BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Notifications!

29/04/2010, Thursday.

http://emo.huhiho.com

Semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan..

Memoirs

Showing posts with label modern culture. Show all posts
Showing posts with label modern culture. Show all posts

Thursday, March 25, 2010

Ngomongin Cinta-Cintaan

Bonjour, bloggers.

Sekarang lagi tumben gue bisa update sore-sore, hehe. Mumpung lagi nggak ketiduran, mahaha. Lagian, gue laper banget guys (emang nyambung apaan laper sama ngupdate blog?)! Ya sebenernya lagi nonton Naruto sih, haha.

Eh, Din, perasaan lo dari kemaren nontonnya Naruto terus ya?

Iyaaaa, kan rame. You know?

Yes, I know.

Okelah kalo begitu.

Sudah cukup dialognya. Sekarang, sesuai judul, kita bakal ngomongin cinta-cintaan. Mwahahaha. Sebagai pembuka, gue akan memberi sebuah tulisan, baca baik-baik yaa. Resapi maknanya *idih, haha*.

***

Dear Diary,

Hai Di, udah lama Vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang Vella mau ceritain ke kamu Di. Tadi pagi Vella sama temen-temen ngomongin cowok masing-masing. Di masih inget sama Evan kan? cowoknya Vella? Vella malu banget deh sama dia. Dia soalnya nggak kayak cowok-cowok temen Vella yang lain Di. Sebel deh sama Evan, bayangin deh Di semua minusnya Evan nih yah:

• Minus 10 karena dia nggak punya handphone, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain punya handphone.

• Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain biar sama-sama SMP udah boleh bawa sendiri!

• Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak biasa, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain itu rambutnya gaya abhies.

• Minus 10 buat dia karena dia itu nggak suka ketempat-tempat dugem Di, padahal Vella suka banget ke sana, malu banget nggak sih punya cowok kayak gitu.

• Minus 10 buat dia lagi Di, karena dia nggak punya satu pun jacket XSML, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain sering banget belanja disana, kalau dia sih paling pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA (idih banget nggak sich Di!).

• Minus 10 banget (dan yang ini banget banget-banget) karena dia masih suka bawa makanan dari rumah buat makan siang ke sekolah! Gila yah Di, malu-maluin banget nggak sih!


Sumpah yah Di, Vella malu banget sama dia, kayaknya mau putus aja deh Di.
---------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Dear Diary,

Hari Ini valentine, pas Evan ke kelas Vella mau kasih kado, Vella cuma diem aja. Seharian itu Di, Vella ngindarin dia abis-abisan, dia bingung gitu kayaknya Di, kenapa Vella ngindar terus.


Sampe rumah dia nelepon Vella, Vella males tapi ngomong sama dia Di, Vella suruh pembantu bilang ke Evan kalau Vella belum pulang. Dia nelepon 4 kali hari itu tapi Vella males nerima.

Kira-kira 3 harian deh kayak gitu, tiap di sekolah Vella ngindarin Evan pake cara ke WC cewek lah atau ngumpet-ngumpet lah, dan di rumah Vella selalu nggak mau nerima telepon dari dia, kayaknya Vella bener-bener udah illfeel dan malu pacaran sama dia Di!

Akhirnya waktu itu hari Senin, seperti biasa pas di sekolah, Vella ngindarin dia. Pas pulang sekolah Vella ngumpul di kantin sama temen-temen Vella.

Mereka pada nanya kok Vella ngindarin Evan terus Vella diem aja, tapi setelah didesak akhirnya Vella ngaku juga Vella ngomong, "Ah bete banget gue sama tuh cowok, udah nggak ada modal mendingan gaul, dan mukanya setelah gue pikir-pikir biasa banget, ya ampun kok gue dulu mau yah jadi sama dia? dipelet kali yah gue!!"

Tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah punggung Vella, Vella bingung dan nengok Di, ya Tuhan Di, ternyata ada Evan di belakang Vella dan kayaknya dia denger yang Vella baru ucapin barusan. Vella cuma bisa diem tapi Vella sempet ngeliat Evan sebentar. Dia diem, mukanya nunduk ke bawah terus dia pelan-pelan pergi dari situ.


Vella diem aja, ada beberapa yang ngomong "Hayo loo Vel, dia denger lho!!"


Tapi ada juga yang ngomong, "Udahlah Vel, baguslah denger, nggak ada untungnya tetep sama dia, ntar elo juga bisa dapet yang lebih bagus."


Bener juga yah Di, ya udah Vella cuek aja, syukur deh kalau dia denger. Dia mau minta putus juga ayo, mau banget malah Vella.


Dua hari pun berlalu Di, dan sejak saat Evan udah nggak berusaha nyamperin Vella di sekolah atau nelepon Vella. Tiap ketemu di sekolah dia cuma diem dan ngelewatin Vella aja.


Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu sejak hari itu, Vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di, nggak tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu, kadang-kadang Vella suka bengong bingung sendiri, cuma Vella berusaha ilangin perasaan itu. Vella nggak tau kenapa jadi males kemana mana, pengennya sendiri aja, males ngapain. Semua orang jadi bingung kenapa Vella berubah jadi kayak gini. Vella sendiri juga nggak tau kenapa Di.

