BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Notifications!

29/04/2010, Thursday.

http://emo.huhiho.com

Semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan..

Memoirs

Sunday, January 31, 2010

Jealousy

Bonsoir. Gue baru minjem-minjem novel sama neng Biba, alias Bebeh. Gue, Bebeh sama Icut suka baca buku sama novel, jadi kita tuker-tukeran aja, hehehehe. Penerbit favorit kita juga sama, GagasMedia. Tiap bukunya pasti ada huruf 'g' oranye kecil di sudut. Buku terbitannya rame-rame loh.

For further information, visit their website. Click here!

Kemaren-kemaren, gue minjem "Let Go: Setiap Cerita Punya Ruang Sendiri di Dalam Hati..." sama "Refrain: Saat Cinta Selalu Pulang", dua-duanya dari GagasMedia. Kalo "Let Go" itu karangannya Windhy Puspitadewi, kalo "Refrain" itu karya Winna Efendi. Dua-duanya seru abis!

Gue nangis baca dua-duanya, sediiiih. Kisah cinta yang sangat mengharukan!

Walaupun gue nggak punya bukunya, isinya gue ingeeeet banget saking berbekasnya. Gue nangis di bagian-bagian yang mirip-mirip kisah cinta gue, hehehe. Sedih lah, pokoknya.

***

"Jealousy" alias "Iri" atau "Cemburu" itu ada di kedua novel itu.

Buat Caraka di "Let Go", atau Nata sama Anna di "Refrain". Di kedua novel itu, unsur jealousy-nya ada. Kadang-kadang di bagian itu gue langsung berurai air mata, mungkin sampai sesenggukan.

Waktu Caraka nyanyi di pensi ulang taun sekolahnya kan dia teriak "jealousyyyyy!" waktu liat Nadya sama Nathan berdua. Aah pokoknya rame deh.

And, jealousy is exactly my feeling now.

***

Kemaren kita chat. Waktu gue sakit. Kita ngobrol aja berdua, sampe malem. Terus lagi asyik-asyiknya, dia diajak ngobrol sama temen gue yang lain. Anak Tridaya, tapi beda SD sama gue. Chat gue lamaaa dibalesnya. Gue mulai jenuh. Gue bilang "off", terus langsung sign out.

Paginya gue OL lagi. Dia juga, masih main PB. Gue sama sekali nggak niat nyapa dia.

Dia ninggalin offline message, "Bye. Maaf gue jawabnya lama."

So what? Should I care? Gue manyun bacanya. Nothing to do with me.

Ya udah gue langsung off. Males rasanya.

But despite all that, losing him was worst.

***

Eh, gue udah mendingan. Mungkin besok gue bisa masuk sekolah. Tapi kayaknya gue harap gue nggak masuk sekolah besok. Pengen sakit lagi. Nggak tau lah.

Dia sakit. Dari sakit badan kemarin jadi demam. Ketuleran gue kali.

Jadi inget yang "Curhat Buat Sahabat"-nya Dee. Hehehehe.

Sayangnya kamu nggak ada di sini ya. Padahal aku pake gaun hitam lho, ada soda anggur di depan aku. Tapi kamu nggak di sini, nggak nepuk-nepuk bahu aku kayak di sekolah. Nggak bercanda untuk menghibur. Nggak kayak di sekolah.

Tapi kamu sakit.

Besok aku masuk tapi kamu enggak.

***

Udahlah, gue lagi curhat sama si Muti, hehe.

Pesan dari aku buat kamu: "Get well soon, see you tomorrow at school!"

Bonsoir :)

Saturday, January 30, 2010

Sicker and Sicker

Bonsoir :)

Lagi sakit nih guee, huhu. I got the influenza, headaches and nausea. Pilek, pusing-pusing sama mual. Belum lagi high fever, badan panas uh, AC pengennya dimatiin aja.

Kalo sakit kenapa main komputer terus neng? Bukannya istirahat.

Bed-rest itu bikin bosen tauu. Jadi aja gue berkutat di kamar dengan laptop. Facebook-an, Y!M-an, ngeblog dan blogwalking, sambil baca "Recto Verso" untuk kesekian kalinya.

Mau cuap-cuap tapi nggak tau harus cuap-cuap apa.

Tapi, di tengah kebosanan karena sakit ini, ada Dia, lagi OL Y!M (sambil main PB sih), tapi tetep ngajak gue ngobrol.

"Sakit apa? Kenapa Senin nggak masuk?"

