BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Notifications!

29/04/2010, Thursday.

http://emo.huhiho.com

Semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan..

Memoirs

Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Thursday, April 29, 2010

Kisah Klasik untuk Masa Depan

Bonjour bloggers.

Gue lagi sedih nih, hiksss. Tadi Pahe ngomongin soal perpisahan terus anak-anak 6C pada nangis. Aaa, watir sekali. Gue aja liat temen-temen gue nangis langsung ikutan berurai air mata. Mana si Firlii dan Rizal main 'Your Call'-nya Secondhand Serenade yang bikin kita semua (6C minus Yubi) pada mellow. Hiksss.

Gue nggak nyangka, hari ini dateng juga. Karena itu gue bakal posting lirik sebuah lagu di sini.

***

Kisah Klasik untuk Masa Depan
Sheila On 7, 2000.

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tiada bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Kar’na hari ini yang ‘kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar’na waktu ini yang ‘kan kita banggakan di hari tua

Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah
Kar’na hari ini yang ‘kan kita rindukan
Di hari nanti…

Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

***

Hiksssss. Lagu yang gue dapet dari Fida ini berhasil bikin gue sesenggukan. Call me over-reacting, call me over-sensitive, call me mad, because I am, now. Baca liriknya aja gue udah pengen nangis, akhirnya gue download juga lagunya, hihi.

Nulis postingan ini, lagunya lagi gue puter di iTunes.

Sediiiiiih banget gue, pas pulang sekolah, gue salam sama Pahe, baru nangis terus langsung meluk Pahe. Terus pada ke kamar mandi, pada cuci muka karena pada nggak mau ketauan nangis, hihi. Apalagi si Adee Sasas Sahari tuh, brutal banget nangisnya, tapi gue ngerti banget.

Awalnya gue nggak nangis, eeeh si Farah sempet-sempetnya bilang gue "TIDAK BERPERASAAN". Yaampuuun, gue merasakan sekali neng! Mana si Firlii pake bilang, "LIMA TAHUN lagiiii, kita reunian."

Iya, gue penasaran banget jadi gimana kita nanti kalau udah besar? Apakah kita bakal canggung kayak orang yang baru pertama kali ketemu? Atau malah kita akan ketawa-ketiwi nostalgia jaman lama? Ya Allah, gue harap kita yang nanti tetaplah kita yang sekarang.

Waktu reunian nanti, kisah sedih, senang, takut, deg-degan, bahagia, cinta, benci, dan semuamuanya yang kita semua alamin di 6C, akan jadi sebuah kisah klasik untuk masa depan nanti. Bukan cuma 6C; semua yang kita alamin di Darul Hikam angkatan 2004-2005 (kelas VI 2009-2010), akan jadi sebuah kisah klasik untuk masa depan.

Sebentar lagi kita lulusan. Tanggal 19 Juni nggak terlalu lama kan? Kita bakal ke SMP pilihan kita masing-masing. Kita bakal berpisah tempat, walaupun masih sama-sama di kota Bandung, hehe.

Jadi, yang harus kita semua lakuin buat sekarang adalah lakukan yang terbaik di hari ini untuk hari esok. And that's what I'm doing right now. In the end, you'll know who your real friends are. And I know who.. they go by the name of SixChee.

***

Dan terakhir, gue mau ngequote Blink 182, ini buat SixChee sama anak-anak kelas 6:

"We've gone our own ways and I know its for the best, but sometimes I wonder will I ever have a friend like you again?"
-Blink 182

***

Haaaah.. Gila. Udah ya, gue mau SMS anak-anak SixChee dulu, oke?

Remember: a best friend knows how CRAZY, ANNOYING and ABSURD you are, but still choose to be seen in public with you, hihi. And that's how my friends are.










[click to enlarge]

Bonjour!

Tuesday, April 20, 2010

Post Tag about Blog History

Bonsoir, selamat malam semuanyaa.

Gue baru balik dari hari yang sangat melelahkan, diisi dengan psikotes SMPN 5, sekolah 1/3 hari *iya gue kerajinan banget balik dulu ke sekolah, padahal si Excel sama Fairuz langsung pulang, hihi*, terus lanjut ke Tridaya, dan akhirnya balik lagi ke sini.

Gue ke sekolah cuma ngobrol sama temen-temen sih.. terus abis itu ya nggak ngapa-ngapain. Pas Tridaya paling gue SUN Spesial, terus kenalan sama anak SD Soka namanya Sidiq sama Azmi. Pas pulangnya ketemu geng Salman yang selalu bareng-bareng; Mia, Aca, Inara, Bima, Naufal, Echa, Harris, Asbi sama Irfan, dan yang biasanya mengintimidasi gue dengan ngata-ngatain gue 'cadel' (terutama Naufal).

Sorry ya guys udah nggak mempan *cielah*. Ya udah gue bales aja tuh si Naufal, "TOMPEEEEEL DUA BELAS MEN! Hahahahaha..."

'Tompel' sih gue diajarin Bima yaa, nggak tau kenapa. Kalo 'dua belas'... you guys wouldn't want to know. Super secret, dan Naufal aja nggak suka kalo itu disebut. Garagara si Taplak! Hahaha.

Eh, malah ngelantur, yaudah deh gue langsung ke headline ya.

***

Gue dapet post tag dari Kak Ditha! Thank you so much, Kak Dhit. Well, enjoy, dan gue harap bisa menambah pengetahuan kalian tentang blog ini *lo kira pengetahuan umum?!*. Haha.

  • Apakah nama profile blogmu? Apa artinya?
Pake nama 'Nadine Fauzia'. Kenapa nggak Nadyra Fauzia? Karena nama panggung gue sudah ditetapkan sebagai 'Nadine', hahaha. Artinya sih nggak spesial, artinya "yang cantik, cemerlang dan membawa keberuntungan". Hahahaha.

  • Apakah nama blogmu, apa artinya dan mengapa dinamakan seperti itu?
'Cappuccino Girl'. Hmm, reasons are:

1. Rizal yang ngasih gue julukan 'Nadine' dari iklan kapucino itali ngetren itu, yang belakangan jadi nama panggung gue. Ha!

2. Gue juga kebetulan suka minum cappuccino, mocha, dan fraps. And I'm sure everybody's fond of them.

3. Satu lagi, sifat gue pun bittersweet.. like cappuccino. :9

  • Sejak kapan mulai tertarik untuk membuat karya tulisan?
Sejak kecil.. sejak umur 7 taun. Sejak nulis diary, terus pas udah punya binder pindah ke situ, terus akhirnya pas dibeliin laptop waktu naik kelas 5 nulisnya mulai serius di sini.
  • Apa motivasimu membuat blog ini?
Sama kayak kebanyakan orang kali ya.. waktu kelas 5 gue pertama kali baca bukunya Raditya Dika yang KambingJantan. Pas kelas enam gue tanya sana-sini, ternyata temen-temen gue banyak juga yang punya blog. Ya udah akhirnya gue bikin blog pertama gue; the infamous Just Airin. Dulu panggilan gue masih Airin, bukan Nadine.

Setelah internet gue rusak dan passwordnya terlupakan, gue berhenti ngeblog... sampai tahun baru. Iya, tanggal 1 Januari 2010 gue dapet hidayah *hayah*, gue bikin blog ini, the almost-famous Cappuccino Girl dengan nama panggung 'Nadine', bestowed by Rizal.

Dan sampai sekarang, gue sangat menyayangi blog ini. It's my one window to outside, free world communication. Heehe.

  • Siapa yang menginspirasimu untuk membuat blog?
Raditya Dika, Kak Benazio RP.. Terus si Muti dengan blog 'Bitter is Taste' yang sekarang udah ganti jadi 'Mutay's: Blog Garing Anak Kecil', hehe. Nggak lupa temen temen gue yang suka mantengin blog gue sampe nangis bombay minta postingan baru. Terima kasih semua :D
  • Siapa teman blogger yang mengajari dan membantumu membuat blog?
Mutiii pastinyaaa *ah Muti mulu hahaha* terus gue juga suka nanya-nanya sama Pulah *malah biasanya saking pengennya ganti langsung nanya lewat SMS, hoho*, Kak Bena jugaa lewat Y!M, dan sisanya tutorial-tutorial di blog. Thanks all, hehe.

  • Sekarang sudah punya berapa blog? Apa aja?
Ah, nggak banyak kok.. Cuma satu ini. This simple blog, dan mungkin former blog gue Just Airin. Boleh diliat, tapi udah nggak pernah gue buka lagi, hehe. I'm grateful that this blog could be a major revolution for me.


Hmmm gue ngetag ini buat Muti yang banyak gue sebut, cielah haha. Terus Filia sama Rina. Ooou, kangennya gue sama mereka haha. Biasanya yang ngasih award nih merekaaa, hehe.

***

Okay, well I guess that's enough for today. Sebelum kita sudahi, gue mau ngasih quote nih...

"
My eyes see them, but my heart chose only you." (Anonymous, tapi gue dapetnya dari Muti, hehe).

Sudah yaaa, need some beauty sleep and a good novel for tomorrow! Bonsoir bloggers, sweet dreams!

Monday, April 19, 2010

Valuable Lessons

Bonsoir bloggers, postingan kedua malam ini.. bakal jadi postingan pendek aja kok.

I've learned some valuable lessons today.

1. You can't go on trusting everybody.
2. Skandal adalah keberan yang disembunyikan, seriously.
3. Reputasi.. mungkin itulah yang dipikirkan pembohong saat ini. Pada akhirnya, mereka akan tahu, lies leads to loathes, for Gawd's sake!
4. If I don't think about problems, it wouldn't drive me mad. Gue kudu belajar cuek.
5. Ini salah satu pelajaran yang gue suka;

Pernah nggak denger Fiona Apple? Yang di internet itu pada bilang dia meninggal, padahal enggak? Sampe di dunia nyata beneran disangka meninggal. Katanya, "I read on the internet that I was dead," padahal idup-idup aja tuh sejahtera.

Pelajaran di dalemnya tuh, kalo memang belom dikonfirmasi, kita nggak boleh ambil tindakan dulu, dan dengan bebasnya melakukan sesuatu.. itu bisa berujung pada hal yang memalukan.

6. Hey, kalo kamu sekolah di sekolah yang di mana semua penghuninya; cewek maupun cowok, mulutnya beringas (alias tukang gosip), jangan pernah nanya sama orang yang digosipin. He/she'll give us the opposite answer.

Misalnya si N tuh suka sama si L dan informasi ini tuh rahasiaaa bangets, dan pada suatu hari ada gosip yang beredar soal kejadian apa gitu soal si N dan L yang jadi skandal. Dan kejadian ini, ternyata sebuah fakta. Naah, si N ini tau betul kalo anak-anak di sekolahnya itu mulutnya kayak gajah nggak dikandangin, beringas bebas lepas dan seenak jidat kalo ngomong. Suka dilebih-lebihkan malah.

Pas ditanya, "N, apa bener lo sama si L itu begini begitu blablabla?"

Gue yakin banget si N pasti jawab, "Enggak kok. Siapa sih yang bikin gosip?"