--------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Dear Diary,

Minggu malem nih Di, Ujan deres banget, Vella diem dan ngerenung di dalam kamar. Tiba-tiba di channel V ada lagunya Janet Jackson Di! Tau kan liriknya?


Doesn't really matter what the eyes is seeing,

Cause im in love with the Inner being.


Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru sadar... Betapa baiknya Evan... Vella nangis senangisnya Di, karena Vella baru sadar betapa begonya Vella...


• Minus 10 karena Evan nggak punya HP Di,tapi plus 100 karena dia tiap malem rela jalan jauh ke wartel buat Nelpon Vella ngucapin selamat tidur setiap hari...


• Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17 Di, tapi plus 100 karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda jauh dari kemang ke bona indah khusus ngapelin Vella biar ujan sekalipun...


• Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa dan nggak suka di spike, tapi plus 100 karena dalam keadaan rambut Vella apapun baik bagus maupun lagi jelek, mau salah potong atau salah blow atau salah model dia selalu bilang Vella cantik banget...


• Minus 10 karena dia nggak suka ke tempat dugem Di, tapi plus 100 karena dia rela nemenin Vella ke tempat-tempat kayak gitu, meski dia nggak suka dan rela dimarahin ortunya karena pulang pagi nemenin Vella... dengan naik taksi ke rumahnya...


• Minus 10 karena Evan nggak punya jacket XSML dan hanya punya jacket FILA biasa, tapi plus 100 karena kalau ujan di sekolah dia selalu minjemin Vella jacketnya meski dia sendiri kedinginan...


• Minus 10 karena dia bawa makan siang ke sekolah, tapi plus 100 karena ternyata nabung uang jajan makang siangnya buat beli kado valentine buat Vella...



Dari 60 minus yang Evan punya Di, dia punya 600 Plus di hati Vella... dari 1000 kekurangan Evan, dia punya semilyar kebaikan... Ya Tuhan Di, betapa begonya Vella yah... Vella yang beruntung sebenernya punya cowok Evan, dan Vella juga yang nyakitin Evan, padahal nggak pernah sekalipun dia nyakitin Vella. Malemnya Vella nangis lama banget Di.

--------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Dear Diary,

Vella ketemu sama Evan di sekolah. Vella kejar dia dan bilang Vella mau ngomong, Evan diem aja, tapi pulang sekolah dia nanya Vella mau ngomong apa. Vella kasih dia kartu buatan Vella, Vella cium pipi dia dan Vella bilang minta maaf karena Vella udah nyakitin dia. Dia cuma diem aja terus pulang... Vella cuma bisa diem karena sadar, Vella yang berbuat, Vella juga yang kehilangan... Sakit banget rasanya Di, Vella pulang sekolah nangis tapi juga sadar itu semua Vella yang bikin dan Vella pula yang nanggung resiko-nya...


Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar Vella, katanya ada telepon. Ternyata bener Di, itu Evan, dia udah maafin Vella, dia udah lupain semuanya... aduh Di, girang banget hati Vella, hi hi hi senengnya.


Nanti malem Evan mau kesini Di, dan Vella mau dandan secantik-cantiknya buat Evan, jadi Vella udahan dulu yah Di... thanx banget udah denger curhat-nya Vella, Vella belajar satu hal Di:


Hargailah apa yang kamu miliki sekarang,

Karena tanpa kamu sadari,
Kamu begitu beruntung telah memiliki-nya.

Selamat malem diaryku...


NB:

Minus 10 Di, karena mukanya tidak tampan, tapi plus 100 karena hatinya luar biasa tampan...

Doesnt' Really Matter what The eyes is seeing cause im in love with the Inner being.

***

Whoa, deep.

Buat gue sih tuh cerita bagus ya. Menurut gue, don't judge a book by its cover. Fisik emang penting, karena fisik itu yang kita bawa waktu tampil di depan publik, tapi jangan pernah elo semua nilai orang dari penampilan luarnya. Kita bisa aja tertipu, kan?

Kalo misalnya cowok lo tampangnya pas-pasan, tapi kalo waktu jalan di depan umum dan dimanapun, dia itu selalu baiiiik sama lo kayak Prince Charming. Maksud gue, orang-orang nggak bakal lagi komentar, "Ih, cowoknya jelek," tapi mereka bakal komentar, "Ya ampun, cowoknya baik banget ya mau begini atau begituuu...".

Kalau cowok lo baik, tampang mungkin udah nggak perlu dinilai lagi. Kalau jatuh cinta, jatuh cintalah pada isinya, jangan pada cangkangnya.

***

Kisah cinta tragis itu selalu ada lah, pastinya. Tapi plis deh, kalo suka sama orang jangan didramatisir.

Tapi, Din. Kalo misalnya jatuh cinta kan, aku suka tiba-tiba sensitif gituuuuwwwh.. Iiiyh...

Please, deh. Ya kalo masih normal sih nggak pa-pa, tapi please ya, setiap masalah cinta tuh nggak usah didramatisir. Mungkin aja itu ujian buat cinta kalian *cieh*.

Kan jaman sekarang tuh orang meninggal, penyebabnya rada-rada nggak penting. Maap ya, buat kakak-kakak yang SMA gitu, tapi kalo misalnya diputusin pacar atau kenapa-napa,

jangan bunuh diri.