Jelas lah Senin nggak masuk karena gue sakiiiit.

Ya, pokoknya gue jawab,

"Gue demam. Panas-dingin. Flu, mual. Pengen muntah aja terus, bolak-balik kamar mandi, euy."

Dia jawab,

"Wah, kasian..."

Gue nyengir aja najong, walau dia nggak bisa liat. Dan akhirnya jawab sekenanya,

"Hehehe, heeh. Makasih ya."

"Kalo elo nggak masuk Senin, gue juga nggak masuk."

"Kenapa?"

"Sakit juga, sakit badan. Baaaal."

"Bahaha, kasian." <- wah, gue malah ketawa?

Ya udah abis itu ngobrolnya freelance *lah?

***

Eh, gue kepikiran sesuatu lho.

Kali-kali, gue pengen deh sakit parah. Naudzubilah juga sih ya. Tapi kan, kalo sakit kita bisa masuk rumah sakit. Bisa dijenguk sama temen-temen ke sana. Terus mereka bakal bawain gue sesuatu. Hadiah, catatan pelajaran, atau mungkin cuma bawa kata-kata hiburan dan cerita tentang sekolah selama gue nggak masuk. Tapi walau begitu, gue hargai, soalnya gue seneng didongengin :)

Gue jadi inget waktu gue sakit tifus. Diopname, sekitar dua mingguan lah. Pusing, jalan kemana-mana, tiang infus mengekor. Dua tangan itu penuh lobang jarum bekas infus. Makan rasanya nggak enak. Tangan dikasih pemberat, megang pun nggak bisa. Cuma bisa liatin adek gue main puzzle gitu kan rasanya asa gimana gitu yah. Iri, pengen main juga.

But, despite all that, kalo ada keluarga gue yang jenguk, pasti bawa mainan. Gue selalu bawa buku kemana-mana, tapi waktu diopname, karena mendadak, gue nggak bawa apa-apa.

Jadi gue dibawain buku H.C. Andersen lengkap, koleksi gue. Terus abis itu hadiah boneka juga. Begitulah.

Kali ini pengen lagi. Keluarga boleh dateng, tapi gue pengen temen-temen gue ada.

Kelas enam, puncak semuanya. Temen-temen yang gue sayangin juga. Nggak peduli mereka bawa apa, asal mereka dateng aja, mungkin udah gue peluk, deh.

Pengen mereka ngasih ucapan, "Cepet sembuh ya, kita semua kangen sama elo", dan sebagainya.

Pengen mereka duduk di sofa samping tempat tidur gue, ngajak ngobrol, dan bercerita tentang dunia yang gue lewatkan selama terkurung di sini.

Pengen mereka ngehibur gue dengan candaan.

Pengen mereka ngasih gue sesuatu, walau sebetulnya gue sama sekali nggak peduli.

Gue pengen waktu mereka pulang, mereka bilang, "Get well soon ya, we're gonna visit you again tomorrow, so you can go back to school as soon as possible."

Emang keinginan gue itu terlalu muluk. Ngarep. Apalagi temen-temen cowok gue itu susah diatur, dan.. what's the point of visiting me?

Yah, gue yakin ada dua orang yang bisa mengatur mereka selama gue nggak ada.

Wish me well, Imbisil. Semoga gue bisa masuk hari Senin nanti, jadi kangen gue cepet ilang karena ketemu kalian-kalian. Yah?

***

Yaaa, kalo sakit pengennya tidur terus ya.

Barusan gue pamit sama dia. Dianya main PB aja, ya udah gue off.

Blog ini juga off for now. Biarkan gue istirahat, bloggers!

Bonsoir, wish me well ;)

Friday, January 29, 2010

Malaikat Juga Tahu

Bonsoir.

Perasaan saya sering banget ngepost ya?
Yaa, nggak pa-pa lah. Gue kalo di rumah kan nggak ada yang dengerin. Mehehe.
Soalnya hari ini Jumat sih, kalo gue di sekolah kan ada temen-temen yang dengerin.

Gue mau nyanyi *lah? Ya gimana mau nyanyi sih, orang ini blog. Kecuali gue ngerekam suara gue ya? Tapi guenya lagi sakiit, jadi aja serak. Jelek kalo nyanyiii. Ntar jadi aib.

Sudahlah, gue tulis aja lirik lagu yang lagi seneng gue dengerin ya?

***

Dewi Lestari - Malaikat Juga Tahu


Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu

Aku kan jadi juaranya

***

Hehehe.