Yah, kalo kalian sekolah di sekolah yang penghuninya semua mulutnya kayak gajah nggak dikandangin; beringas bebas lepas dan seenak jidat kalo ngomong, lebih baik elo jawab all the opposite aja deh. Tapi kalo mau jujur, mendingan lo konfirmasi dulu sama yang elo libatkan. Salah-salah bisa-bisa elo digencet.

7. I've always been out of touch with reality. Seriously.

Gue merasa otak gue yang kebanyakan menghalalkan imajinasi bikin gue kena penyakit pemimpi kronis. Gue cuma pengen hidup gue berjalan sebagaimana mau gue; seperti di khayalan gue, seperti di bukubuku gue. Tapi ternyata nggak bisa semudah itu. Well, it may be crazy and absurd and kinda makes me wanna commit suicide, but it's my life. I can't leave it foolishly.

***

Dan pada akhirnya, gue mau ngequote beberapa orang yaa:

"I'm nothing more than what you actually see, but I am also the complete opposite." (Keren Ann)

"These times are so hard, and it's getting even harder." (Eminem)

"What girls do to each other is beyond description. No Chinese torture comes close." (Tori Amos) *tru dat!*

"For the world to be interesting, you have to be manipulating it all the time." (Brian Eno)

"Sorrow is so easy to express, yet so hardto tell." (Joni Mitchell) *100% fact with no lies*

"God forbid you to sing about love. It's a lost concept." (Lenny Kravitz) *and I seriously heart this quote!*

"I hate that word, 'mature', but I guess I am growing up." (Sheryll Crow) *HYPE, I agree! LOL*

"A girl can do what she wants to do and that's what I'm gonna do. I don't give a damn 'bout my bad reputation." (Joan Jett and The Blackhearts) *in fact, nobody gives a damn about it I guess..*

***

Yak, gue sadar ini semua memang tentang pergaulan.. tapi itulah yang lagi jadi masalah gue kali ini. Hmmmm.. mirip film apa ya? Akh, lupa. Anyhoo, gue lagi down banget karena ini sampe sempet pengen banting laptop, tapi nggak jadi soalnya laptopnya nggak salah. Jadi mendingan besok gue gampar aja deh orangnya, haha. Nggak ding, ngapain coba?

If you fight fire with fire, all you get is a bigger fire.

Btw, gue kayaknya bakal bikin 1-2 novel lagi, karena SEVEN udah mau selesai. You should read it, I'm psyched about the story. Sekarang udah bikin kok, kayaknya cerita ini penggarapannya bisa lebih cepet.. I wish. Wish me luck yaa.

Ya udah sekarang gue mau baca novel lagi aja ah.

Bonsoir, bloggers!

Friday, April 16, 2010

Watch Out, I'm Back!

Bonsoir bloggeeeeeerrrs!

Aaaa, gilaaa, kayaknya udah lama banget gue nggak posting di sini ya? Kangeeen, kangeeen. Temen-temen gue aja sampai nangis-nangis merengek-rengek menanti postingan-postingan fresh dari gue yang keren, haha. Iya, setelah dua minggu nggak posting, gue reinkarnasi jadi lebih narsis. Hoho.

Yaa, selain inet gue rusak, gue juga ada latihan UASBN-US. Terus, seminggu ini juga gue lagi healing process ya, baru selesai berantem tuh sama sahabat gue –The Three Idiots. Iya, sama si Aamir Khan utamanya berantem terus baikannya satu jam kemudian. Kalo sama si Sharman Joshi dan R. Madhavan-nya nunggu besok dulu baru baikan. Yah, kalian tau lah itu siapa.

Jadiii, yah lumayan banyak masalah berseliweran di hidup gue, realita cinta dan rock and roll *halah*.

Maafkan aku yaa, kalau aku jarang posting. Aku tahu kalian merindukanku *muntah dan buru-buru nutup browser*. Eits, jangan gitu dong. Udah ah, gue mau cerita aja.

Oh iya, karena postingan ini buat catch up dari semua yang gue lakukan selama gue nggak posting, jadi agak panjang. Well, sabar-sabar aja ya, bacanya. Dijamin seru!

***

Pertama, gue award dari Mutaaaay!














Terima kasih yaa Mut. Btw, selamat juga ya udah masuk TarBak! Ntar kita nongkrong barengnya nggak di sekolah lagi, tapi di mall, gyahahaha. Jangan lupain semuanya yaa.

Ini award gue kasih ke siapa aja yang mau ngambil, tapi utamanya buat Pulah aja deh, haha.

***

Terus, tanggal 9 kemaren gue ikut tes 5 RSBI bareng-bareng sama Farah, Pulah, Toa, Elita, Dita, Fira, Bebeh, Firlii, Yubi, Rizal, Ravi, Excel, Mika, Arif, Ulwan, Naufal, Nandi, Radit, Kifan, dan kawan-kawan lainnya. Pas pagi-pagi gue kan masuk aja ya sama Om gue (seumur sama gue lho, seriously), terus dianterin nenek gue (masih muda, emaknya om gue itu tadi).

Gue jalan, terus gue melihat tokoh tinggi semampai nggak jauh dari gue, lagi jalan ke arah SMP 5 juga. Range kita paling dua-tiga meter.

"Oh, shit. Itu pan si Yubai. Aaaaaa, Y&*R%$)(^&$%#AK8&@:!&!"

Kenapa coba gue teriak? Soalnya gue nggak pake jilbab! Mending ye kalo gue pake gitu, soalnya temen-temen gue suka comel sih kalo ketemuan gue sama temen-temen gue yang cewek nggak pake jilbab. Ya udah gue ikutin aja sok sibuk benerin headset gue, eeeh gue mentok deh. Pas dia lagi ngomong sama ayahnya, berbalik, eeh ada gue.

"Yub," gue berkata agak tertahan.

"Eeh!" si Yubi malah ber-"eh". "Lo tau nggak gue di mana?"

Tadinya gue mau jawab, "Lo kan di depan gue," cuma karena geli akhirnya gue jawab, "Lo ruang sembilan belas kan? Ada kok di atas, masuk ke gedung reguler, pokoknya di bawah lab fisika aja. Nah, lo di kelas delapan, di lab fisika itu gue."

"Ooh, oke."

Kabur aja gue, terus langsung pake jilbab. Ketemu sama Anya, Eli, Toa, berlanjut sama kawan-kawan lainnya. Ada Sadit, Kifan dan Endoy, terus si Ravi gendut manggil-manggil gue dari lantai atas, ketemu sama Dita, terus amprokan sama Pulah di tangga.

Dan, akhirnya tes pun dimulai. Gue telat masuk kelas gara-gara nganterin si Eli yang ruangnya tuh beda gedung sama guee. Ya udah dengan tampang watados gue masuk aja nyari-nyari kursi. Pengawas gue judes banget deh, hiii menakutkan. Mati gaya gue.

Pas liat soalnya langsung BZZZZT ngeblank dong gue boo. Apalagi Pengetahuan Umum, gubrag. Itu kan IPS sama PKn dicampur jadi satu. Gue kan cuma belajar IPA, Matik, sama B.I., plus baca buku B. Inggris biar ngeyakin-yakinin masuk RSBI.

Selesainya, gue keluar kan, nggak sempet ketemu sama temen-temen gue, gue ketemuan sama om dan nenek gue, terus emak gue, terus sama Fira dan mamanya, terus ada Dita, sama Mika dan mamanya. Kita kan ke kantin, beli teh kotak, terus gue beli batagor. Belom makan sih.

Pas gue lagi beli, ada yang manggil.

"Nadine!" *belom kedengeran*

"Nadine!" *masih belom kedengeran*

"Nadine! Woy!" *suara Ijal yang cempreng bikin kedengeran*

Pas gue mau noleh, si Firlii udah manggil lagi, "REVAAA!!"

Gue langsung nyaut, "Apa?!"

Eeh, Firlii, Rizal, Excel sama si Ravi malah cekikikan. Sialan. Sambil jalan ke arah mereka, kan gue nyampein pesen dari si Boona buat Rizal, terus ngobrol-ngobrol sebentar. Terus si Yubi muncul. Rupanya mereka ditraktir ibunya Yubi (kata Rizal). Ya udah gue balik deh.

Doain gue masuk SMPN 5 ya bloggers! Amin.

***

Terus hari iniii, lagi latihan UASBN-US, IPS sama B. Sunda. Oh shit, bahasa sundanya susye banget, gilaaa. Gue ngosongin dua nomor yang nilainya banyak. Aaaa, *^$)(^*$&@#FY$%#Q^_PW_)(?:!@!. Sial.

Pas pulangnya kan, si Aisha ulang taun tuuh, uyeuye. Gue teh bisik-bisik sama Atsa soal gimana rencana nimpuk si Icha make telor.

Akhirnys si Atsa melakukan sandiwara ya sama gue. Dia ngelepas jaketnya si Icha terus muji-muji cenah mah pengen liat label. Pas lagi distracted, eeeh si Amot langsung nimpuk si Icha dari belakang pake telor. PLOKK, CROTT!

Langsung aja perang dunia ke dua setengah dimulai. Tidak ada senjata canggih, bambu runcing pun jadiii.. tidak ada bambu runcing, telor pun jadiii. Icha pun jadi adonan kue, dengan telur dan terigu. Kita nggak bawa gula, soalnya takut si Icha dikerubutin semut. Eeeh, sekarang pake telor malah dikerubutin laler.

Kan kuning telor tuh nyiprat ke mana-mana, di lapangan masjid, yang mau dipake buat solat Jumat. Jadi aja temen-temen gue yang cowok bersorak-sorai, ngomel-ngomel pengen lapangannya dibersihin. Yaudah, si Abel ngebahasin baju seragamnya Icha yang udah kotor itu pake air sementara Icha-nya ganti baju. Si Abel pun ngepel seluruh noda di lapangan masjid itu. Watir, watir.

Temen-temen cowok gue yang di tangga masjid langsung nyorakin si Abel, "Weeeeeeeeeeeessss.... Wuuuuuuu...", ditambah lagi si Alif make lari-lari sambil bilang, "Bi! Bersihin yang bener, Bi!"

Karena kami anak baik yang tidak sombong dan rajin menabung di kamar mandi, gue, Fullah dan Atsa pun mungutin cangkang telor yang berserakan itu. Eh, ikutan disorakin. Sirik aja ama orang dapet pahala.

Abis itu, karena Aisha celananya bau dan banyak bercak bercak telornya, kita nggak jadi traktiran ke McD, jadinya kita ditraktir Teh Poci dan ngumpul di gedung dua. Terima kasih ya Chaaa.

Sementara Pulah, Amot dan Abel tidur-tiduran di UKS, yang lain di teras lantai dua pada ngobrol. Awalnya kan si Muti cerita-cerita, terus gue cerita soal kasih tak sampai dari seorang sahabat, si cewek borju nan playgirl, dan akhirnya ngomongin HTGs (artinya gue lupa).

Pas jam setengah satu, kita balik ke depan mesjid. Gue sama Farah ngomong sama Yubi mendiskusikan rencana latihan SBYK buat hari Senin nanti. Eeeh, si Toa malah teriak-teriak. Gubrag. Ya udah karena mobil gue sudah menunggu di depan tukang cendol (seriously), jadi gue pamit sama dua sahabat gue itu dan clique cewek-cewek, kemudian meluncur pulang.