Kata gue sih ya, GILA itu sebutan yang pas untuk orang yang memilih untuk mengakhiri masalah dengan cara mati. Kayak hidup tuh udah sedih semua kagak ada seneng-senengnya. Percaya deh, dibalik semua masalah dan kesusahan, ada akhir yang bahagia.

Eh, sekarang banyak ya SMS yang isinya setan-setanan yang bakal muncul di dekat tempat tidurmu jam dua malam, blablabla gitu. Terus terang, gue sama sekali nggak percaya. Apalagi kalo ada nomor ditelepon setan nyanyi begitu. Eh, coba bayangin, setang gaul nomornya XL, booooooo. Emang sih XL jangkauan luas, cuma... nyampe alam kubur kah?

Nah, biasanya SMS-SMS kayak gitu tuh ada ceritanya dulu. Ada yang menyesal gara-gara pacarnya kecelakaan, desperate gara-gara diputusin pacarnya, pacarnya selingkuh (btw, siapakah yang menciptakan frase kalo "selingkuh itu indah"? Selingkuih itu MONYONG tauuuk), sebagainya, dan yang paling mengenaskan, karena hamil di luar nikah.

Extreme, right?

Lo tau nggak?

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Boyke Dian Nugraha (seorang ahli obstetric dan ginekologi) di suatu klinik aborsi, ditemukan 50% pengunjungnya berusia 15-20 tahun dan 44,5% diantaranya hamil diluar nikah (Republika, 1999).

Hebat banget Indonesia sekarang.

Penyebab pertama sih, tentu aja ya seks bebas. Salah mereka sendiri maen mau aja sama cowok (atau ceweknya yang ngajak? hmmm..), akibatnya juga lo udah sering denger kan? Eeeh, udah dapet gitu malah bunuh diri. Hey, berani berbuat, berani bertanggung jawab dong.

Yang pertama, cewek yang hamil diluar nikah tentu aja menanggung malu dong. Yang kedua, mereka menanggung nyawa. Kalo mau aborsi ini bayi, berarti mereka pembunuh. Kalo enggak, takut malu. Jadi mereka lebih milih mati aja, biar lebih gampang.

Naaah, sebagian juga salah cowoknya toh yaa. Lo mau tanggung jawab nggak, ngehamilin anak orang? Kalo kabur mah ya, pengecut banget tuh cowok. Apalagi kalo udah janji palsu-janji palsu. Hiiih, gilaaa.

Naah, yang jadi korban kebegoan kita adalah bayinya. Pernah nggak sih, elo ngebayangin perasaan bayi yang tidak diinginkan? Mereka diaborsi, dan kalaupun dibesarkan, mereka dibesarkan dengan sistem child abuse, seperti Cinderella. Ada juga yang ditinggal di tempat sampah atau depan rumah orang. Pernah lo bayangin nggak?

Mungkin waktu kecil mereka nggak tau, tapi cepet atau lambat, mereka juga pasti bakal tau. Dan reaksi pertama, adalah syok berat, pastinya. Pengen nangis terus.

Pernah nggak elo baca bukunya Torey Hayden yang "Somebody Else's Kids", atau "Mereka Bukan Anakku"?

Di sana ada seorang anak umur 12 tahun (seumur gue, masih kelas 6 SD), namany Claudia, hamil di luar nikah.
Claudia hamil sama pacarnya, anak kelas 3 SMP, namanya Randy. Claudia itu dari keluarga baik-baik sebenernya, sekolah di sekolah Katolik yang ternama.

Claudia paling nggak mau kalau Torey menyinggung soal masa depan bayinya. Dia cuma pengen jadi ibu yang baik buat bayinya. Dia nggak rela kalau harus melepas bayinya. Akhirnya, Claudia sadar kalau dia masih kecil, dan dia maupun bayinya nggak akan punya masa depan kalau dibesarkan sama Claudia. Dengan berhat hati, Claudia akhirnya menyerahkan Jenny (nama bayinya) kepada pasangan tua yang nggak bisa punya anak.

Menurut gue, mending gitu ya kayak Claudia. Dia kan cuma berharap yang terbaik buat anaknya. Anaknya nggak diaborsi atau apa, padahal dia masih kecil.


Eh, kok gue jadi ngomong kayak gini ya? Serem juga sih, haha.

***

Udah dulu yaaa, gue besok masih ada NLP di SMA, padahal Sabtuuuu, huhuh.

Bonsoir, bloggers!

Friday, February 26, 2010

Love Danger!

Bonsoir, bloggers. Gue baru kembali dari perjalanan jauh (ya nggak jauh-jauh amat sih). Gue barusan balik dari Jakarta, yaaa ada keluarga gue yang meninggal *innalillahiii, dan gue juga sekalian maen sama sepupu-sepupu gue.

Mengingat bahwa gue itu penderita insomnia, gue mau ngalong aje malem ini. Di samping gue, udah ada Nescafe kaleng, air putih, sereal Cookie Crisp sama AIM Cheese Sticks. Anak yang rakus memang, tapi temen ngalong lah, biasa.