Ya begitulah. Lagu yang lagi suka gue dengerin tuh 'Malaikat Juga Tahu', mehehe.

Entah kenapa, enak aja denger lagu ini. Kalem, liriknya juga enak, tapi agak maksa. Gue suka Dee, buku-bukunya juga. "Recto Verso", "Perahu Kertas", Trilogi "Supernova" juga. Bagus sih.. Gue paling suka "Perahu Kertas", ada Bandung-nya siiih... *cinta kota kelahiran.

Tapi bukan cuma itu, juga karena tokoh Kugy dan Keenan itu bener-bener.. WOW, gitu. Kugy ajaib, Keenan keajaiban. Begitulah.

***

Plus, gue nyanyi ini... karena gue yakin gue yang menang kalo cinta gue diadu.

Malaikat juga tau itu.

Ya, dia memang nggak lihat, malah mungkin nggak tahu, kalo terkadang malaikat itu nggak bersayap, nggak cemerlang, nggak rupawan. Malaikat juga dikirim untuk kita, dalam bentuk yang berbeda tentunya. Berbeda buat setiap orang.

Gue belum tau siapa malaikat gue, atau gue itu malaikat siapa... tapi, harapan boleh ada kan? Untuk menjadi malaikatnya, dan dia untuk menjadi malaikat gue *ngarep abis. Tapi yah... namanya juga harapan.

Hope is something.

Hope is a wish that you'll give your best effort to make it all come true. And it will.

***

Quick flash.

Hari ini dia senyum lagi :)

Gue lagi minum teh Poci, ngajakin emak pulang. Dia ada di warung sebelah, di tempat teteh nasi goreng. Ya awalnya gue mau langsung pulang aja, nggak bicara apa-apa. Tapi, berhubung emak kenal sama mamahnya dia dan sama dianya, emak gue yang nyapa.

"Eh, ____," gitu. Ya pokoknya namanya disebut.

Senyum aja dia.

Emak gue jalan duluan, terus abis itu memberi isyarat dengan tangan pada gue untuk mengikuti. Akhirnya pas sambil jalan, gue menghadap ke belakang sebentar, diem.

"Hey, ada PR nggak buat Senin?"

"Emmm.. nggak ada," kata dia. Wajahnya masih biasa.

Gue manggut-manggut. Baru mau pamit, dia bilang...

"Eh, ada PR Matik, 138," kata dia. Senyum, matanya netep mata gue.

Gue diem, terus akhirnya sadar kembali setelah ditepuk sama Mang Maman, tukang Martabak Mini. Enak loh *promosi.

Ya abis gue ditepok bahunya, gue langsung,

"Eeeeuh.. Eh! Ya, thanks ya. See you on Monday," terus lari ke emak gue dah, hahaha maluuu.

Tapiii, Mang Maman narik tas gue, terus bilang, "Eh, pacaran aja."

"Iiiih, Mang Maman, mau pulaang..." gue merengek *gahaha.

"Ah, nggak boleh."

Gue langsung nyengir, terus bilang, "Ibu, ibu, aku diculiiiiik..."

Gahahaha, si Mang Maman-nya ketawa, gue juga ikutan. Emak gue geleng-geleng kepala. Ya, gue antara cerdik dan tidak waras emang. Kasian Mang Maman kalo ditimpukin waktu gue bilang gitu. Disangka beneran nyulik entar.

Yaa udah gue dilepas sama Mang Maman.

Pas gue lari ke emak gue, gue menoleh ke dia sedikit lah. Curi-curi pandang.

Dianya ketawa kecil, masih ngeliat ke gue. Hehehehehe.

Aaah, your smile is so unpredictable! Can you please please tell me what it means?!

***

Ya udah pas pulangnya gue malah chat sama dia.

***

Well, nggak banyak yang bisa gue share hari ini. Pulang sekolah jam satu, cuma enam jam sama temen-temen. Biasanya tujuh sampai delapan jam. Aagh, kangen. Nggak bisa ketemu dua hari.

Ya udah.

Bonsoir, everybody.

Thursday, January 28, 2010

Rizal, Rizal...

Bonsoir :)

Mumpung malem ini nggak ada PR, gue mau cuap-cuap di sini aja deh, biar ada kerjaan. Sebenernya masih ada pilihan kerjaan lain sih, yakni bantuin adek gue ngerjain PR. Cuma hari ini gue nggak mau pusing-pusing ama Matematika.