***

Well, emang nggak panjang-panjang amat sih, sengaja gue potong karena cerita satu lagi mau gue ceritain di postingan lain aja biar nggak sepet.

N.B. Doain gue masuk SMPN 5 yaaaa semuanya! :*

Bonsoir!


Thursday, March 25, 2010

Ngomongin Cinta-Cintaan

Bonjour, bloggers.

Sekarang lagi tumben gue bisa update sore-sore, hehe. Mumpung lagi nggak ketiduran, mahaha. Lagian, gue laper banget guys (emang nyambung apaan laper sama ngupdate blog?)! Ya sebenernya lagi nonton Naruto sih, haha.

Eh, Din, perasaan lo dari kemaren nontonnya Naruto terus ya?

Iyaaaa, kan rame. You know?

Yes, I know.

Okelah kalo begitu.

Sudah cukup dialognya. Sekarang, sesuai judul, kita bakal ngomongin cinta-cintaan. Mwahahaha. Sebagai pembuka, gue akan memberi sebuah tulisan, baca baik-baik yaa. Resapi maknanya *idih, haha*.

***

Dear Diary,

Hai Di, udah lama Vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang Vella mau ceritain ke kamu Di. Tadi pagi Vella sama temen-temen ngomongin cowok masing-masing. Di masih inget sama Evan kan? cowoknya Vella? Vella malu banget deh sama dia. Dia soalnya nggak kayak cowok-cowok temen Vella yang lain Di. Sebel deh sama Evan, bayangin deh Di semua minusnya Evan nih yah:

• Minus 10 karena dia nggak punya handphone, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain punya handphone.

• Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain biar sama-sama SMP udah boleh bawa sendiri!

• Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak biasa, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain itu rambutnya gaya abhies.

• Minus 10 buat dia karena dia itu nggak suka ketempat-tempat dugem Di, padahal Vella suka banget ke sana, malu banget nggak sih punya cowok kayak gitu.

• Minus 10 buat dia lagi Di, karena dia nggak punya satu pun jacket XSML, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain sering banget belanja disana, kalau dia sih paling pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA (idih banget nggak sich Di!).

• Minus 10 banget (dan yang ini banget banget-banget) karena dia masih suka bawa makanan dari rumah buat makan siang ke sekolah! Gila yah Di, malu-maluin banget nggak sih!


Sumpah yah Di, Vella malu banget sama dia, kayaknya mau putus aja deh Di.
---------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Dear Diary,

Hari Ini valentine, pas Evan ke kelas Vella mau kasih kado, Vella cuma diem aja. Seharian itu Di, Vella ngindarin dia abis-abisan, dia bingung gitu kayaknya Di, kenapa Vella ngindar terus.


Sampe rumah dia nelepon Vella, Vella males tapi ngomong sama dia Di, Vella suruh pembantu bilang ke Evan kalau Vella belum pulang. Dia nelepon 4 kali hari itu tapi Vella males nerima.

Kira-kira 3 harian deh kayak gitu, tiap di sekolah Vella ngindarin Evan pake cara ke WC cewek lah atau ngumpet-ngumpet lah, dan di rumah Vella selalu nggak mau nerima telepon dari dia, kayaknya Vella bener-bener udah illfeel dan malu pacaran sama dia Di!

Akhirnya waktu itu hari Senin, seperti biasa pas di sekolah, Vella ngindarin dia. Pas pulang sekolah Vella ngumpul di kantin sama temen-temen Vella.

Mereka pada nanya kok Vella ngindarin Evan terus Vella diem aja, tapi setelah didesak akhirnya Vella ngaku juga Vella ngomong, "Ah bete banget gue sama tuh cowok, udah nggak ada modal mendingan gaul, dan mukanya setelah gue pikir-pikir biasa banget, ya ampun kok gue dulu mau yah jadi sama dia? dipelet kali yah gue!!"

Tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah punggung Vella, Vella bingung dan nengok Di, ya Tuhan Di, ternyata ada Evan di belakang Vella dan kayaknya dia denger yang Vella baru ucapin barusan. Vella cuma bisa diem tapi Vella sempet ngeliat Evan sebentar. Dia diem, mukanya nunduk ke bawah terus dia pelan-pelan pergi dari situ.


Vella diem aja, ada beberapa yang ngomong "Hayo loo Vel, dia denger lho!!"


Tapi ada juga yang ngomong, "Udahlah Vel, baguslah denger, nggak ada untungnya tetep sama dia, ntar elo juga bisa dapet yang lebih bagus."


Bener juga yah Di, ya udah Vella cuek aja, syukur deh kalau dia denger. Dia mau minta putus juga ayo, mau banget malah Vella.


Dua hari pun berlalu Di, dan sejak saat Evan udah nggak berusaha nyamperin Vella di sekolah atau nelepon Vella. Tiap ketemu di sekolah dia cuma diem dan ngelewatin Vella aja.


Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu sejak hari itu, Vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di, nggak tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu, kadang-kadang Vella suka bengong bingung sendiri, cuma Vella berusaha ilangin perasaan itu. Vella nggak tau kenapa jadi males kemana mana, pengennya sendiri aja, males ngapain. Semua orang jadi bingung kenapa Vella berubah jadi kayak gini. Vella sendiri juga nggak tau kenapa Di.

--------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Dear Diary,

Minggu malem nih Di, Ujan deres banget, Vella diem dan ngerenung di dalam kamar. Tiba-tiba di channel V ada lagunya Janet Jackson Di! Tau kan liriknya?


Doesn't really matter what the eyes is seeing,

Cause im in love with the Inner being.


Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru sadar... Betapa baiknya Evan... Vella nangis senangisnya Di, karena Vella baru sadar betapa begonya Vella...


• Minus 10 karena Evan nggak punya HP Di,tapi plus 100 karena dia tiap malem rela jalan jauh ke wartel buat Nelpon Vella ngucapin selamat tidur setiap hari...


• Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17 Di, tapi plus 100 karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda jauh dari kemang ke bona indah khusus ngapelin Vella biar ujan sekalipun...


• Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa dan nggak suka di spike, tapi plus 100 karena dalam keadaan rambut Vella apapun baik bagus maupun lagi jelek, mau salah potong atau salah blow atau salah model dia selalu bilang Vella cantik banget...


• Minus 10 karena dia nggak suka ke tempat dugem Di, tapi plus 100 karena dia rela nemenin Vella ke tempat-tempat kayak gitu, meski dia nggak suka dan rela dimarahin ortunya karena pulang pagi nemenin Vella... dengan naik taksi ke rumahnya...


• Minus 10 karena Evan nggak punya jacket XSML dan hanya punya jacket FILA biasa, tapi plus 100 karena kalau ujan di sekolah dia selalu minjemin Vella jacketnya meski dia sendiri kedinginan...


• Minus 10 karena dia bawa makan siang ke sekolah, tapi plus 100 karena ternyata nabung uang jajan makang siangnya buat beli kado valentine buat Vella...



Dari 60 minus yang Evan punya Di, dia punya 600 Plus di hati Vella... dari 1000 kekurangan Evan, dia punya semilyar kebaikan... Ya Tuhan Di, betapa begonya Vella yah... Vella yang beruntung sebenernya punya cowok Evan, dan Vella juga yang nyakitin Evan, padahal nggak pernah sekalipun dia nyakitin Vella. Malemnya Vella nangis lama banget Di.

--------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Dear Diary,

Vella ketemu sama Evan di sekolah. Vella kejar dia dan bilang Vella mau ngomong, Evan diem aja, tapi pulang sekolah dia nanya Vella mau ngomong apa. Vella kasih dia kartu buatan Vella, Vella cium pipi dia dan Vella bilang minta maaf karena Vella udah nyakitin dia. Dia cuma diem aja terus pulang... Vella cuma bisa diem karena sadar, Vella yang berbuat, Vella juga yang kehilangan... Sakit banget rasanya Di, Vella pulang sekolah nangis tapi juga sadar itu semua Vella yang bikin dan Vella pula yang nanggung resiko-nya...


Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar Vella, katanya ada telepon. Ternyata bener Di, itu Evan, dia udah maafin Vella, dia udah lupain semuanya... aduh Di, girang banget hati Vella, hi hi hi senengnya.


Nanti malem Evan mau kesini Di, dan Vella mau dandan secantik-cantiknya buat Evan, jadi Vella udahan dulu yah Di... thanx banget udah denger curhat-nya Vella, Vella belajar satu hal Di:


Hargailah apa yang kamu miliki sekarang,

Karena tanpa kamu sadari,
Kamu begitu beruntung telah memiliki-nya.

Selamat malem diaryku...


NB:

Minus 10 Di, karena mukanya tidak tampan, tapi plus 100 karena hatinya luar biasa tampan...

Doesnt' Really Matter what The eyes is seeing cause im in love with the Inner being.

***

Whoa, deep.

Buat gue sih tuh cerita bagus ya. Menurut gue, don't judge a book by its cover. Fisik emang penting, karena fisik itu yang kita bawa waktu tampil di depan publik, tapi jangan pernah elo semua nilai orang dari penampilan luarnya. Kita bisa aja tertipu, kan?

Kalo misalnya cowok lo tampangnya pas-pasan, tapi kalo waktu jalan di depan umum dan dimanapun, dia itu selalu baiiiik sama lo kayak Prince Charming. Maksud gue, orang-orang nggak bakal lagi komentar, "Ih, cowoknya jelek," tapi mereka bakal komentar, "Ya ampun, cowoknya baik banget ya mau begini atau begituuu...".

Kalau cowok lo baik, tampang mungkin udah nggak perlu dinilai lagi. Kalau jatuh cinta, jatuh cintalah pada isinya, jangan pada cangkangnya.

***

Kisah cinta tragis itu selalu ada lah, pastinya. Tapi plis deh, kalo suka sama orang jangan didramatisir.

Tapi, Din. Kalo misalnya jatuh cinta kan, aku suka tiba-tiba sensitif gituuuuwwwh.. Iiiyh...

Please, deh. Ya kalo masih normal sih nggak pa-pa, tapi please ya, setiap masalah cinta tuh nggak usah didramatisir. Mungkin aja itu ujian buat cinta kalian *cieh*.

Kan jaman sekarang tuh orang meninggal, penyebabnya rada-rada nggak penting. Maap ya, buat kakak-kakak yang SMA gitu, tapi kalo misalnya diputusin pacar atau kenapa-napa,

jangan bunuh diri.

Kata gue sih ya, GILA itu sebutan yang pas untuk orang yang memilih untuk mengakhiri masalah dengan cara mati. Kayak hidup tuh udah sedih semua kagak ada seneng-senengnya. Percaya deh, dibalik semua masalah dan kesusahan, ada akhir yang bahagia.

Eh, sekarang banyak ya SMS yang isinya setan-setanan yang bakal muncul di dekat tempat tidurmu jam dua malam, blablabla gitu. Terus terang, gue sama sekali nggak percaya. Apalagi kalo ada nomor ditelepon setan nyanyi begitu. Eh, coba bayangin, setang gaul nomornya XL, booooooo. Emang sih XL jangkauan luas, cuma... nyampe alam kubur kah?