Nah, biar ngalong gue nggak sepi, sunyi dan sia-sia, makanya gue mau ngebacot aja di blog sederhana ini, dan juga di twitter sama Plurk. Btw, yang mau follow twitter gue boleh klik di sini, atau di widget yang di sidebar. Atau kalo ada yang mau ngeadd gue di Plurk, klik di sini! Ayo jadi tweedicted dan Plurkers bersama! Hahaha.

Gue mulai ngebacotnya ya...

***

First of all, gue tau, topik 'best friend' sama 'love' emang sering diambil ya, buat dipake curhat nggak langsung. Tapi bacotan gue ini nggak terlalu fokus ke best friend sih, gue fokusnya ke penyebabnya aja, yang baru berdampak pada best friend.

Gue nanya dulu ya.. kalo misalnya jatuh cinta, rasanya gimana?

Ya gitu deh.

"Ya gitu deh" tuh, gimanaaaa?

Yaaaa, gituuu. Jadi gila, posesif, sensitif. Jadi lebay. Jadi selalu berbunga-bunga. Suka over-reacting. Terus..

Ya, gue tau itu. Semua orang memang kalo...

Kalo tau kenapa nanya?

Survey doang. Udahlah, nggak usah motong gue deh *kesel.

Orang jatuh cinta emang gitu, kan. Suka lebay, suka gila, posesif-obsesif-kompulsif, daydreaming, kalo lagi kepengen sesuatu suka muluk-muluk, khayalan tingkat tinggi dan kebanyakan ngarep. Jadi lebih sensitif, haha. Apalagi kalo sama gebetannya ada apa-apa gitu, langsung up-down-up-down-touchtheground-reachthesky-up-down... gitu.

Dan menurut survey gue *ceilah, sepandai-pandainya seseorang menyembunyikan perasaan, dia pasti nggak bisa nyembunyiin perasaan cinta. Seriously.

Mau orang mukanya seserem atau seserius apa kalo misalnya ngeliatin gebetannya, ngelamun atau senyum-senyum sendiri, pasti deh kena gebrak, "Hee! Ngelamun terus lo! Mikirin siapa, niiih?" Ya, kan?

Nah, ini nih yang bikin risih.

Kalo naksir orang yang punya pacar. Itu sangat risih. Apalagi kalo misalnya cowoknya itu temen deket lo sejak kecil (sebut saja dia A), dan ceweknya juga temen deket lo sejak kecil (sebut saja dia B). Mirip sinetron-sinetron dramatis yang kayak di SCTV dan RCTI itu kan? Yang banyak nangis dan sadisme? Yes.

Tapi itu kejadian dia dunia nyata, bloggers. Face it, our lives are nothing but operas. Dramatic, tragic, comic operas.

Nah, berlanjut pada kejadian selanjutnya. Sekarang, baru melibatkan sahabat.

Elo naksir si A yang pacaran sama si B, terus curhat sama sahabat cewek lo yang paling deket sekarang (sebut saja dia C). Elo curhat saat elo sedih, mau menyerah, ragu, seneng, dan apa-apa sama si C ini. Ini semua karena elo percaya sama dia kan? Pastinya. Dan dia juga selalu ngasih dukungan sama elo.

Nah, selain sama si C, lo juga curhat ke temen deket elo yang lain, yang cowok (sebut saja dia D. Btw, gue tau gue nggak kreatif). Nah si D ini juga baik, suka ngasih solusi dan dengerin elo. Terus suka becanda kalo elo curhat yang sedih-sedih.

Tapi sayangnya, si C ini naksir si D! Omagaad. Dan si C yang udah tau kalo elo tuh naksir si A, malah ngegosip tentang elo itu suka berlebihan kalo naksir cowok, nyeritain curhatan elo ke clique (perkumpulan) Cewek-Eksis-Tukang-Gosip-Tapi-Ujian-Kagak-Pernah-Bagus di sekolahan.

Wah, great.

Eeeh, cewek-cewek airhead itu sih, iya-iya aja. "Iya gue juga benci", "Iya bener, ef-u-ce-ka banget lah dia", "A***** banget nggak sih?", dan sebagainya. Terus mereka juga kadang-kadang ngomong –walaupun disensor atau pake sandi-sandian, di jejaring sosial kayak Facebook, status Y!M, Twitter, Plurk, dan sebagainya. Kayak yang udah diberitain di berita-berita, jejaring sosial ini tuh udah nggak aman.

Selain diisi sama ABG-ABG labil dan penasaran, akses ini-itunya juga terlalu mudah. Mau ekspos kek, hack kek, apa juga bisa. Yaa, sebenernya gue menolak RPM Konten-nya Tifa Sembiring juga sih.. cuma kalo ngomongin orang tuh kan rasanya sakit hati banget.

Ya, pokoknya begitu elo tau ternyata banyak orang yang benci lo –nggak tau pada ikut-ikutan si C aja atau emang bener, reaksi lo adalah... shock, pasti. Dan kemudian elo mikir kira-kira perbuatan elo yang mana yang mereka kata-katain. Lo mikir reaksi selanjutnya, dan apa yang harus dilakuin.

Kalo gue jadi elo..? Kira-kira reaksi gue adalah sebagai berikut:

Gue bakal foto semua bukti, gue masukkin HP, gue laporin guru gue, minta mereka dipanggil dan ditindak lanjutin.

