik. Dan, jurnal gue ditulis dalam bahasa Inggris. I hope you don't mind :)
Baiklah, gue tidak akan membuat anda-anda menunggu, jadi gue akan mulai saja.
***
Hello. Back to my hard-to-guess everyday life.
I don't know what progress I made today, but there's something about this day.
I wasted my money for paying the class's assignments copies. And turns out, Yubi is kind enough to return the whoooole money. Rp 10.000,00. I'm amazed :)
And for the first time in four years, I cried in front of my classmates.
It was because I can't say "No", and Pahe just haaave to give me life lessons and made me cry. Dammit.
But I guess it was worth it, though. My besties; Farah, Fafa and Sarah turns out to give extra-care for me. And Rizal, Firlii and Yubi was worried as well.
"Nadine, are you okay?", "Why are you crying?", "Tell us, please?", "Everyone is worried, you know?", and such are coming out of their mouth. I wanted to laught at that time, but my heart is just too sad, it didn't have the urge to bend my lips upside down to a smile. No.
The boys were nice. They really make me worry sometime, because of their crazy behaviors, but turns out.. they were worried about me, like I'm worried about them. Sometimes they scare me, though. Haha. But they're my besties. I couldn't help losing them, just because of different genders. They're different, they look at boys and girls as the same. I love you guuuuys :3
Aaaand, Fafa, Farah and Sarah. Girls are able to understand. More sensitive than boys. They understand me, and now I'm trying my best to understand them. Besties forever.
I guess that's what made this day special. I can see that my best friends really cared about me. And of course, I am amazed how the boys are really worried about me, and Yubi, our class president, has managed to finish his task, perfectly. Usually I'm the one who took care of all his tasks, plus my tasks, aaand helping the guys on their homeworks.
Haha. Best day of my life ~so far :)
Sunday, January 10, 2010
I Feel Like Dancing (in Romanticism)
Bonjoir, people.
Di rumah gue lagi gelap nih, lagi hujan, angin gede (sampe bunga-bunga di taman gue tumbang semua!), petir menggelegar beruntun.. bikin suntuk, bete, sama takuuuuut. Nervous banget gue, bikin nggak santai aja nih.
Oh iya, diriku ingin bercerita.
Sebenernya ini cerita gue tulis di jurnal gue tadi pagi, jam 02.23 kalo nggak salah, ya. Tapi laptop gue lagi dipake bokap buat ngedit foto pake Photoshop, soalnya laptop-nya si babeh lagi rusak. Ya udah sama gue dipinjemin.
Oke? Kita mulai, yaaa...
***
Insomnia gue nggak sembuh-sembuh. Ternyata Bio-G (merek gelang kesehatan gue) emang nggak efek yah. Uuuuuuggh, duit melayang.
Karena nggak ngantuk, gue nyari kerjaan, daripada terpuruk di kasur nungguin jam lima pagi. Gue pun gambar-gambar komik, baca novel (Thirteenth Tale bagus loh!), sama dengerin musik lewat earphone.
Waktu lagu "Kid"-nya The Pretenders diputer, gue langsung inget alasan gue mendownload lagu ini. Film "17 Again". Yeah, gue tau kalo gue sering ngebahas film ini, tapi yah.. gue emang lagi suka ♥.
Gue keinget adegan waktu Mike/Mark (Zac Efron) dansa sama Scarlett (Leslie Mann) sebelum si Scar itu pergi ngedate sama si Dean, pacar barunya. Diiringin sama lagu "Kid" (acoustic), background-nya taman yang banyak lampu kelap-kelipnya, terus kompakan pake gaun sama kemeja warna hitam, dancing slowly, in romanticism.
Yeah! It's really ROMANTIC! I'm lovin it.
Kalo liat tuh jealous, kayak liat putri sama pangeran dansa di dongeng, kan. Dan gue itu cewek yang sangat, sangat, SANGAT menyukai dunia dongeng (fairytale). Gue bahkan punya julukan Queen, auhaehaehaeha. Di kelas gue bahkan ada King, Maid, Knight, Joker, Prime Minister, Duke and Duchess, Alchemist, daaaan tokoh kerajaan lainnya. I love them, my class *smooch*.