Nah, biasanya SMS-SMS kayak gitu tuh ada ceritanya dulu. Ada yang menyesal gara-gara pacarnya kecelakaan, desperate gara-gara diputusin pacarnya, pacarnya selingkuh (btw, siapakah yang menciptakan frase kalo "selingkuh itu indah"? Selingkuih itu MONYONG tauuuk), sebagainya, dan yang paling mengenaskan, karena hamil di luar nikah.

Extreme, right?

Lo tau nggak?

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Boyke Dian Nugraha (seorang ahli obstetric dan ginekologi) di suatu klinik aborsi, ditemukan 50% pengunjungnya berusia 15-20 tahun dan 44,5% diantaranya hamil diluar nikah (Republika, 1999).

Hebat banget Indonesia sekarang.

Penyebab pertama sih, tentu aja ya seks bebas. Salah mereka sendiri maen mau aja sama cowok (atau ceweknya yang ngajak? hmmm..), akibatnya juga lo udah sering denger kan? Eeeh, udah dapet gitu malah bunuh diri. Hey, berani berbuat, berani bertanggung jawab dong.

Yang pertama, cewek yang hamil diluar nikah tentu aja menanggung malu dong. Yang kedua, mereka menanggung nyawa. Kalo mau aborsi ini bayi, berarti mereka pembunuh. Kalo enggak, takut malu. Jadi mereka lebih milih mati aja, biar lebih gampang.

Naaah, sebagian juga salah cowoknya toh yaa. Lo mau tanggung jawab nggak, ngehamilin anak orang? Kalo kabur mah ya, pengecut banget tuh cowok. Apalagi kalo udah janji palsu-janji palsu. Hiiih, gilaaa.

Naah, yang jadi korban kebegoan kita adalah bayinya. Pernah nggak sih, elo ngebayangin perasaan bayi yang tidak diinginkan? Mereka diaborsi, dan kalaupun dibesarkan, mereka dibesarkan dengan sistem child abuse, seperti Cinderella. Ada juga yang ditinggal di tempat sampah atau depan rumah orang. Pernah lo bayangin nggak?

Mungkin waktu kecil mereka nggak tau, tapi cepet atau lambat, mereka juga pasti bakal tau. Dan reaksi pertama, adalah syok berat, pastinya. Pengen nangis terus.

Pernah nggak elo baca bukunya Torey Hayden yang "Somebody Else's Kids", atau "Mereka Bukan Anakku"?

Di sana ada seorang anak umur 12 tahun (seumur gue, masih kelas 6 SD), namany Claudia, hamil di luar nikah.
Claudia hamil sama pacarnya, anak kelas 3 SMP, namanya Randy. Claudia itu dari keluarga baik-baik sebenernya, sekolah di sekolah Katolik yang ternama.

Claudia paling nggak mau kalau Torey menyinggung soal masa depan bayinya. Dia cuma pengen jadi ibu yang baik buat bayinya. Dia nggak rela kalau harus melepas bayinya. Akhirnya, Claudia sadar kalau dia masih kecil, dan dia maupun bayinya nggak akan punya masa depan kalau dibesarkan sama Claudia. Dengan berhat hati, Claudia akhirnya menyerahkan Jenny (nama bayinya) kepada pasangan tua yang nggak bisa punya anak.

Menurut gue, mending gitu ya kayak Claudia. Dia kan cuma berharap yang terbaik buat anaknya. Anaknya nggak diaborsi atau apa, padahal dia masih kecil.


Eh, kok gue jadi ngomong kayak gini ya? Serem juga sih, haha.

***

Udah dulu yaaa, gue besok masih ada NLP di SMA, padahal Sabtuuuu, huhuh.

Bonsoir, bloggers!

Saturday, March 20, 2010

1 untuk 5

Bonjour, bloggers, dan pembaca setia gue, haha.

Rasanya udah lama gue nggak ngeblog, maklum baru UTS, tapi gue kangen banget sama blog ini. Takut-takut nggak gue isi, dan gue pun kehilangan readers gue tersayang, muach *najis, mehehehe.

Gue mau sharing soal headline news hari ini yaaa. Okey dokes, guys?

***

First of all,

Gue rengking SATU lagi, bloggers! Alhamdulilleeeeh!
*seruan dan sorakan* Wihiii! Wikiwikiwawawawww...! Ayey! *seruan dan sorakan*


Aw, bahagia sekali gue. Apalagi gue sempet parno gara-gara nilai gue turun, seperti yang Yubi bilang di postingan yang ini nih, gara-gara kebanyakan mikirin cintrong! Gubrak, gue menyesal.

Tapi, bukannya sombong atau apa-apa ya. Ini cuma luapan rasa syukur gue *padahal babeh sama emak gue santai-santai aja*. Heheh.

***

Gue kemarin udah daftar di SMPN 5 Bandung ya, barengan sama si Arif dan Mika (iya, Mikanya si Pipit). Ya udah ambil nungguin emak gue daftar-daftar, gue di kantin SMP sama si Arif malah makan *ditraktir, haha. Yah, gila deh gue sama si Arif SD sendiri, yang lain anak SMP menatap heran. Gubrak.

Yaa, nggak pa-pa deh. Asal makan gue mah, lagian ini juga gratisan kok, pan ditraktir si Arif, muehehehee.

Terus pas gue balik, kan gue liat nilai-nilai gue dari kelas 4 sampe sekarang. Yaah, lumayan bagus lah rengking satu semua *bukannya sombong. Gue harap gue bisa masuk SMP 5, soalnya sampe sekarang udah ada 492 orang yang mendaftar, dan masih bisa nambah lagi sampai akhir bulan nanti!

Pas gue balik ke sekolah, kan ditanyain tuh sama anak-anak yang mau masuk 5. Ada Rizal, Firlii dan si Yubai. Terus akhirnya dijelasin sama si Farah yang udah daftar duluan. Ahay, mereka niat banget masuk RSBI 5.

By the way, si Firlii ranking 10, Yubi 15/16, si Rizal entah berapa. Headline yang apes.

***

Yaaa gue mikir-mikir, NEM bayangan hasil latihan UASBN gue turun banget dari yang pertama. Waktu itu nem gue 29,7.. Cukup buat masuk SMP 5. Sekarang NEM gue cuma 24,3! GILAAA, turun banget nggak sih?! Gondok abis gue, apalagi Bahasa Indonesia gue cuma 7,4! Payah! Jadi buat masuk 5, setidaknya semua nilai gue harus 9. Yak, sebuah target yang penuh perjuangan. Doakan gue yaa.

Sepertinya, gue harus mulai hati-hati. Ranking gue memang kesatu, tapi nilai-nilai gue terjun bebaaaasss. Turun semua. Jadikan ranking satu itu sebagai pegangan. 1 untuk 5 deh pokoknya!

Terimakasih.

***

Well, kayaknya cuma segini deh. See you on the next post!

Bonjour, bloggers.

Sunday, February 28, 2010

New Projects!

Bonsoir, bloggers! Postingan kedua malem ini!

Di semester dua ini, sesibuk-sibuknya gue, gue masih nyempetin untuk ngerjain proyek tulis-menulis novel. Terus sekarang ditambah nulis lagu sama skrip drama, jadi yaah, sibuk-sibuk. Aduh, sok sibuk banget deh gue, haha. Tapi emang kenyataan!

Oke, gue punya 5 proyek untuk sekarang. Kalian yang baca koran Pikiran Rakyat pasti tau. Di rubrik 'Prestasi' ada hasil wawancara sama gue tentang 2 proyek gue. Atau, kalo misalnya mau baca sekarang, klik aja di sini.

Sebenarnya ada yang mengalami perubahan, dari ide cerita dirombak abis. Jadi mau gue bahas lagi aja sekarang.

Project #1 : "From My Perspective"

Ceritanya tentang anak gadis, namanya Mala. Mala itu pintar berorasi dan punya rasa keadilan yang tinggi. Waktu masih kelas 6 SD, Mala membantu anak laki-laki yang nggak mau sekolah, namanya Raka. Raka ini ternyata jadi korban child abuse oleh orang-tuanya. Akhirnya setelah diurus lewat jalur hukum oleh ayah-bundanya Mala, Raka pun ikut tinggal di rumah Mala sampai dia besar.

Nah, di novel ini, Mala makin lama makin besar sama Raka. Di setiap usia dan masa pasti ada masalah. Di buku ini, Mala menghadapi berbagai masalah, dari kecil sampai udah gede. Child abuse, bullying, drugs, free-sex, HIV/AIDS, diskriminasi ras, dan sebagainya. Juga nggak lepas dari masalah remaja pada umumnya; cinta pertama, cita-cita, persahabatan.

Novel ini udah sampe bab 9, paling jauh. Tapi gue vakum sebentar karena sibuk.

Project #2 : "Jane Oliver: Eccentric Detective"

Ini novel detektif. Awalnya gue nggak terlalu yakin bisa bikin novel detektif apa enggak. Apalagi yang bikin bingung dan alurnya susah ditebak. Tapi akhirnya, setelah nonton beberapa film dan baca novel-novel referensi, gue bisa mikir cara untuk bikin yang baca ituuu bingung. Yang menginfluensi gue itu buku-bukunya Agatha Christie, Dan Brown, terus film "National Treasure" 1 sama 2, "The Pacifier" (iya gue tau ini film nggak nyambung), terus "The Silence of The Lambs"! Gila itu film rame banget, haha.

Ehem, oke. Cerita gue fokuskan sama gadis New England yang umurnya 19 tahun, namanya Jane Oliver. Dia lulus Harvard di umur 16 tahun. Sekarang dia jadi guru di New England. Terus, anak-anak didiknya itu aneh-aneh. Banyak yang normal, tapi ada 5 orang anak yang aneh.

Ada cowok berusia 16 tahun bernama Riley, pernah terlibat dalam kasus pembunuhan berantai. Cewek 15 tahun, Zoey, yang pernah terlibat kasus sindikat narkoba. Anak kembar fraternal berusia 12 tahun, Jamie dan Jacob, yang diduga melakukan kejahatan kecil-kecilan seperti mencuri di toko dsb, tapi terlibat dalam pembunuhan anak 4 tahun dengan cara diikat ke kaki ranjang dan dibakar. Terakhir, anak temperamental berusia 10 tahun, Sean, yang diduga membunuh 3 orang remaja dengan cara menusuk perut dengan gunting.

Menurut kabar burung (nggak tau burungnya siapa), 5 orang anak didik Jane ini tergabung dalam sindikat yang sama. Tapi jangan khawatir, Jane bakal memecahkan semua kasus dan menyadarkan anak-anak itu. Yeah!

Cerita yang ini baru sampai kasusnya Zoey, belum gue lanjutin lagi. Sekarang, penulis lagi dilematis.

Project #3 : "Seven: First love will always be in your heart, everlasting"

Ini cerita cinta remaja biasa. Selalu ada yang sakit dalam cinta dan persahabatan. Dan, tidak ada kenangan yang melewati otak kita tanpa meninggalkan bekas. Tujuh tahun yang lalu, sekarang dan selamanya.

Dea dan Vega bersahabat sejak kecil. Di hari sebelum mereka lulus SD, Dea dan Vega menyatakan di tempat kenangan mereka, kalau Vega merupakan cinta pertama Dea dan sebaliknya. Setelah lulus, mereka tetep sama-sama, tapi hubungan mereka tetap sahabat, seakan kata cinta pertama nggak berarti apa-apa.