Gue sih, nggak peduli selanjutnya mau dibenci apa kagak. Tapi kalo mereka minta maaf, gue yakin cuma atas dasar disuruh guru gue doang. Paling-paling abis dipanggil guru BK, minta maaf, mereka lansgung ngumpat-ngumpat, "Heuh, tukang ngadu. Kita kerjain lebih ekstrim."

Kayak kasus dulu aja.

***

Oh iya, by the way, rasanya gue jadi Plurk-addict deh. Sama seperti tendensi tweeting. Jadi kalian semua boleh add gue di Plurk, atau follow di twitter, biar lebih up-to-date tentang gue, hahahaha.

Plurk : nadindun
twitter : bananadiine

Well, thanks before ya.

Ini gue lagi rame banget Plurking sama si Dila. Ngebahas yang penting-nggakpenting lah, hahaha. Come join our conversation, kay kay?

***

Wah, udah malem nih. Kasian kalian kalo bangun demi mendengarkan bacotan gue, hahaha. Gue juga mau nonton "Mr. and Mrs. Smith" dulu deh ya, hahaha. Mau nonton Brad Pitt sama Angelina Jolie. Abis itu nonton "Inkheart" ah, kangen Fraser gue. Hehehe.

Bonsoir everybody :)

Tuesday, February 16, 2010

Overrr, and Out! + TrendingTopic!

Bonsoir, people.

Lagi nggak ada PR, jadi.. ngeblog. Eits, jangan khawatir, gue masih pegang catatan IPA... tenang! Lagi utak-atik phytagoras dan akhirnya memutuskan untuk mendownload soal latihan Fisika kelas 2 SMA. Awalnya sih, buat database novel *karena settingnya udah nyampe SMA, tapi ya keterusan dipelajarin.

Contoh,

"Pada ujung bawah sebuah pegas digantung beban bermassa 150 g. Ternyata pegas bertambah
panjang 15 cm. Beban ditarik ke bawah sejauh 8 cm dan kemudian dilepaskan, jika g =
10 m/s2, frekuensi pegas adalah … Hz."

Berapa jawabannya??

Mari, gue selesaikan *ngejago banget yak?*

... Jawabannya, π/5.

Gue nggak bisa nulis kotretannya disini karena simbolnya nggak bisa masuk, ihiks.

Jangan khawatir, gue baru belajar satu doal itu doang. Alasannya? Karena gue penasaran banget. Gue sampe ngobrak-abrik cari buku Fisika SMA tante dan kakak sepupu gue, kurikulum 1994 apa berapa ya? Wah sudah lama.

Hehehehe, udahlah jangan ngelantur.

***

Oke, gue di sini akan mendeklarasikan sesuatu:

Semua, fokus UTS, UAS dan UASBN!

Yes, bloggers, yes. Ini penting. Hari Senin-Selasa-Rabu nanti gue ada Latihan UASBN G.2 ya, dan kemudian, sisa waktu belajar gue dan menghabiskan semua materi cuma dua minggu, karena Ujian Tengah Semester alias itu di awal Maret.

Abis UTS emang bebas sih, tinggal ngabisin materi dan latihan, terus ada UAS praktek dan UAS tertulis, dan tak lama kemudian, di awal Mei itu UASBN datang! Tiga hari yang menentukan masa depan!

Doain gue belajarnya lancar yaaa, dan maklumi gue kalau jarang ngepost. Sertakan doa kalian di CBox gue, heheheheheee... *ngarep gila.

***

Okay, in this post, I also wanna make it clear that;

I'm sooooo, so OVER boys. And love.

Turns out, love isn't always as you see it, isn't always as you dream it should be, and love isn't always gonna find you *iya, nyontek Same Same, tapi gue merasa seperti itu sekarang! Oh, very well.

No matter, really.

Cowok yang dulu gue tulis-tulis di blog ini, no more lah dia. Kecuali sebagai sobat gue. Lagian, dia udah naksir orang lain, ya? Congrats, darl. Saingan kamu banyak! Dia cewek imut, solider, baik pula.

Si C? Gue nggak pernah bilang apa-apa, tapi gue udah nggak punya masalah sama dia. Sekarang gue lagi bantuin dia keluar dari masalahnya sendiri. Tapi ya C, you need to do it by your own will. Good luck.

Tapi, walaupun gue bilang gue nggak akan mikir cowok-cowok dan cinta-cintaan dan pacar-pacaran lagi, gue tetep aja naksir cowok kan, hahaha.

Itu sih namanya kagak OVER dong, Diiin.

Ya maap. Nggak usah gue bahas lebih lanjut yaa, gue cuma bahas alasan gue aja.

Karena dia sahabat gue sejak gue masih TK, sejak pertama kali kita kenal –hampir delapan tahun lalu. Dan dia dari kecil nggak berubah; pemberani, nakal, berbakat, absurd dan optimis. Yang berubah cuma; dia nambah cakep dan nambah banyak yang naksir dia. Which means, tersesat di hutan dan harus rebutan makanan. Interpret it, people.

Tapi porsi dia di otak gue nggak sebanyak cowok yang dulu. Kenapa? Karena kita sahabat, dan gue yakin dia nggak bakal ninggalin gue sebagai sahabat kalo dia punya pacar. Ya kan?