Hari ini gue sakit. Tapi tadi nggak ada kesempatan buat tidur di UKS, karena gue harus bantuin temen-temen gue ngerjain lanjutan tugas IPA (bikin rangkaian listrik paralel). Kelompok gue itu ada gue, Fafa, Yubi, Firlii, Rizal sama Fanny.

Kemaren juga, lagi tiduran di UKS, baru bentar, tiba-tiba Yubi ama Fafa ketok-ketok.

"Nadine, bantuiin. Kalo nggak ada elo, angus kita semua!" gitu katanya.

Ya udah gue berjalan gontai ke tempat kelompok gue berada. Niatnya ngebantuin, cuma karena cewek-cewek banding cowok-cowok itu 1:2, jadi kita terintimidasi aja, mereka yang ngerjain, kita makan mi.

Tapi mereka malah memperparah sih.

Jadinya Fanny sama Pahe yang ngerjain semuanya!

Wah, gila, keren abis jadinya! Si Fanny akhirnya dapet credit lebih. Behehehehe.

***

Nah, sekarang, sesuai judul di atas, gue mau bahas tentang Rizal.

Cowok yang rada-rada AJAIB ini sahabat gue. Cowok yang baik –kadang-kadang, tapi bisa juga menunjukkan titisan Iblisnya. Emang Joker asli dah, nih anak.

Suka bangga sama keahlian Michael Jackson-nya, tapi kadang malu untuk mempertunjukkannya.

Suka becanda, teriak-teriak di kelas. Keahlian main gitarnya tidak diragukan, tapi entah kenapa saya lebih ngefans sama si Firlii, bahaha. Sering diejekin di kelas, kadang ngejek dia tuh kejam. Tapi dia bisa balas dengan lebih brutal. Kelebihan dia ini, pandai bicara. Bikin sebel kadang, tapi kelebihannya dia juga bantu kita menang dalam situasi tertentu.

Suka yang bokep-bokep. Kadang-kadang ngomongin Miyabi terus. Pengen nonton "Suster Keramas", soalnya ada Rin Sakuragi. Begitu gue bilang harus ada KTP kalo mau nonton, dia langsung kecewa. Hobinya ngomongin masalah cewek, yang kadang-kadang menginvasi privasi gue, Fafa, Farah. Sobat bokeppersnya tuh Firlii sama Yubi. Yang beger-beger lah pokoknya.

Gila dia mah.

Tadi aja ya, ada pelajaran IPS tentang globalisasi. Bu Dewi nyuruh kita nyebutin apa aja yang Made In Indonesia sekarang.

Ada yang nyebutin batik, angklung, jamu, kecapi, soto Bandung, siomay Bandung, batagor Bandung *iya, kita cinta kota Bandung, dan lain-lainnya. Pokoknya anak-anak itu ribut deh.

Karena mulai ribut, si Bule teriak, "Woy! Dieem!"

Udah sunyi tuh ya, tiba-tiba Ijal teriak,

"RUMAH MAKAN SARIBUNDO!!!"

Gyahahahaha, semuanya langsung pada ketawa ngakak.

Belakangan, diketahui bahwa Saribundo itu restoran Padang tempat si Rizal sering makan. Letaknya di Dipatiukur, deket kampus UNPAD, di belakang Monumen Telkom.

Bahahaha.

***

Tadi gue di sekolahan sampe jam setengah empat, soalnya si Ami ekskul Robotika. Iya, adek gue yang gaptek itu ikutan ekskul robotika. Tapi jujur aja ya, tadi dia bawa isian tentang motor dan sensor, gue nggak ngerti lho. Adek gue yang ngerti. Ya iyalah, dia diajar gue kagak.

Dari jam tiga itu gue nungguin aja di masjid, sama Farah, Aisha, Fafa, Alya, Atsa, Abel, Salma, sama Vivi. Cowok-cowoknya ada Rizal, Yubi, Ravi, yang lain maen bola. Terus cewek-cewek yang lain juga pada pemantapan sore. Ya udah kita semua aja ngobrol.

Tahukah anda apa yang kita lakukan?

Nyiksa dan ngacak-ngacak muka orang biar mukanya ancur, terus dipoto.

Yep, that's right. Perbuatan sarap itu memakan korban loh. Tadi di sekolah pas lagi istirahat si Atsa kena, dikeroyok di sofa. Terus abis itu Sarah di samping sofa. Sekar di multimedia, bahahaha. Kasian emang.