Tujuh tahun kemudian.

Dea dan Vega masih bersahabat. Tapi semuanya berbeda. Vega pacaran sama Fiona, yang kenal sama Dea lebih lama dari Vega, tapi baru kenal Vega 2 tahun lalu. Vega yang makin dewasa dan makin keren pun akhirnya jadi idola cewek-cewek sekolah.

Dea baru putus dari Arkhan, pacarnya, karena sibuknya Arkhan yang mau mengurus studinya ke luar negeri. Dea melampiaskan semuanya dengan bermain musik. Sampai akhirnya dia jatuh cinta lagi pada Mika, pacar Erika –anak baru yang dititipkan guru padanya, yang datang menontonnya saat tampil di pensi.

Vega makin menjauh. Mika pun tidak bisa dibaca. Dea bingung. Ditambah Fiona dan Erika. Lalu ada Filia. Ada Ega. Tujuh tahun yang lalu hampir dilupakan oleh Vega dan Dea. Yang penting adalah sekarang.

Wah, cerita ini complicated banget lah, tapi gue suka. Baru sampai bab 4, belom gue lanjutkan karena plotnya belum selesai satu bukuan.

Project #4 : "The Twins"

Sebenernya, proyek yang ini belom kita tentuin judulnya. Kita? Kenapa "kita"? Karena proyek ini adalah proyek keroyokan gue sama Icut. Icut bakat nulis, gue suka cerita-ceritanya. Akhirnya kita pun memutuskan untuk bikin sebuah novel bareng-bareng.

Cerita ini terfokus pada Zi dan Zia, kembar identik, tapi berbeda sifat.

Zia itu ceria, semangat, keras kepala, pemberani dan tegas. Kesannya tomboi. Sedangkan Zi itu kalem, ramah dan pandai bicara dan bergaul. Sayangnya, semua itu berubah karena kecelakaan mobil yang dialami Zi.

Karena niat menolong seorang ibu, Zi tertabrak mobil. Begitu juga ibu tersebut. Ibu itu meninggal dunia, sedangkan Zi mendapat takdir yang lebih menyakitkan. Tangan-kakinya lumpuh. Tunarungu. Dia kehilangan semuanya. Hanya Zia yang menghiburnya.

Ujian si kembar ditambah dengan tekanan dari ayahnya yang selalu merendahkan Zi, ejekan dari teman-teman di sekolah, dan keterbatasan Zi untuk melakukan rutinitas anak 14 tahun yang normal. Diantara teman-teman sekolahnya, hanya 2 yang mau menemani Zi dan Zia. Mereka adalah Virgo dan Satria.

Virgo tetap berusaha untuk membuat Zi –yang wajahnya selalu tiis, tidak pernah tersenyum, untuk tertawa. Dan Satria selalu jadi sandaran bagi Zia yang terlalu capek untuk menangani semuanya.

Semua tentang perjuangan Zi dan dukungan dari orang-orang tersayangnya untuk mencapai impiannya sebagai anak yang normal.

Plotnya lagi digarap, gue belom nemu waktu lagi untuk dateng ke rumah Icut. Semoga bisa cepet selesai.

Project #5 : "Nadine: Make Your Last Wish Come True"

Ini cerita yang sangat serius gue garap. Kenapa gue pake nama Nadine? Karena gue bener-bener mau menonjol disini. Bukan menonjol dengan maksud "eksis", tapi maksud gue, mau menonjolkan karakter gue sendiri. Gue udah terlalu capek dijudge.

Gue tulis sinopsis yang udah gue tulis di binder gue ya.

"Aku tidak bisa memungkiri ini:
  • Ketergantunganku terhadap sahabat,
  • Bahwa aku terlalu bodoh karena percaya pada merka,
  • Masalah pertemanan dan pergaulan,
  • Bahwa aku bukan apa-apa tanpa mereka,
  • Bahwa aku berteman dengan orang-orang bodoh,
  • Dampak terhadap psikis dan akadesmisku,
  • Kesalahan ada pada AKU.
Orang mungkin berpikir bahwa aku sempurna dan tanpa cacat; karena menurut mereka aku pintar, kaya raya, disukai semua orang, terkenal, pandai bergaul dan BAHAGIA. Tapi itu bohong, mereka SALAH. Aku itu bodoh, lemah, labil, dibenci BANYAK orang, dilabel menyebalkan dan brengsek, dicaci-maki, dipaksa untuk mengalah. Disiksa secara mental. Pendek kata:
–AKU TIDAK BAHAGIA.
Aku capek mengalah, aku capek dibohongi dan dikhianati, aku capek dipaksa, aku capek dengar eprintah, aku capek hidup. Aku mau mati, tapi nggak bisa. Aku belum besar, aku belum banyak amal, aku belum mewujudkan impianku.

Untuk sekarang, aku cuma bisa bertahan dari sahabat-sahabat brengsek, clique cewek-cewek bodoh yang jahat seperti nenek sihir, dan keluarga yang tidak harmonis.

Aku harus tahan."

Cerita ini baru aja gue garap. Mungkin sejak Yubi bilang, "Mendingan lo selesain secara baik-baik deh, cari jalan keluar yang paling baik aja. Setau gue, nggak ada yang benci sama elo kok", gitu. Jadi gue pikir, mendingan gue buktiin aja lewat cerita ini.

***

Well, udah jam 4 pagi sekarang. Setengah jam lagi gue harus mandi dan siap-siap mau ke sekolah, ada pemantapan bagi sih. Iya, gue nggak tidur, bloggers. Penyakit biasa.

Bonsoir :)


Curhat Sesaat

*UPDATED!*


Bonsoir, bloggers! Ini updated, dari postingan gue yang sebelumnya, 'Love Danger!'. Ini hasil curhatan gue ke si Yubi lewat Y!M tadi siang. Yah gimana yah sedang ingin melampiaskan. Hahaha.

Btw, kata-kata yang disingkat gue benerin biar ngerti. Si Yubai kalo ngomong suka nggak jelas, hahaha.

Gue : yub yub penting yub mau ngomong yuuub
Yubi : sok ...
Gue : yub jangan marah tapi ya
Yubi : Sokk ...
Gue : oke, siap yaa..
Gue : ____ ____ SAMA ___
Gue : udah tuh
Yubi : walaah" kapan Lo tau ???
Gue : tadinya ada buktinya cuma dihapus sama si ____nyaaa
Gue : ada di _____nya
Yubi : eh _____ tuh apa ???
Gue : kayak _______ gitu
Yubi : oo
Gue : kata dia begini..
Yubi : sok
Gue : "Gue ______ __ __ cuma _____ ___ _______"
Gue : terus ______ komen:
Gue : "eeh si _____"
Gue: kata si ____nya "ih elo mah, jangan _____ __ ___"!
Gue : gituuu
Yubi : wadull (artinya 'bohong')
Yubi : ga percayaa
Gue : ih sumpah yub!
Gue : sim ceuli! (artinya 'demi kuping', iya emang aneh, tapi kita emang kebiasaan gitu)
Gue : sok nanti buktinya mau dibawa ke sekolah?
Yubi : ga perluu kalo ada duitnya gue percayaa !!!
Gue : yaelah -.-
Gue : yaudah deh gue mau curhat aja sm lo
Yubi : Sok
Gue : yub, kalo misalnya si ____ ngomongin __ ke elo, dia suka bilang benci sama ___ ga?
Yubi : .... Zzz ga tau jarang ngomong soal ___ !!!
Gue : oooh
Gue : dia _____ sama ___ ya yub?
Yubi : ga ahh ... setau gue aja yaa
Gue : ya deh sok bilang apa yang lo tau
Yubi : males ngetiik
Yubi : emang lo ada masalah ya ??
Yubi : BUZZ!!!
Gue : ada sih sama dia.
Gue : dia terang"an bilang kalo dia _____ sama ___ di _____, yub!
Yubi : weleeh "
Yubi : ga ikutan aah maless
Yubi : nanti masalahnya tambah panjaang !!!
Gue : ya gue curhat doang sih
Gue : lo ga ikut juga gapapa
Gue : gue niatnya mau _____ ke ____, semua kata-katanya ____ udah __ ____
Gue : terus udah di_____ __
Yubi : walah" ga ikutan ahh, ga ikutan gue ... tapi sok aja deng lah terserah Lo cari jalan keluarnya yang baek" aja
Gue : yadeh, btw tumben lo nasehat yang baek baek
Yubi : gueee, yubi H2K!
Gue : tapi jangan bilang" ____, ______, ______ atau ____ ya, sama ____" ____!
Gue : sekarang __ cuma _______ sama lo, soalnya elo yang ga _____ sama yang lain
Yubi : sinii ... gue mau ngomong serius !!!
Gue : okey
Gue : ngomong aja atuh
Yubi : manaa duitnyaa ??? heheee
Gue : dasaaarr
Yubi : yaudah gue bilangin langsung nih ke orangnyaa
Gue : ih elo mah!
Yubi : hehee .. santaii..
Yubi : sok gimana ???
Yubi : mau ga?
Gue : mau apanya?
Gue : mau ngomongnya?
Yubi : duit !!!
Gue : yaudah lah duit deh asal ngomong
Yubi : okee ...
Gue : 5rb aja ya?
Gue : gaboleh lebih
Yubi : males !!!
Gue : ah elo, plis deh yub -___________-
Yubi : sok laah
Yubi : paling murah 10rb
Gue : yasud
Gue : 10rb ga kurang ga lebih
Yubi : iyaa
Gue : oke, ngomong sekarang CEPET
Yubi : udah gue cuman mau ngomong itu aja DUITnyaa hehee
Gue : ah si yubai
Yubi : swt ahh (maksudnya 'so what')
Gue : "-.-
Gue : eh yub lanjutin lagi cerita seremnya haha
Yubi : males .
Gue : heuh
Gue : eh yub elo ya yang ______ __ anak" ____ gue __ ___ ______ pas ____ nanti? si ____ tau!
Gue : kata dia yang _____ ___ itu anak 6C!
Yubi : gaaa
Gue : berarti si ____, soalnya gue cuma ngasih tau dia lewat SMS.
Yubi : wah?
Gue : akh! kamprett!
Yubi : aaahh ga ikutan!
Gue : iyaiya gue tau lo ga ikutan
Gue : gue cuma melampiaskan karena gue kesel!
Yubi : iyaiya, santai belll...

Terus abis itu ngelantur jadi apaaaaa gitu. Susah banget deh ngomong sama anak satu ini. Eh, by the way, maaf ya banyak yang disensor, nggak enak kalo ada yang tau, hehehe. Pokoknya kata-kata yang bisa mengundang fitnah dan kesalah-pahaman gue sensor.

Naaah, dari percakapan super nggak penting ini, gue mau nanya sama kalian para bloggers..

Wataknya si Yubi gimanaaaa?

Sok tau. Galak. Humoris, dikiiit. Matre. Pinter dikit, dikit doang. Tukang boong, sok ngawadul. Dan sebagainya.

Iya, ini anak emang gitu. Mirip Pak Raden-nya si Unyil; sok tau, galak, kumisan pula! Wahahahaha.