Gue tau, kalo gue itu cewek yang nggak identik sama "romantisme", karena gue itu ke tipe-tipe rebellious-have fun-chat alot-everyone knows you, jadi yah.. gue menganggap romantisme itu... cheesy. Garing. Cenderung lebay.
Tapi sekaraaaang... seperti yang udah gue ceritain di postingan sebelumnya, gue lagi seneng nonton yang cinta-cintaan, dari yang CHEESY sampe yang bikin gue bilang "Aaaaawww... so cute!" dan nyeloteh seterusnya.
So.. gue memasang earphone di telinga, memutar lagu "Collide"-nya Howie Day yang cocok buat lagu dansa slow, berpura-pura menari kesana-kemari, sambil nyanyi.
I'm quiet you know
You make a first impression
I've found I'm scared to know
I'm always on your mind
Even the best fall down sometimes
Even the stars refuse to shine
Out of the back you fall in time
I somehow find you and I collide
Waaaaaaaaaaaaaaaa!
Gue tidak bisa menahan kata-kata, "Aduuuuh.. romantis banget", "Jealous gue sama putri-putri di dongeng", "Kenapa fakta tidak seindah fiksi?! Kenapa dongeng lebih kuat dari realita?!", dan sebagainya.
Sebagai anak kecil, gue berpikir BESAR. Dan gue tidak bermain-main dengan kata "BESAR".
Gue menggunakan imajinasi gue 24 jam sehari. Mata gue bukan mata manusia biasa, mata gue memandang luas dunia gue sendiri. Di dunia gue, terserah gue, apa orang mau pake kolor di kepala, berbicara sama ayam, pokoknya gue suka, dan gue bisa tertawa. Dan kalo sedih, gue bisa menangis. Di dunia gue, gue berekspresi dengan BEBAS seBEBAS-BEBASnya.
Yap. Cukup melantur.
Terus gue menulis kayak begini di jurnal gue:
I Feel Like Dancing
Aku mau berdansa. Aku seperti terhipnotis saat mendengar alunan musik. Kakiku dihentakkan, tanganku menjentikkan jari mengikuti irama. Imajinasi mulai bermain dengan otak, mengirimkan sinyal pada mataku untuk memandang visi di dunia lain.
Seperti hantu yang transparan, aku menonton seorang putri berbalut gaun putih yang mewah, berdansa dengan pangeran berjubah hitam. Dan tidak, dia tidak memakai celana dalam labu seperti di buku dongeng klasik. Wajahnya tampan, he's a real prince charming. Mereka berdansa di lantai dansa yang luas. Megah, dengan lantai marmer dan tiang bersepuh emas.
Aku iri. Kenapa imajinasiku bisa lebih baik dari kenyataanku? Kenapa fiksi bisa lebih kuat dari fakta? Kenapa dongeng ~yang merupakan omong kosong belaka, bisa jauuuuh, jauh lebih menggoda, lebih nikmat dari realita? Realita yang berdasarkan fakta, bukti-bukti konsisten dan kedudukan Tuhan yang permanen? Oh. Hidup tidak adil, memang. Tidak dan tidak akan pernah adil.
Lupakan rasa iri, dan fakta bahwa hidup tidak adil. Aku harus berdansa. I'm gonna make my way by dancing. We have to Dance, Dance to Revolution.
And so... My ears are clogged by my white earphone, playing "Belle of The Boulevard" by The Dashboard Confessionals. Yeah.. Life is always hard, for the Belle of The Boulevard...
And now, because of songs, melodies, and dance steps. I feel like dancing. Dancing my way to REVOLUTION.
Gyahahahaha. Pengen ketawa gue bacanya.
Tapi gue serius lho. Gue harus berdansa menuju revolusi gue. Nice and easy, step-by-step to success, kayak berdansa. Kalo terburu-buru gerakannya bisa melenceng dan hancur, dan kita harus bertahap menguasainya kan? Jadi, let's dance to revolution!