Eh, pas pulang sekarang, giliran gue yang kena.

Di depan tangga masjid itu mah. Diliatin sama yang cowok-cowok, bahaha. Dan hasil fotonyaaa?

AIB.

Ya udah abis itu malah jajan sana, jajan sini. Sampe akhirnya kita memperbudak si Rizal.

"Ijal, Ijal, mau ngebantuin kita nggak?" kata Atsa.

"Apaan gitu?" Rizal balik nanya.

"Kita tuh mau ngejailin yang anak cowok, tapi harus sama cowok. Pokoknya siksa aja mukanya dibikin sejelek-jeleknya beungeut, terus abis itu entar difoto sama direkam sama kita yang cewek."

"Ayo! Tapi siapa?" Rizal mengusap-usap dagu kayak Sherlock Holmes.

"Ravi aja," kata gue. "Kan dia gendut nggak bisa berontak."

"Ayoooo!"

Terus si Majid yang bodinya gede itu teriak dari jauh, "Ey! Ijal main cewek, bukannya main bola!"

Rizal turun aja bareng kita-kita, terus manggil si Ravi. Pas Ravi dateng, sama si Ijal langsung diserang dari belakang. Fotonya tapi nggak ada di gue euy, adanya di HP-nya Aisha.

Terus karena kurang puas, Atsa nanya, "Yubi aja Jal, mau nggak?"

"Nggak mau kalo Yubi mah," kata Rizal. Sobat-sobat gue tuh emang.

"Huuuu, Ijal maah!"

***

Ya udah, jam pun berlalu. Udah jam tiga lebih.

Sisanya tinggal gue, Aisha, Farah, Rizal sama Ravi.

Atsa, Salma, Abel pulang. Yubi, dia Tridaya *padahal biasanya bolos. Fanny pulang juga. Akhirnya kita pindah ke tangga menara muadzin aja.

Terus si Rizal gangguin gue terus aja sama temen-temen. Si Ravi pengennya malak. Bahaha, gila abis mereka.

Oh, ada adek kelas kenalannya Rizal, namanya Wido. Nah, berikut snapshots yang gue ambil yaaah. All pictures are captured candid!




















"Nih, surat tilang! Lain kali jangan ngebut-ngebut lagi yaaa..."

Gila. Ini gambar gue ambil waktu Ijal lagi nyatet surat tilang boong-boongan buat Farah. Tau nggak apaan isinya?

Begitu si Rizal ngasih ke Farah, eeh, Farah-nya ketawa. Ditunjukkanlah itu kertas pada gue dan Aisha.

Tulisannyaaa...

"TAI"
, dan di belakangnya.. "Rumah Makan Saribundo".


Langsung ngakak gue sama Aisha.

"Budak sarap siah, Jal," kata gue. Artinya, "Anak sarap kamu, Jal."

"Ah, bae," jawab Ijal. Artinya, "Ah, biarin."

Muehehehe.
























Rizal : "Ayo kita jelajahi dunia sihir dengan sapu terbangku ini!"

Wido : "Eeeh, tunggu bang! Belok kiri, ke pasar burung, woy!"

Rizal nemuin sapu bekas tukang sampah. Dia pake aja tadi. Pas gue sama dua cewek lainnya lagi ngobrol, kita denger Ijal teriak-teriak.

"Ayo kita pergiii!"

Terus si Wido dateng, lewat.

Rizal manggil, "Wido! Mau ikut nggak?"

Eh, anehnya si Wido, dia mau aja dibonceng ama Ijal!

"Wido, Wido kenal Ijal?" gue nanya.

"Iya atuh, kenal," si Wido menjawab dengan polos.

"Siapanya kamu?"

"Orang!"

Ya udah aja mereka mengelilingi lapangan masjid dengan sapu terbang itu. Mereknya Hyundai loh.

Eh enggak deng boong.




















Wido, korban kedodolan Rizal, bernasib menjadi seorang tukang sapu.

Ya, salah satu korban Rizal tuh si Wido ini. Plus si sapu, yah...

Kasian gue sama Wido. Kok bisa-bisanya dia nurut sama Rizal yah?

Entah si Rizal emang bisa hipnotis, Wido yang merasa kurang sopan kalo ngebantah kakak kelas, atau emang Wido-nya yang aneh –menjurus ke bego, mau-mau aja sama orang kayak Rizal.

Maaf ya Wido, aku nggak bisa bantu kamu.




