Eh, maap ya, Yubai, ini menurut testimoni! Sumfeh!

***

Hahaha. Kalo emang pengen ngerti, coba aja diterka-terka isinya, yang pinter pasti bisa deeeh! Gue doain, amin amin. Beraksilah seperti Sherlock Holmes atau Hercule Poirot! Gue memang penggemar novel detektif.

Oh iya, yang mau ngobrol-ngobrol sama gue kayak si Yubai ini, add aja Y!M gue di nadyra_smarties@yahoo.com. Kalo ngeadd ngomongnya yang penting-penting aja yah, nggak usah macem-macem! Seriously.

***

Well, gue rasa update-nya cuma segitu.

Bonsoir, bloggers!


Friday, February 26, 2010

Love Danger!

Bonsoir, bloggers. Gue baru kembali dari perjalanan jauh (ya nggak jauh-jauh amat sih). Gue barusan balik dari Jakarta, yaaa ada keluarga gue yang meninggal *innalillahiii, dan gue juga sekalian maen sama sepupu-sepupu gue.

Mengingat bahwa gue itu penderita insomnia, gue mau ngalong aje malem ini. Di samping gue, udah ada Nescafe kaleng, air putih, sereal Cookie Crisp sama AIM Cheese Sticks. Anak yang rakus memang, tapi temen ngalong lah, biasa.

Nah, biar ngalong gue nggak sepi, sunyi dan sia-sia, makanya gue mau ngebacot aja di blog sederhana ini, dan juga di twitter sama Plurk. Btw, yang mau follow twitter gue boleh klik di sini, atau di widget yang di sidebar. Atau kalo ada yang mau ngeadd gue di Plurk, klik di sini! Ayo jadi tweedicted dan Plurkers bersama! Hahaha.

Gue mulai ngebacotnya ya...

***

First of all, gue tau, topik 'best friend' sama 'love' emang sering diambil ya, buat dipake curhat nggak langsung. Tapi bacotan gue ini nggak terlalu fokus ke best friend sih, gue fokusnya ke penyebabnya aja, yang baru berdampak pada best friend.

Gue nanya dulu ya.. kalo misalnya jatuh cinta, rasanya gimana?

Ya gitu deh.

"Ya gitu deh" tuh, gimanaaaa?

Yaaaa, gituuu. Jadi gila, posesif, sensitif. Jadi lebay. Jadi selalu berbunga-bunga. Suka over-reacting. Terus..

Ya, gue tau itu. Semua orang memang kalo...

Kalo tau kenapa nanya?

Survey doang. Udahlah, nggak usah motong gue deh *kesel.

Orang jatuh cinta emang gitu, kan. Suka lebay, suka gila, posesif-obsesif-kompulsif, daydreaming, kalo lagi kepengen sesuatu suka muluk-muluk, khayalan tingkat tinggi dan kebanyakan ngarep. Jadi lebih sensitif, haha. Apalagi kalo sama gebetannya ada apa-apa gitu, langsung up-down-up-down-touchtheground-reachthesky-up-down... gitu.

Dan menurut survey gue *ceilah, sepandai-pandainya seseorang menyembunyikan perasaan, dia pasti nggak bisa nyembunyiin perasaan cinta. Seriously.

Mau orang mukanya seserem atau seserius apa kalo misalnya ngeliatin gebetannya, ngelamun atau senyum-senyum sendiri, pasti deh kena gebrak, "Hee! Ngelamun terus lo! Mikirin siapa, niiih?" Ya, kan?

Nah, ini nih yang bikin risih.

Kalo naksir orang yang punya pacar. Itu sangat risih. Apalagi kalo misalnya cowoknya itu temen deket lo sejak kecil (sebut saja dia A), dan ceweknya juga temen deket lo sejak kecil (sebut saja dia B). Mirip sinetron-sinetron dramatis yang kayak di SCTV dan RCTI itu kan? Yang banyak nangis dan sadisme? Yes.

Tapi itu kejadian dia dunia nyata, bloggers. Face it, our lives are nothing but operas. Dramatic, tragic, comic operas.

Nah, berlanjut pada kejadian selanjutnya. Sekarang, baru melibatkan sahabat.

Elo naksir si A yang pacaran sama si B, terus curhat sama sahabat cewek lo yang paling deket sekarang (sebut saja dia C). Elo curhat saat elo sedih, mau menyerah, ragu, seneng, dan apa-apa sama si C ini. Ini semua karena elo percaya sama dia kan? Pastinya. Dan dia juga selalu ngasih dukungan sama elo.

Nah, selain sama si C, lo juga curhat ke temen deket elo yang lain, yang cowok (sebut saja dia D. Btw, gue tau gue nggak kreatif). Nah si D ini juga baik, suka ngasih solusi dan dengerin elo. Terus suka becanda kalo elo curhat yang sedih-sedih.

Tapi sayangnya, si C ini naksir si D! Omagaad. Dan si C yang udah tau kalo elo tuh naksir si A, malah ngegosip tentang elo itu suka berlebihan kalo naksir cowok, nyeritain curhatan elo ke clique (perkumpulan) Cewek-Eksis-Tukang-Gosip-Tapi-Ujian-Kagak-Pernah-Bagus di sekolahan.

Wah, great.

Eeeh, cewek-cewek airhead itu sih, iya-iya aja. "Iya gue juga benci", "Iya bener, ef-u-ce-ka banget lah dia", "A***** banget nggak sih?", dan sebagainya. Terus mereka juga kadang-kadang ngomong –walaupun disensor atau pake sandi-sandian, di jejaring sosial kayak Facebook, status Y!M, Twitter, Plurk, dan sebagainya. Kayak yang udah diberitain di berita-berita, jejaring sosial ini tuh udah nggak aman.

Selain diisi sama ABG-ABG labil dan penasaran, akses ini-itunya juga terlalu mudah. Mau ekspos kek, hack kek, apa juga bisa. Yaa, sebenernya gue menolak RPM Konten-nya Tifa Sembiring juga sih.. cuma kalo ngomongin orang tuh kan rasanya sakit hati banget.

Ya, pokoknya begitu elo tau ternyata banyak orang yang benci lo –nggak tau pada ikut-ikutan si C aja atau emang bener, reaksi lo adalah... shock, pasti. Dan kemudian elo mikir kira-kira perbuatan elo yang mana yang mereka kata-katain. Lo mikir reaksi selanjutnya, dan apa yang harus dilakuin.

Kalo gue jadi elo..? Kira-kira reaksi gue adalah sebagai berikut:

Gue bakal foto semua bukti, gue masukkin HP, gue laporin guru gue, minta mereka dipanggil dan ditindak lanjutin.

Gue sih, nggak peduli selanjutnya mau dibenci apa kagak. Tapi kalo mereka minta maaf, gue yakin cuma atas dasar disuruh guru gue doang. Paling-paling abis dipanggil guru BK, minta maaf, mereka lansgung ngumpat-ngumpat, "Heuh, tukang ngadu. Kita kerjain lebih ekstrim."

Kayak kasus dulu aja.

***

Oh iya, by the way, rasanya gue jadi Plurk-addict deh. Sama seperti tendensi tweeting. Jadi kalian semua boleh add gue di Plurk, atau follow di twitter, biar lebih up-to-date tentang gue, hahahaha.

Plurk : nadindun
twitter : bananadiine

Well, thanks before ya.

Ini gue lagi rame banget Plurking sama si Dila. Ngebahas yang penting-nggakpenting lah, hahaha. Come join our conversation, kay kay?

***

Wah, udah malem nih. Kasian kalian kalo bangun demi mendengarkan bacotan gue, hahaha. Gue juga mau nonton "Mr. and Mrs. Smith" dulu deh ya, hahaha. Mau nonton Brad Pitt sama Angelina Jolie. Abis itu nonton "Inkheart" ah, kangen Fraser gue. Hehehe.

Bonsoir everybody :)

Tuesday, February 16, 2010

Overrr, and Out! + TrendingTopic!

Bonsoir, people.

Lagi nggak ada PR, jadi.. ngeblog. Eits, jangan khawatir, gue masih pegang catatan IPA... tenang! Lagi utak-atik phytagoras dan akhirnya memutuskan untuk mendownload soal latihan Fisika kelas 2 SMA. Awalnya sih, buat database novel *karena settingnya udah nyampe SMA, tapi ya keterusan dipelajarin.

Contoh,

"Pada ujung bawah sebuah pegas digantung beban bermassa 150 g. Ternyata pegas bertambah
panjang 15 cm. Beban ditarik ke bawah sejauh 8 cm dan kemudian dilepaskan, jika g =
10 m/s2, frekuensi pegas adalah … Hz."

Berapa jawabannya??

Mari, gue selesaikan *ngejago banget yak?*

... Jawabannya, π/5.

Gue nggak bisa nulis kotretannya disini karena simbolnya nggak bisa masuk, ihiks.

Jangan khawatir, gue baru belajar satu doal itu doang. Alasannya? Karena gue penasaran banget. Gue sampe ngobrak-abrik cari buku Fisika SMA tante dan kakak sepupu gue, kurikulum 1994 apa berapa ya? Wah sudah lama.

Hehehehe, udahlah jangan ngelantur.

***

Oke, gue di sini akan mendeklarasikan sesuatu:

Semua, fokus UTS, UAS dan UASBN!

Yes, bloggers, yes. Ini penting. Hari Senin-Selasa-Rabu nanti gue ada Latihan UASBN G.2 ya, dan kemudian, sisa waktu belajar gue dan menghabiskan semua materi cuma dua minggu, karena Ujian Tengah Semester alias itu di awal Maret.

Abis UTS emang bebas sih, tinggal ngabisin materi dan latihan, terus ada UAS praktek dan UAS tertulis, dan tak lama kemudian, di awal Mei itu UASBN datang! Tiga hari yang menentukan masa depan!

Doain gue belajarnya lancar yaaa, dan maklumi gue kalau jarang ngepost. Sertakan doa kalian di CBox gue, heheheheheee... *ngarep gila.

***

Okay, in this post, I also wanna make it clear that;

I'm sooooo, so OVER boys. And love.

Turns out, love isn't always as you see it, isn't always as you dream it should be, and love isn't always gonna find you *iya, nyontek Same Same, tapi gue merasa seperti itu sekarang! Oh, very well.

No matter, really.

Cowok yang dulu gue tulis-tulis di blog ini, no more lah dia. Kecuali sebagai sobat gue. Lagian, dia udah naksir orang lain, ya? Congrats, darl. Saingan kamu banyak! Dia cewek imut, solider, baik pula.

Si C? Gue nggak pernah bilang apa-apa, tapi gue udah nggak punya masalah sama dia. Sekarang gue lagi bantuin dia keluar dari masalahnya sendiri. Tapi ya C, you need to do it by your own will. Good luck.

Tapi, walaupun gue bilang gue nggak akan mikir cowok-cowok dan cinta-cintaan dan pacar-pacaran lagi, gue tetep aja naksir cowok kan, hahaha.

Itu sih namanya kagak OVER dong, Diiin.

Ya maap. Nggak usah gue bahas lebih lanjut yaa, gue cuma bahas alasan gue aja.