Posted by Nadine at 2:22 AM 0 comments
Labels: HERstory, imaginations, me, music, My World
Wednesday, January 6, 2010
Love Movies, Cinemas, and Reality
Bonsoir, amis.
Gue lagi sebel. Sangat sebel. Benar-benar sebel.
***
Belakangan, gue sangat kecanduan nonton DVD. Dan selain DVD horor, komedi, dsb yang gue kasih liat di post sebelumnya, gue pun kecanduan nonton film cinta-cintaan, dari yang romantis semua sampe yang seling komedi *punya emak sama babeh gue (jaman jebot) :P
Semua genre movie sebenernya gue tangkringin. Asal ceritanya seru aja. Kayak "Devil Wears Prada" gitu, gue suka lho, ahahahaha. Soalnya rame, gue suka pas si Andrea (Anne Hathaway) jadi stylish gitu kan keren.
Eh.. gue jadi ngelantur. Ayo kembali.
Yup. So, gue nangkringin beberapa film romantis jaman baheula, ada yang gue tonton di DVD, ada juga yang di HBO atau StarMovies. Di lemari DVD, gue nemu beberapa film cinta, di antaranya:
- Drew Barrymore's "Never Been Kissed"
- Jennifer Lopez's "The Wedding Planner"
- Renee Zellweger's "Bridget Jones' Diary"
- Anne Hathaway's "Princess Diaries 2: The Royal Engagement"
- Leonardo DiCaprio's "Titanic"
- Adam Sandler's "50 First Dates"
- Disney Pixar's "Wall-E"
- Katherin Heigl's "27 Dresses"
- et cetera..
Sekarang gue rada males nonton film Indonesia. Yang bikin gue males tuh, bagian pornografinya. Sekarang kan udah ada undang-undang tentang pornografi, tapi masih aja para penulis naskah dan sutradara tuh, meng-approve begitu saja film tersebut. Duiiiit doang incerannya. Soalnya emang sekarang orang doyan yang bokep-bokep sih.
Lagian, sebenernya kan film itu udah di-rating. Di luar negeri ada:
- "G" / General Audiences : Semua Umur
- "PG" / "Parental Guidance" : Bimbingan Orang tua
- "PG13" / "Parental Guidance for Under 13" : BO untuk anak di bawah 13 tahun
- "R" / "Restricted" : BO untuk anak di bawah 17 tahun
- "NC-17" : 17 tahun ke atas
Yap, nggak kayak kita di Indonesia, di luar negeri aturan kayak gini berlaku. Sekarang, kalo gue surfing di Internet, gue suka menemukan shortcut untuk situs-situs yang menyediakan video porno, baik yang real, atau yang animasi. Gilaks. Dan gue menemukan situs yang menyediakan semua itu tadi, tapi kita harus membayar, 10.000 USD untuk makan semua itu. Najis banget.
Emang sekarang orang doyan yang bokep-bokep sih, ya. Si Rizal juga, seriiiing banget dia ngomongin Maria Ozawa, ngomong yang bokep-bokep lah, Rizal mah. Ngomong "Sexy Teachers", ughh.. cowok sarap. Jarang banget orang ngomong mau nonton film "Emak Ingin Naik Haji".
Gue salut sama script-writer sama sutradara yang bisa bikin film bagus dan laris tanpa ada bokep-bokepnya sedikitpun. Mau ngomong kek, gesture kek, pokoknya nggak ada satupun detil bokep-bokep.
Ya, emang seiring globalisasi, walaupun nggak nonton di bioskop, download film di internet *gue juga melakukannya, atau beli bajakan aja.
Gue bener-bener nggak ngerti, gimana caranya black market DVD mendapatakan video untuk disc-nya, padahal film itu belum keluar di bioskop. Kayak nyokap gue, beli "Alvin and The Chipmunks 2: The Squeakquel", itu kayaknya video hasil rekaman, karena kameranya goyang, banyak suara orang awam, dan nggak selesai sampe akhir. Dan akhirnya gue nonton juga di bioskop.