Wido : "Nih! Jangan lupa, halaman ini disapu sampe bersih! Jangan ada sampah!"

Rizal : "Nggih, Den."

Kayaknya si Wido mau bales dendam ke si Rizal. Ini kutipannya bener-bener diucapkan lho, jadi gue nggak ngarang. Wido emang bilang gitu dan Rizal juga merespon seperti di atas. Ajaib.



















Rizal, pembantu yang baik hati. Serbabisa! Gaji? Seribu per-hari! Murah kan? Siapa mauuu?

Iya, Rizal juga mau nurut sama Wido. Apakah dia merasa bersalah telah memperbudak adik kelasnya itu?

Hmmmmmm...
























Rizal, maling profesional. Tertangkap basah saat menjarah tas Aisha.

Ini nih, salah satu hobinya Rizal yang paling aneh. Yakni, meriksa isi tas orang.

Waktu itu, dia pernah nemuin barang-barang pribadi gue sih. Ada foto temen-temen, tulis-tulis nama kecengan, draft novel, gambar, dan... pembalut. Ijal sialan.

Naaah, di tasnya Aisha juga dia nyari itu tuh. Pembalut. Anak gila emang. Privacy Invader.























Rizal, anak gaul Bandung (AGB). Mau pin BB-nya nggak?

Rizal lagi razia. Bacain SMS di HP-nya Aisha. HP gue juga, tapi dia tidak berhasil mendapatkan HP-nya Farah. Muahahaha.

Yah, biasa lah si Rizal tuh anak gahoool, jadi suka main BBM gitu deh pas pulang sekolaaaah *dusta. Ya nggak Jal?

***

Oh iya, gue ganti layout blog :) sama kayak layoutnya Fullah Dysa Dochi! Enjoy yah, semoga bisa buat refreshing mata.

Eh, tadi gue nonton Suite Life on Deck yang baru loh. Zack sama Cody nambah ganteng deh, bahaha. Si Zack kalo dari belakang mirip Justin Bieber si ganteng, hahaha.

Eh, maaf Pul, JB teh suami kamu ya, maap.

Ngomong-ngomong Justin Bieber, tadi gue baca artikel tentang dia di majalah KaWanku punya Chya. Bahaha, kita cewek-cewek ya, duduk di sofa gitu ngebahas Justin Bieber, Zack-Cody, Lady GaGa, Taylor Swift sama yang lain-lain gitu deh.

Dasar cewek.

***

Sekian yah, gue besok harus bangun pagi. Ada pemantapan!

Bonsoir, everybody!

Wednesday, January 27, 2010

F-O-U-R!

Bonsoir :)

Ini ada copas dari blognya Clara. Boleh di copas sama anda-anda semua, kok.

Hehehehe.

***

FOUR NAMES THAT FRIENDS CALL YOU:
Nadyra ; Nadine ; Badyr ; Dyra.

FOUR MOST IMPORTANT DATES IN YOUR LIFE:
3 Juni ; 10 November ; 14 Februari ; and everyday fun!

FOUR THINGS YOU'VE DONE IN THE LAST 30 MINUTES:

texting ; writing ; listening to music ; watching TV


FOUR WAYS TO BE HAPPY:
smiling ; helping people ; listening to music ; reading


FOUR PEOPLE YOU MISS FROM YOUR PAST:

n ; o ; n ; e

FOUR GIFTS YOU WOULD LIKE TO RECEIVE :

iPod ; boyfriend *bahaha ; books ; DVDs

FOUR OF YOUR FAVORITE HOBBIES (CURRENTLY):

listening to music ; watching movie ; playing basketball ; reading

FOUR PLACES YOU WANT TO GO FOR VACATION:
Paris ; Japan ; America ; Greece

FOUR FAVORITE DRINKS:
lemon tea ; chocolate milk ; water ; cappuccino


FOUR THINGS ALWAYS FOUND IN YOUR BAG:
wallet ; headset ; glasses ; novels


FOUR FAVORITE COLORS:

white ; grey ; blue ; lime green

TOP FOUR HANGOUTS:

school ; karaoke ; Ciwalk, it's our story ;) ; and everywhere I experience something unforgettable


TOP FOUR U LOVE SO MUCH:

Allah ; Family ; Besties ; Him :)

TOP FOUR ASIAN ACTORS:
I don't know.