Karena dia sahabat gue sejak gue masih TK, sejak pertama kali kita kenal –hampir delapan tahun lalu. Dan dia dari kecil nggak berubah; pemberani, nakal, berbakat, absurd dan optimis. Yang berubah cuma; dia nambah cakep dan nambah banyak yang naksir dia. Which means, tersesat di hutan dan harus rebutan makanan. Interpret it, people.

Tapi porsi dia di otak gue nggak sebanyak cowok yang dulu. Kenapa? Karena kita sahabat, dan gue yakin dia nggak bakal ninggalin gue sebagai sahabat kalo dia punya pacar. Ya kan?

***

Eh gue mau nanya:

Apa sih, pengaruh BlackBerry terhadap gaya hidup kita sekarang?

Gue tau ya, banyak sekarang anak SD yang udah pake BB. Adek kelas gue, temen-temen seangkatan juga ada, kayak si Muti sama Bona. Terus ibu-ibu tuh, orang-orang kantoran juga.

Jujur ya, gue sama sekali nggak ada masalah sama pengguna BB. Dan gue tau make BB itu bisa memudahkan hidup kita –setidaknya dalam hal informasi-komunikasi-entertainment, jadi gue sih fine-fine aja. Maaf kalo misalnya ada salah.

But, apparently, ada dua orang yang merasa terganggu dengan pengguna BB sekarang. Who?

Marsha dan Rana.

Kalian para pengguna Twitter, pasti tau lah siapa mereka berdua. Yang belakangan ini jadi TrendingTopic (TT) di Twitter? Gue pun termasuk Tweedicted, jadi gue udah liat berita tentang mereka.

Rana itu anak SMP di Jakarta. Dia jadi seleb Twitter, dan mungkin sekarang udah jadi seleb www (world wide web) ya, karena bilang pengguna BB itu 'alay', alias 'anak layangan'. Kampungan, gitu.

Marsha lebih parah, kalau menurut gue. Tinggal di Jakarta, anak SMA –yang memang pada usianya itu labil dan gampang terpengaruh sekitar, dia selain maki-maki pengguna BB, dia juga sering ngomong kasar di Twitter-nya ya. Kalo mau silakan liat di sini.

Marsha juga maki-maki anak-anak yang sekolah di sekolah umum/negeri itu kampungan. Dia juga ngebanggain bahwa orang-tuanya itu orang mampu, makanya dia bisa sekolah di sekolah internasional. Wah, hebat juga nih anak. Famous dalam semalam.

Gue nggak benci si Marsha sih. Cuma gue keberatan dengan pernyataannya kalo anak-anak sekolah negeri itu kampungan. Gue emang bukan anak negeri sih, tapi tetep aja mereka kan anak sekolahan juga. Emang kenapa kalo sekolah di sekolah internasional?

Sekarang, Marsha-Rana udah jadi TT, masuk Kompas.com, Detik.com, Kaskus, dan Prambors juga. Mau masuk ke mana lagiii? Mau ditaro mana muka kalian?

Makanya, mulai sekarang, kalo pasang status di jejaring sosial itu kata-katanya hati-hati ya. Nggak usah maki-maki atau nyolot-nyolot. Karena itu bakal jadi RAHASIA UMUM, bukan pribadi lagi. Mendingan ngomongin apa kek gitu, pengumpulan dana buat bencana, kejadian lucu atau apa, tapi jangan maki-maki orang ya.

***

Hari ini gue main drama. Cinderella, plesetan sih. Gue jadi Cindilaras.

Iya, aaw, gue disuruh-suruh, disiksa-siksa, dimaki-maki, dipukul-pukul..! Oke, terlalu dramatis. Gue berperan sebagai tokoh protagonis, tapi harus LEBAY. Kata Pahe, harus lebay.

Yasud, gue mencoba lebay. Pas drama itu gue ditontonin temen-temen sekelas gue jadi pengen ketawa. Apalagi pas adegan gue tidur ngorok. Gyahaha. Cindilaras tidurnya ngorok.

Dan akhirnya, berkat kelebayan dan suara gue yang mencoba cempreng (pada akhirnya nggak bisa cempreng, malah jadi kayak tikus kegencet vespa), gue LULUS, bareng sama Shafa, yang berperan sebagai Ibu Tiri! Ayeeey!

By the way, si Shafa perannya total lho. Bener-bener galak binti lebay, kayak tante-tante di sinetron. Hihihi.

Terus abis giliran kita, giliran Imbisil yang lainnya. Cuma gue yang nggak sekelompok sama mereka, hehe. Tapi tetep aja gue berperan penting dalam drama mereka. Gue yang nulis naskahnya, bloggers! Just so you know.

Dan pada akhirnya, Pahe memilih drama mereka, "Pemulung yang Aneh", buat ditandingin sama kelas lain. Imbisil pun bersorak, wuhuu! Kredit untuk gue, karena gue yang bikin naskah.

"Siapa dulu yang bikin naskah, Nadiiiine!" kata gue.

"Iya, Dyr! Aduuuh, ya Allah, gue shalat tahajuuuud dah, entar malem!" Bona tepok tangan pok ame-ame.

Semoga kepilih yaaaw, guys ;)

***

Aah. Gue sebel. Di Tridaya, Bu Ira pindah kelas, jadi pada di kelas F. Berarti nggak ada Yubi, dong?? Yaaah, nggak lengkap dong kalo cuma gue, Firlii, Rizal doang! Aaah, seball.

Berarti nggak ada cowok yang banyak tanya dan banyak komentar. Nggak ada yang nyolong pensil gue pas gue lagi serius ngerjain. Nggak ada cowok yang suka nepuk bahu gue dan nanya jawaban soal. No more! Aagh.

Sabar ya Yub, berjuanglah kamu di ruang F.

Iya, jujur aja si Yubi juga nggak mau pindah ke sana *kata Bu Ira.

***

Eeeh, bloggers! Besok ada yang ulang taun loooh! Besok,

Muhammad Syahrizal Noor Karim,
ULANG TAUUUUN!

Rizal, besok ulang taun yang ke 12! Nah, bagi yang belom tau Rizal, pernah gue kupas-tuntas keDODOLannya di postingan yang ini, lengkap sama snapshots. Baca lagi kalo pengen ketawa!

Besok kita kerjain dia, okeoke? Gue ceritain deh, semuanya disini! Kalo bisa, dan kalo ada, gue sertakan foto-foto yang mengenaskan, huehehehehehe. Doain gue, Imbisil dan Rizal, yaah! Huahaha.

Eeh, dan hari iniii...

Billie Joe Armstrong's
38th birthday!

Ternyata, vokalis band Green Day ini udah tua, hahahaha. Padahal mukanya masih ganteng gitu, huh. But, despite that, I wish you a happy birthday. All the best for you and Green Day! ;)

Gue ngefaaans beratt! :>

Hihi.

***

Udah ya, besok gue harus bangun pagi. Nggak ada pemantapan, tapi tetep aja harus, hehehe.

Bonsoir, bloggers! Have a nice dream :)


Sunday, January 31, 2010

Jealousy

Bonsoir. Gue baru minjem-minjem novel sama neng Biba, alias Bebeh. Gue, Bebeh sama Icut suka baca buku sama novel, jadi kita tuker-tukeran aja, hehehehe. Penerbit favorit kita juga sama, GagasMedia. Tiap bukunya pasti ada huruf 'g' oranye kecil di sudut. Buku terbitannya rame-rame loh.

For further information, visit their website. Click here!

Kemaren-kemaren, gue minjem "Let Go: Setiap Cerita Punya Ruang Sendiri di Dalam Hati..." sama "Refrain: Saat Cinta Selalu Pulang", dua-duanya dari GagasMedia. Kalo "Let Go" itu karangannya Windhy Puspitadewi, kalo "Refrain" itu karya Winna Efendi. Dua-duanya seru abis!

Gue nangis baca dua-duanya, sediiiih. Kisah cinta yang sangat mengharukan!

Walaupun gue nggak punya bukunya, isinya gue ingeeeet banget saking berbekasnya. Gue nangis di bagian-bagian yang mirip-mirip kisah cinta gue, hehehe. Sedih lah, pokoknya.

***

"Jealousy" alias "Iri" atau "Cemburu" itu ada di kedua novel itu.

Buat Caraka di "Let Go", atau Nata sama Anna di "Refrain". Di kedua novel itu, unsur jealousy-nya ada. Kadang-kadang di bagian itu gue langsung berurai air mata, mungkin sampai sesenggukan.

Waktu Caraka nyanyi di pensi ulang taun sekolahnya kan dia teriak "jealousyyyyy!" waktu liat Nadya sama Nathan berdua. Aah pokoknya rame deh.

And, jealousy is exactly my feeling now.

***

Kemaren kita chat. Waktu gue sakit. Kita ngobrol aja berdua, sampe malem. Terus lagi asyik-asyiknya, dia diajak ngobrol sama temen gue yang lain. Anak Tridaya, tapi beda SD sama gue. Chat gue lamaaa dibalesnya. Gue mulai jenuh. Gue bilang "off", terus langsung sign out.

Paginya gue OL lagi. Dia juga, masih main PB. Gue sama sekali nggak niat nyapa dia.

Dia ninggalin offline message, "Bye. Maaf gue jawabnya lama."

So what? Should I care? Gue manyun bacanya. Nothing to do with me.

Ya udah gue langsung off. Males rasanya.

But despite all that, losing him was worst.

***

Eh, gue udah mendingan. Mungkin besok gue bisa masuk sekolah. Tapi kayaknya gue harap gue nggak masuk sekolah besok. Pengen sakit lagi. Nggak tau lah.

Dia sakit. Dari sakit badan kemarin jadi demam. Ketuleran gue kali.

Jadi inget yang "Curhat Buat Sahabat"-nya Dee. Hehehehe.

Sayangnya kamu nggak ada di sini ya. Padahal aku pake gaun hitam lho, ada soda anggur di depan aku. Tapi kamu nggak di sini, nggak nepuk-nepuk bahu aku kayak di sekolah. Nggak bercanda untuk menghibur. Nggak kayak di sekolah.

Tapi kamu sakit.

Besok aku masuk tapi kamu enggak.

***

Udahlah, gue lagi curhat sama si Muti, hehe.

Pesan dari aku buat kamu: "Get well soon, see you tomorrow at school!"

Bonsoir :)

Friday, January 29, 2010

Malaikat Juga Tahu

Bonsoir.

Perasaan saya sering banget ngepost ya?
Yaa, nggak pa-pa lah. Gue kalo di rumah kan nggak ada yang dengerin. Mehehe.
Soalnya hari ini Jumat sih, kalo gue di sekolah kan ada temen-temen yang dengerin.

Gue mau nyanyi *lah? Ya gimana mau nyanyi sih, orang ini blog. Kecuali gue ngerekam suara gue ya? Tapi guenya lagi sakiit, jadi aja serak. Jelek kalo nyanyiii. Ntar jadi aib.

Sudahlah, gue tulis aja lirik lagu yang lagi seneng gue dengerin ya?

***

Dewi Lestari - Malaikat Juga Tahu


Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu

Aku kan jadi juaranya

***

Hehehe.

Ya begitulah. Lagu yang lagi suka gue dengerin tuh 'Malaikat Juga Tahu', mehehe.