***

Eh gue mau nanya:

Apa sih, pengaruh BlackBerry terhadap gaya hidup kita sekarang?

Gue tau ya, banyak sekarang anak SD yang udah pake BB. Adek kelas gue, temen-temen seangkatan juga ada, kayak si Muti sama Bona. Terus ibu-ibu tuh, orang-orang kantoran juga.

Jujur ya, gue sama sekali nggak ada masalah sama pengguna BB. Dan gue tau make BB itu bisa memudahkan hidup kita –setidaknya dalam hal informasi-komunikasi-entertainment, jadi gue sih fine-fine aja. Maaf kalo misalnya ada salah.

But, apparently, ada dua orang yang merasa terganggu dengan pengguna BB sekarang. Who?

Marsha dan Rana.

Kalian para pengguna Twitter, pasti tau lah siapa mereka berdua. Yang belakangan ini jadi TrendingTopic (TT) di Twitter? Gue pun termasuk Tweedicted, jadi gue udah liat berita tentang mereka.

Rana itu anak SMP di Jakarta. Dia jadi seleb Twitter, dan mungkin sekarang udah jadi seleb www (world wide web) ya, karena bilang pengguna BB itu 'alay', alias 'anak layangan'. Kampungan, gitu.

Marsha lebih parah, kalau menurut gue. Tinggal di Jakarta, anak SMA –yang memang pada usianya itu labil dan gampang terpengaruh sekitar, dia selain maki-maki pengguna BB, dia juga sering ngomong kasar di Twitter-nya ya. Kalo mau silakan liat di sini.

Marsha juga maki-maki anak-anak yang sekolah di sekolah umum/negeri itu kampungan. Dia juga ngebanggain bahwa orang-tuanya itu orang mampu, makanya dia bisa sekolah di sekolah internasional. Wah, hebat juga nih anak. Famous dalam semalam.

Gue nggak benci si Marsha sih. Cuma gue keberatan dengan pernyataannya kalo anak-anak sekolah negeri itu kampungan. Gue emang bukan anak negeri sih, tapi tetep aja mereka kan anak sekolahan juga. Emang kenapa kalo sekolah di sekolah internasional?

Sekarang, Marsha-Rana udah jadi TT, masuk Kompas.com, Detik.com, Kaskus, dan Prambors juga. Mau masuk ke mana lagiii? Mau ditaro mana muka kalian?

Makanya, mulai sekarang, kalo pasang status di jejaring sosial itu kata-katanya hati-hati ya. Nggak usah maki-maki atau nyolot-nyolot. Karena itu bakal jadi RAHASIA UMUM, bukan pribadi lagi. Mendingan ngomongin apa kek gitu, pengumpulan dana buat bencana, kejadian lucu atau apa, tapi jangan maki-maki orang ya.

***

Hari ini gue main drama. Cinderella, plesetan sih. Gue jadi Cindilaras.

Iya, aaw, gue disuruh-suruh, disiksa-siksa, dimaki-maki, dipukul-pukul..! Oke, terlalu dramatis. Gue berperan sebagai tokoh protagonis, tapi harus LEBAY. Kata Pahe, harus lebay.

Yasud, gue mencoba lebay. Pas drama itu gue ditontonin temen-temen sekelas gue jadi pengen ketawa. Apalagi pas adegan gue tidur ngorok. Gyahaha. Cindilaras tidurnya ngorok.

Dan akhirnya, berkat kelebayan dan suara gue yang mencoba cempreng (pada akhirnya nggak bisa cempreng, malah jadi kayak tikus kegencet vespa), gue LULUS, bareng sama Shafa, yang berperan sebagai Ibu Tiri! Ayeeey!

By the way, si Shafa perannya total lho. Bener-bener galak binti lebay, kayak tante-tante di sinetron. Hihihi.

Terus abis giliran kita, giliran Imbisil yang lainnya. Cuma gue yang nggak sekelompok sama mereka, hehe. Tapi tetep aja gue berperan penting dalam drama mereka. Gue yang nulis naskahnya, bloggers! Just so you know.

Dan pada akhirnya, Pahe memilih drama mereka, "Pemulung yang Aneh", buat ditandingin sama kelas lain. Imbisil pun bersorak, wuhuu! Kredit untuk gue, karena gue yang bikin naskah.

"Siapa dulu yang bikin naskah, Nadiiiine!" kata gue.

"Iya, Dyr! Aduuuh, ya Allah, gue shalat tahajuuuud dah, entar malem!" Bona tepok tangan pok ame-ame.

Semoga kepilih yaaaw, guys ;)

***

Aah. Gue sebel. Di Tridaya, Bu Ira pindah kelas, jadi pada di kelas F. Berarti nggak ada Yubi, dong?? Yaaah, nggak lengkap dong kalo cuma gue, Firlii, Rizal doang! Aaah, seball.

Berarti nggak ada cowok yang banyak tanya dan banyak komentar. Nggak ada yang nyolong pensil gue pas gue lagi serius ngerjain. Nggak ada cowok yang suka nepuk bahu gue dan nanya jawaban soal. No more! Aagh.

Sabar ya Yub, berjuanglah kamu di ruang F.

Iya, jujur aja si Yubi juga nggak mau pindah ke sana *kata Bu Ira.