FOUR "THINGS" SPECIAL TO YOU:

cellphone ; cameras ; books ; laptop

FOUR FAVOURITE "UNUSUAL" SONGS:
Avenged Sevenfold - Warmness on The Soul ; Dewi Lestari - Malaikat Juga Tahu ; Cascada - Everytime We Touch ; Justin Bieber - Love Me :)

FOUR EVENTS YOU WILL NEVER FORGET:
Err.. do I have to write it all?

FOUR THINGS YOU OFTEN DID WHEN YOU WERE A KID:
crying ; crawling ; wet my pants *oops! ; hurt myself

TOP FOUR WHO YOU WANT TO ANSWER THIS SURVEY:
Everybody's welcome :)

TOP FOUR REASONS WHY YOU ANSWERED THIS SURVEY:

Nothing to do ; bored ; no story ; wanna post :P

***

Bonsoir, guys.

Monday, January 25, 2010

Selalu Mengalah

Bukan, ini bukan lagunya Seventeen. Dan tidak, gue tidak akan menulis liriknya di sini.

Bukan fans-nya, tapi gue suka –kadang-kadaaang, mehehehe.

Eh, malah ngelantur. Udah deh, gue cerita aja yaaah...

***

Gue benciiiiih. Benciiiiih sekalih.

Kenapa gue yang selalu mengalah yah? Mengalah dalam cinta, terus ngalah sama temen-temen, eeeh... akhirnya diperbudak. Beuuh, gila dah, masyaaarakat desa dan kota :(

Ini nih, mengalah dalam cinta.

Yaa, pada suatu hari, gue menyukai seseorang. Sahabat dan tempat curhat gue, mehehehe. Gue udah berkomitmen mau nembak dia. Terjadi sih, terjadi. Tapi dia bilang... 'belum ngerasa cocok'.

Ya udah, BUM. Ilang aja semua perasaan gue sama dia.

Seminggu-dua minggu berlalu. Gue udah nggak punya apa-apaan lagi buat dia. Nah, giliran dia yang naksir gue, bahaha. Jadi baik, baiiiik banget. Terus yah sebulanan berlalu,

he managed to get me falling in love with him again.

Sialan, mempermainkan hatiku saja *idih.

Tapi pada waktu itu, gue udah bilang sama orang-orang bahwa gue udah nggak suka sama dia, dan dia juga udah digosipin sama orang lain. Jujur aja ya, waktu itu gue sama sekali nggak keberatan. Malah seneng :)

Tapi, setelah CLBK-LLTDL (Cinta Lama Bersemi Kembali-Luka Lama Tidak Diingat Lagi *panjang gilaaa) sama dia, ya udah gue emang cemburu, tapi nggak seekstrim dulu. Bahaha. CiMon abis nyak?

Oh iya, di kelas sebelah, ada temen cowok gue dan temennya dia –sebut aja si 'A', yang suka ngegosipin temen gue –sebut saja si 'C', kalo dia itu suka sama si dia-nya gue, bahaha.

Setiap hari si C selalu cerita sama gue soal semua ejekannya si A buat dia dan si dia-nya gue, mehehe. Gue ketawa-ketiwi aja, soalnya ejekannya si A tuh emang menjurus ke porno-porno gitulah. Nggak pernah gue pikirin sih, gue bilang aja, "Bales dendam dong, C."

Terus biasanya si Firlii, yang temenan juga sama si A, suka cerita-cerita ke si dia-nya. Dia selalu bilang, "Ah, apaan itu mah, fitnah," gitu. Hehe, seneng aja gue gituuh...

Pada suatu hari, gurunya si C yang kelasnya di sebelah gue, kan manggil namanya si C, terus kedengeran di kelas gue.

Semua orang yang denger gosipnya di kelas gue langsung noleh ke si dia. "Eh, pacar kamu tuh," kita godain, termasuk gue, behehehe. Jahat yak? Enggak. Cuma untuk ngehilangin kecurigaan bahwa gue CLBK aja.

Eeeh, dianya senyum. Nyengir.

Ukh? Kenapa senyum? Kamu suka sama dia? Sama si C?

Bete banget deh sumpah. Bahaha terbakar api cemburu *idih.

Pulangnya, gue cerita sama si C. "Eh, C, tadi itu pas Bu **** manggil nama kamu, semua pada ngeliat ke si **** terus abis itu ngegodain, 'Pacar kamu tuh, pacar kamuuu', gituh. Bahaha, cieee.. Prikitiw!" gitu kata gue.

Si C-nya senyum.

Terus dia bilang, "Duh, gimana ya Dyr. Kayaknya aku emang suka sama dia niih..."