Entah kenapa, enak aja denger lagu ini. Kalem, liriknya juga enak, tapi agak maksa. Gue suka Dee, buku-bukunya juga. "Recto Verso", "Perahu Kertas", Trilogi "Supernova" juga. Bagus sih.. Gue paling suka "Perahu Kertas", ada Bandung-nya siiih... *cinta kota kelahiran.

Tapi bukan cuma itu, juga karena tokoh Kugy dan Keenan itu bener-bener.. WOW, gitu. Kugy ajaib, Keenan keajaiban. Begitulah.

***

Plus, gue nyanyi ini... karena gue yakin gue yang menang kalo cinta gue diadu.

Malaikat juga tau itu.

Ya, dia memang nggak lihat, malah mungkin nggak tahu, kalo terkadang malaikat itu nggak bersayap, nggak cemerlang, nggak rupawan. Malaikat juga dikirim untuk kita, dalam bentuk yang berbeda tentunya. Berbeda buat setiap orang.

Gue belum tau siapa malaikat gue, atau gue itu malaikat siapa... tapi, harapan boleh ada kan? Untuk menjadi malaikatnya, dan dia untuk menjadi malaikat gue *ngarep abis. Tapi yah... namanya juga harapan.

Hope is something.

Hope is a wish that you'll give your best effort to make it all come true. And it will.

***

Quick flash.

Hari ini dia senyum lagi :)

Gue lagi minum teh Poci, ngajakin emak pulang. Dia ada di warung sebelah, di tempat teteh nasi goreng. Ya awalnya gue mau langsung pulang aja, nggak bicara apa-apa. Tapi, berhubung emak kenal sama mamahnya dia dan sama dianya, emak gue yang nyapa.

"Eh, ____," gitu. Ya pokoknya namanya disebut.

Senyum aja dia.

Emak gue jalan duluan, terus abis itu memberi isyarat dengan tangan pada gue untuk mengikuti. Akhirnya pas sambil jalan, gue menghadap ke belakang sebentar, diem.

"Hey, ada PR nggak buat Senin?"

"Emmm.. nggak ada," kata dia. Wajahnya masih biasa.

Gue manggut-manggut. Baru mau pamit, dia bilang...

"Eh, ada PR Matik, 138," kata dia. Senyum, matanya netep mata gue.

Gue diem, terus akhirnya sadar kembali setelah ditepuk sama Mang Maman, tukang Martabak Mini. Enak loh *promosi.

Ya abis gue ditepok bahunya, gue langsung,

"Eeeeuh.. Eh! Ya, thanks ya. See you on Monday," terus lari ke emak gue dah, hahaha maluuu.

Tapiii, Mang Maman narik tas gue, terus bilang, "Eh, pacaran aja."

"Iiiih, Mang Maman, mau pulaang..." gue merengek *gahaha.

"Ah, nggak boleh."

Gue langsung nyengir, terus bilang, "Ibu, ibu, aku diculiiiiik..."

Gahahaha, si Mang Maman-nya ketawa, gue juga ikutan. Emak gue geleng-geleng kepala. Ya, gue antara cerdik dan tidak waras emang. Kasian Mang Maman kalo ditimpukin waktu gue bilang gitu. Disangka beneran nyulik entar.

Yaa udah gue dilepas sama Mang Maman.

Pas gue lari ke emak gue, gue menoleh ke dia sedikit lah. Curi-curi pandang.

Dianya ketawa kecil, masih ngeliat ke gue. Hehehehehe.

Aaah, your smile is so unpredictable! Can you please please tell me what it means?!

***

Ya udah pas pulangnya gue malah chat sama dia.

***

Well, nggak banyak yang bisa gue share hari ini. Pulang sekolah jam satu, cuma enam jam sama temen-temen. Biasanya tujuh sampai delapan jam. Aagh, kangen. Nggak bisa ketemu dua hari.

Ya udah.

Bonsoir, everybody.

Monday, January 25, 2010

Selalu Mengalah

Bukan, ini bukan lagunya Seventeen. Dan tidak, gue tidak akan menulis liriknya di sini.

Bukan fans-nya, tapi gue suka –kadang-kadaaang, mehehehe.

Eh, malah ngelantur. Udah deh, gue cerita aja yaaah...

***

Gue benciiiiih. Benciiiiih sekalih.

Kenapa gue yang selalu mengalah yah? Mengalah dalam cinta, terus ngalah sama temen-temen, eeeh... akhirnya diperbudak. Beuuh, gila dah, masyaaarakat desa dan kota :(

Ini nih, mengalah dalam cinta.

Yaa, pada suatu hari, gue menyukai seseorang. Sahabat dan tempat curhat gue, mehehehe. Gue udah berkomitmen mau nembak dia. Terjadi sih, terjadi. Tapi dia bilang... 'belum ngerasa cocok'.

Ya udah, BUM. Ilang aja semua perasaan gue sama dia.

Seminggu-dua minggu berlalu. Gue udah nggak punya apa-apaan lagi buat dia. Nah, giliran dia yang naksir gue, bahaha. Jadi baik, baiiiik banget. Terus yah sebulanan berlalu,

he managed to get me falling in love with him again.

Sialan, mempermainkan hatiku saja *idih.

Tapi pada waktu itu, gue udah bilang sama orang-orang bahwa gue udah nggak suka sama dia, dan dia juga udah digosipin sama orang lain. Jujur aja ya, waktu itu gue sama sekali nggak keberatan. Malah seneng :)

Tapi, setelah CLBK-LLTDL (Cinta Lama Bersemi Kembali-Luka Lama Tidak Diingat Lagi *panjang gilaaa) sama dia, ya udah gue emang cemburu, tapi nggak seekstrim dulu. Bahaha. CiMon abis nyak?

Oh iya, di kelas sebelah, ada temen cowok gue dan temennya dia –sebut aja si 'A', yang suka ngegosipin temen gue –sebut saja si 'C', kalo dia itu suka sama si dia-nya gue, bahaha.

Setiap hari si C selalu cerita sama gue soal semua ejekannya si A buat dia dan si dia-nya gue, mehehe. Gue ketawa-ketiwi aja, soalnya ejekannya si A tuh emang menjurus ke porno-porno gitulah. Nggak pernah gue pikirin sih, gue bilang aja, "Bales dendam dong, C."

Terus biasanya si Firlii, yang temenan juga sama si A, suka cerita-cerita ke si dia-nya. Dia selalu bilang, "Ah, apaan itu mah, fitnah," gitu. Hehe, seneng aja gue gituuh...

Pada suatu hari, gurunya si C yang kelasnya di sebelah gue, kan manggil namanya si C, terus kedengeran di kelas gue.

Semua orang yang denger gosipnya di kelas gue langsung noleh ke si dia. "Eh, pacar kamu tuh," kita godain, termasuk gue, behehehe. Jahat yak? Enggak. Cuma untuk ngehilangin kecurigaan bahwa gue CLBK aja.

Eeeh, dianya senyum. Nyengir.

Ukh? Kenapa senyum? Kamu suka sama dia? Sama si C?

Bete banget deh sumpah. Bahaha terbakar api cemburu *idih.

Pulangnya, gue cerita sama si C. "Eh, C, tadi itu pas Bu **** manggil nama kamu, semua pada ngeliat ke si **** terus abis itu ngegodain, 'Pacar kamu tuh, pacar kamuuu', gituh. Bahaha, cieee.. Prikitiw!" gitu kata gue.

Si C-nya senyum.

Terus dia bilang, "Duh, gimana ya Dyr. Kayaknya aku emang suka sama dia niih..."

What? What the beHell?

"Wah? Kamu suka sama dia?!" gue berseru, terkejut.

"Iya," dia jawab pendek. "Maaf ya Dyr, kamu masih suka?"

"Ah, udah lewat kali dia," gue menjawab, berdusta. "Ntar aku bantuin deh..."

Dia nyengir. "Beneran? Makasih yah, ntar aku SMS!"

Gue mengacungkan jempol. "Sippiriliii..."

Terus dia say bye sama gue, terus balik dah sama emaknya.

Dan habis itu, gue pun ya udah dengerin lagu kan pake earphone, mencoba ngelupain semuanya. Terus, si dia dateng. Dan terjadilah adegan-adegan yang udah gue ceritain di post yang "Hey, Boy", mehehehehe. I'll never forget it though, even if he doesn't have any feelings for me anymore.

Hehehe.

***

Notes for you and you:

I still respect you, C. I'm sorry I lied to you. I love him though. But I guess...

I'll surrender. Because I think... that you can be the bestest, the nicest, the most lovable, the most smart, the most caring girl any boy could ever have. And he could ever have. Once again, I'm sorry I lied. Very very sorry.

And, you. My boy. My only love –for now, I just wanna say... "I love you", for the... 3.927 time, other than the three others I said loudly and clearly to you. Forget it.

Somebody loves you, boy. And I know that she can be the best for you. Good luck.

Yes, no more 'love' as last words for me. I can't love you anymore from now.

Byeee :')

***

Walaupun aku respect.. aku bisa bilang kalau aku benci. Aku benci kamu. Kamu mengambil semuanya dari aku, C. Cintaku, kesempatanku untuk ngisi kolom majalah sekolah, lomba IPA yang seharusnya aku ikutin, sorotan, semuanya. Kamu ngambil semuanya dari aku.

Tapi, kamu nggak punya apa yang aku punya.

Kamu nggak punya banyak sahabat. Kamu hanya punya satu sahabat. Dan dia, seperti yang pernah kamu bilang sama aku, dia pengkhianat. Maaf.

Aku marah. Aku capek.

Aku capek ngalah sama kamu. Aku capek bilang, "Nggak pa-pa kok, kamu aja" sama kamu.

Dari sekarang, aku rela. Kamu boleh ambil semuanya.

Aku cuma mau lima sahabat aku ada buat aku. Satu-satunya yang kamu nggak punya.

Bye, and thanks.

***

Eh, maaf ya gue curhat ke sini. Di rumah gue anak sulung. Adek-adek gue masih kecil-kecil buat ngerti. Babeh di Jakarta dan emak sibuk terus ngurusin rumah dan adek gue. Jadi gue cuma bisa nulis-nulis doang, hehehe.

Di buku gue, semuanya gue ceritain deh. Pasti.

Tapi bukunya gue terbitin pas gue gede nanti yah. Kalian nggak bakal percaya gue yang nulis kalo gue terbitin sekarang. "Ah, masih kecil", gitu deh. Mehehe.

Gue terbitin yang dari mata anak kecil aja dulu yah. Nanti gue kasih tau kalo misalnya udah ada draftnya, mungkin sinopsisnya gue simpen di sini.

Eh, tuh kan curhat lagi. Hehe. Maaf yah. Maaf.

Maaf atas curhatan gue yang tidak pantas ini.

Eh, tolong ya, anak-anak DH yang baca tulisan ini (Fullah, Atsa, Bebest, Fida, Salma, dll), kalo merasa tau orangnya, jangan bilang sama dia. Jangan bilang sama temen-temen. Ini cuma curhat colongan-pelarian yang udah lama dipendem dan nambah beban. Makasih.

***

Emm. Gue masih ada tugas. Besok ada pemantapan.

Bonsoir, everybody :)