***

Eeeh, bloggers! Besok ada yang ulang taun loooh! Besok,

Muhammad Syahrizal Noor Karim,
ULANG TAUUUUN!

Rizal, besok ulang taun yang ke 12! Nah, bagi yang belom tau Rizal, pernah gue kupas-tuntas keDODOLannya di postingan yang ini, lengkap sama snapshots. Baca lagi kalo pengen ketawa!

Besok kita kerjain dia, okeoke? Gue ceritain deh, semuanya disini! Kalo bisa, dan kalo ada, gue sertakan foto-foto yang mengenaskan, huehehehehehe. Doain gue, Imbisil dan Rizal, yaah! Huahaha.

Eeh, dan hari iniii...

Billie Joe Armstrong's
38th birthday!

Ternyata, vokalis band Green Day ini udah tua, hahahaha. Padahal mukanya masih ganteng gitu, huh. But, despite that, I wish you a happy birthday. All the best for you and Green Day! ;)

Gue ngefaaans beratt! :>

Hihi.

***

Udah ya, besok gue harus bangun pagi. Nggak ada pemantapan, tapi tetep aja harus, hehehe.

Bonsoir, bloggers! Have a nice dream :)


Saturday, January 23, 2010

Abortion

Bonsoir. Kali ini, gue mau ngebahas tentang 'aborsi'.

Aborsi itu artinya mengakhiri kehamilan manusia secara sadar, alias membunuh bayi secara sadar.

Pelajaran IPA-Biologi kelas VI tentu aja ngebahas tentang sistem reproduksi manusia. Waktu itu Bu Pupu, guru IPA gue, nunjukin perjalanan bayi dari rahim, perkembangannya, sampai akhirnya dia sampai di dekapan ibunya.

Bayi kan lucu, inosen, bersih tanpa dosa, suci! Apa sih salah mereka sampe harus di aborsi segala? Ada juga salah ibu-ayahnya yang contoh; hamil di luar nikah, misalnya. Mereka kan nggak tau apa-apa.

Alat untuk mengaborsi adalah sebuah alat berupa capitan. Dengan alat laknat itu sang janin dikeluarkan paksa dari rahim ibunya. Enggak tajam, memang. Tapi namanya juga bayi –bahkan belum bayi ya, janin! Janin itu nggak berdaya, belum bisa lari kalau ada bahaya mengancam, belum bisa melawan.

Intinya, mereka –bayi-bayi yang diaborsi itu, belom bisa apa-apa. Tiba-tiba mendapati dirinya dipaksa, satu-persatu organ tubuhnya ditarik keluar, tangan kecil, kaki kecil, tubuh kecil, kemudian kepalanya keluar. Eskpresinya yang menahan sakit juga sudah tergambar dengan mulut yang menganga. Tragis memang.

Kita-kita aja yang udah gede, udah hidup, udah capable untuk melakukan beberapa hal sendiri, masih bisa merasakan sakit, takut, menjerit, terluka kalo disakitin.

Gimana bayi-bayi itu?

Yang masih kecil, fragil, lemah, usianya bulanan, bahkan belum diyakini bisa hidup di dunia ini. Di luar. Apa rasanya bagi mereka?

Baca cerita di bawah ya..

***


Month One.


Hi Mommy!
I am only 3/4 of an inch long,
But I have all my organs.
I love the sound of your voice.
Every time I hear it,
I wave my arms and legs.
The sound of your heart beat
Is my favorite lullaby.



Month Two.

Mommy,
Today I learned how to suck my thumb.
If you could see me
You could definitely tell that I am a baby.
I’m not big enough to survive outside my home though.
It is so nice and warm in here.



Month Three.

You know what Mommy,
I’m a boy!
I hope that makes you happy.
I always want you to be happy.
I don’t like it when you cry.
You sound so sad.
It makes me sad too,
And I cry with you even though
You can’t hear me.



Month Four.

Mommy,
My hair is starting to grow.
It is very short and fine
But I will have a lot of it.
I spend a lot of my time exercising.
I can turn my head and curl my fingers and toes
And stretch my arms and legs.
I am becoming quite good at it too.



Month Five.

You went to the doctor today.
Mommy, he lied to you.
He said that I’m not a baby.
I am a baby, Mommy, your baby.
I think and feel.
Mommy, what’s abortion?



Month Six.

I can hear that doctor again.
I don’t like him.
He seems cold and heartless.
Something is intruding my home.
The doctor called it a needle.
Mommy what is it? It burns!
Please make him stop!
I can’t get away from it!
Mommy! Help me!



Month Seven.

Mommy,
I am okay.
I am in Allah’s arms.
Allah is holding me.
Allah told me about abortion.
Why didn’t you want me, Mommy?

Every abortion is just…

One more heart that was stopped.
Two more eyes that will never see.
Two more hands that will never touch.
Two more legs that will never run.
One more mouth that will never speak.

***

Gila emang orang sekarang. Bayi nggak berdosa di aborsi.

Kalo memang nggak diaborsi, merek memberlakukan child abuse. Nggak asoy.

***

Yapp. Kayaknya cukup segitu deh.

Bonsoir :)

Wednesday, January 6, 2010

Love Movies, Cinemas, and Reality

Bonsoir, amis.