Terlepas dari rating, sebenernya film-film Indonesia tuh melanggar UU pornografi juga sih. Gue baca-baca buku diktat dan kuliah emak gue jaman baheula, dan yah menemukan sejumput ilmu dari sana. Terus gue baca-baca lagi Wiki, koran dan nonton berita.
And, I decide, not to watch X-rated (NC-17) movies. Karena gue juga sebentar lagi 13 tahun, jadi gue tidak perlu khawatir dengan PG13 movies. Bahahaha.
Gue mau nonton film "Slum Dog Millionaire" aja ah, gue belum sempet nonton. Hehehehe. Oh, gue suka soundtracknya, "Jai Ho (You Are My Destiny)" by The Pussycat Dolls feat Ar Rahman. I'm lovin it *McD.
***
Oh, iya. Tadi di awal post gue bilang gue lagi kesel, kan?
Ya, gue sangaaaaaaat kesal. Karena gue udah deg-degan menunggu seseorang, dan dia nggak nepatin janjinya. Bete.
Dan... tidak, dia bukan pacar gue.
Well, that's all I guess.
Jusqu'à la prochaine réunion par écrit! Bonsoir, amis!
Posted by Nadine at 10:08 AM 0 comments
Labels: HERstory, I do Care, love story, modern culture, movies, music
Monday, January 4, 2010
Nadine a.k.a. Cappuccino Girl
Oke, gue bakal share sedikit tentang gue. Simak dan dengarkan. Inget-inget kalau bisa ;)
- Nama gue sebenernya bukan Nadine. Tapiii.. Nadyra. Kenapa dipanggil Nadine? Simak baik-baik...
- Nama panggilan gue yang lain: Nadyr, Ba-Dyr *contraction of "Mbak Dyra", Dyra, Airin *satu lagi nama ga nyambung.
- Gue suka orang yang baik, lucu, humoris, pendengar yang baik, sabar, spontan, nakal dan friendly. Nggak suka bohong dan semangat.
- Gue benci orang yang egois, suka pilih-pilih temen, keras kepala, suka ngebohong, pengkhianat, dan suka berprasangka buruk. That's not good.
- Likes: SMSan, main handheld games, jalan-jalan bareng temen-temen, nonton TV, ngemil, ketawa-ketawa bareng sama temen-temen, nulis-nulis, corat-coret, baca buku-buku tebel *gue minus 2,5 sama silindris 1/4 lho!, nyanyi di kamar mandi dan sekitar orang deket, foto-foto.
- Dislikes: dicuekin sama orang, dikata-katain yang berlebihan.
- Cita-cita? Hmmm.. untuk sekarang, mau jadi singing-counting-teaching doctor. Jadi gue mau jadi dokter yang bisa nyanyi, jago di bidang Akuntansi, sama mau jadi guru.
Soal singing, gue bakal les vokal, segera setelah gue lulus dari les piano. Udah grade 3 nih.
Dan, teaching, adalah cita-cita gue untuk mengajar anak bangsa yang kurang mampu. Gue bakal bikin sekolah gratis, ngajak temen-temen gue untuk jadi guru/sukarelawan, terus ngajar bareng-bareng. Gue pernah bilang begini ke Kak Bena di Yahoo!Messenger. Moga-moga aja tercapai, amiiin.
- Hobi gue? Mmm.. baca buku, apalagi novel. Nulis-nulis, dan gue lagi ngegarap sebuah project fiksi. Doain sukses! Gue juga suka nyanyi, denger dan main musik *piano and acoustics, nonton film sama main basket! Dan, yang paling sering dilakukan... SMSan. Yeah.
- Alasan gue bikin blog ini? Untuk recover blog gue yang lama, dan cerita-cerita. Karena gue suka nulis. Dan, masa remaja itu, masanya kita bingung; bahwa siapa yang teman, dan siapa yang bukan teman. Siapa yang pura-pura jadi teman. Siapa yang bisa jaga rahasia. Jadi gue nulis, biar nggak dikhianatin.
Jusqu'à la prochaine réunion par écrit! See you at the next post!
Bonsoir :)
Posted by Nadine at 12:09 AM 0 comments
Labels: friends, HERstory, me, not-so-important