Gue lagi sebel. Sangat sebel. Benar-benar sebel.

***

Belakangan, gue sangat kecanduan nonton DVD. Dan selain DVD horor, komedi, dsb yang gue kasih liat di post sebelumnya, gue pun kecanduan nonton film cinta-cintaan, dari yang romantis semua sampe yang seling komedi *punya emak sama babeh gue (jaman jebot) :P

Semua genre movie sebenernya gue tangkringin. Asal ceritanya seru aja. Kayak "Devil Wears Prada" gitu, gue suka lho, ahahahaha. Soalnya rame, gue suka pas si Andrea (Anne Hathaway) jadi stylish gitu kan keren.

Eh.. gue jadi ngelantur. Ayo kembali.

Yup. So, gue nangkringin beberapa film romantis jaman baheula, ada yang gue tonton di DVD, ada juga yang di HBO atau StarMovies. Di lemari DVD, gue nemu beberapa film cinta, di antaranya:

  • Drew Barrymore's "Never Been Kissed"
  • Jennifer Lopez's "The Wedding Planner"
  • Renee Zellweger's "Bridget Jones' Diary"
  • Anne Hathaway's "Princess Diaries 2: The Royal Engagement"
  • Leonardo DiCaprio's "Titanic"
  • Adam Sandler's "50 First Dates"
  • Disney Pixar's "Wall-E"
  • Katherin Heigl's "27 Dresses"
  • et cetera..
Yah, jelasnya masih banyak film yang gue temuin di situ. Dari yang tahun 1990-an lah gue nemu. Terus ada yang soundtrack-nya enak-enak, jadi gue download. Yah, gue tuh maniak banget sama film dan musik.

Sekarang gue rada males nonton film Indonesia. Yang bikin gue males tuh, bagian pornografinya. Sekarang kan udah ada undang-undang tentang pornografi, tapi masih aja para penulis naskah dan sutradara tuh, meng-approve begitu saja film tersebut. Duiiiit doang incerannya. Soalnya emang sekarang orang doyan yang bokep-bokep sih.

Lagian, sebenernya kan film itu udah di-rating. Di luar negeri ada:
  • "G" / General Audiences : Semua Umur
  • "PG" / "Parental Guidance" : Bimbingan Orang tua
  • "PG13" / "Parental Guidance for Under 13" : BO untuk anak di bawah 13 tahun
  • "R" / "Restricted" : BO untuk anak di bawah 17 tahun
  • "NC-17" : 17 tahun ke atas
Sumber: Wikipedia

Yap, nggak kayak kita di Indonesia, di luar negeri aturan kayak gini berlaku. Sekarang, kalo gue surfing di Internet, gue suka menemukan shortcut untuk situs-situs yang menyediakan video porno, baik yang real, atau yang animasi. Gilaks. Dan gue menemukan situs yang menyediakan semua itu tadi, tapi kita harus membayar, 10.000 USD untuk makan semua itu. Najis banget.

Emang sekarang orang doyan yang bokep-bokep sih, ya. Si Rizal juga, seriiiing banget dia ngomongin Maria Ozawa, ngomong yang bokep-bokep lah, Rizal mah. Ngomong "Sexy Teachers", ughh.. cowok sarap. Jarang banget orang ngomong mau nonton film "Emak Ingin Naik Haji".

Gue salut sama script-writer sama sutradara yang bisa bikin film bagus dan laris tanpa ada bokep-bokepnya sedikitpun. Mau ngomong kek, gesture kek, pokoknya nggak ada satupun detil bokep-bokep.

Ya, emang seiring globalisasi, walaupun nggak nonton di bioskop, download film di internet *gue juga melakukannya, atau beli bajakan aja.

Gue bener-bener nggak ngerti, gimana caranya black market DVD mendapatakan video untuk disc-nya, padahal film itu belum keluar di bioskop. Kayak nyokap gue, beli "Alvin and The Chipmunks 2: The Squeakquel", itu kayaknya video hasil rekaman, karena kameranya goyang, banyak suara orang awam, dan nggak selesai sampe akhir. Dan akhirnya gue nonton juga di bioskop.

Terlepas dari rating, sebenernya film-film Indonesia tuh melanggar UU pornografi juga sih. Gue baca-baca buku diktat dan kuliah emak gue jaman baheula, dan yah menemukan sejumput ilmu dari sana. Terus gue baca-baca lagi Wiki, koran dan nonton berita.

And, I decide, not to watch X-rated (NC-17) movies. Karena gue juga sebentar lagi 13 tahun, jadi gue tidak perlu khawatir dengan PG13 movies. Bahahaha.

Gue mau nonton film "Slum Dog Millionaire" aja ah, gue belum sempet nonton. Hehehehe. Oh, gue suka soundtracknya, "Jai Ho (You Are My Destiny)" by The Pussycat Dolls feat Ar Rahman. I'm lovin it *McD.

***

Oh, iya. Tadi di awal post gue bilang gue lagi kesel, kan?

Ya, gue sangaaaaaaat kesal. Karena gue udah deg-degan menunggu seseorang, dan dia nggak nepatin janjinya. Bete.

Dan... tidak, dia bukan pacar gue.

Well, that's all I guess.

Jusqu'à la prochaine réunion par écrit! Bonsoir, amis!