What? What the beHell?

"Wah? Kamu suka sama dia?!" gue berseru, terkejut.

"Iya," dia jawab pendek. "Maaf ya Dyr, kamu masih suka?"

"Ah, udah lewat kali dia," gue menjawab, berdusta. "Ntar aku bantuin deh..."

Dia nyengir. "Beneran? Makasih yah, ntar aku SMS!"

Gue mengacungkan jempol. "Sippiriliii..."

Terus dia say bye sama gue, terus balik dah sama emaknya.

Dan habis itu, gue pun ya udah dengerin lagu kan pake earphone, mencoba ngelupain semuanya. Terus, si dia dateng. Dan terjadilah adegan-adegan yang udah gue ceritain di post yang "Hey, Boy", mehehehehe. I'll never forget it though, even if he doesn't have any feelings for me anymore.

Hehehe.

***

Notes for you and you:

I still respect you, C. I'm sorry I lied to you. I love him though. But I guess...

I'll surrender. Because I think... that you can be the bestest, the nicest, the most lovable, the most smart, the most caring girl any boy could ever have. And he could ever have. Once again, I'm sorry I lied. Very very sorry.

And, you. My boy. My only love –for now, I just wanna say... "I love you", for the... 3.927 time, other than the three others I said loudly and clearly to you. Forget it.

Somebody loves you, boy. And I know that she can be the best for you. Good luck.

Yes, no more 'love' as last words for me. I can't love you anymore from now.

Byeee :')

***

Walaupun aku respect.. aku bisa bilang kalau aku benci. Aku benci kamu. Kamu mengambil semuanya dari aku, C. Cintaku, kesempatanku untuk ngisi kolom majalah sekolah, lomba IPA yang seharusnya aku ikutin, sorotan, semuanya. Kamu ngambil semuanya dari aku.

Tapi, kamu nggak punya apa yang aku punya.

Kamu nggak punya banyak sahabat. Kamu hanya punya satu sahabat. Dan dia, seperti yang pernah kamu bilang sama aku, dia pengkhianat. Maaf.

Aku marah. Aku capek.

Aku capek ngalah sama kamu. Aku capek bilang, "Nggak pa-pa kok, kamu aja" sama kamu.

Dari sekarang, aku rela. Kamu boleh ambil semuanya.

Aku cuma mau lima sahabat aku ada buat aku. Satu-satunya yang kamu nggak punya.

Bye, and thanks.

***

Eh, maaf ya gue curhat ke sini. Di rumah gue anak sulung. Adek-adek gue masih kecil-kecil buat ngerti. Babeh di Jakarta dan emak sibuk terus ngurusin rumah dan adek gue. Jadi gue cuma bisa nulis-nulis doang, hehehe.

Di buku gue, semuanya gue ceritain deh. Pasti.

Tapi bukunya gue terbitin pas gue gede nanti yah. Kalian nggak bakal percaya gue yang nulis kalo gue terbitin sekarang. "Ah, masih kecil", gitu deh. Mehehe.

Gue terbitin yang dari mata anak kecil aja dulu yah. Nanti gue kasih tau kalo misalnya udah ada draftnya, mungkin sinopsisnya gue simpen di sini.

Eh, tuh kan curhat lagi. Hehe. Maaf yah. Maaf.

Maaf atas curhatan gue yang tidak pantas ini.

Eh, tolong ya, anak-anak DH yang baca tulisan ini (Fullah, Atsa, Bebest, Fida, Salma, dll), kalo merasa tau orangnya, jangan bilang sama dia. Jangan bilang sama temen-temen. Ini cuma curhat colongan-pelarian yang udah lama dipendem dan nambah beban. Makasih.

***

Emm. Gue masih ada tugas. Besok ada pemantapan.

Bonsoir, everybody :)


Saturday, January 23, 2010

Alasan Kenapa

Dengan meningkatnya tingkat kriminalitas di ibukota dewasa ini, pemerintah Indonesia telah mengirimkan proposal penawaran kerja kepada sejumlah superhero dari negara paman Sam.

Proposal ini menawarkan suatu bentuk kerjasama dimana para superhero diminta kesediaannya untuk bekerja di Indonesia dalam kerjasama dengan Mabes Polri untuk memerangi kriminalitas yang marak terjadi di kota2 besar Indonesia , khususnya Jakarta .

Tetapi tidak diduga sejumlah besar superhero MENOLAK ajakan kerjasama ini.Berikut adalah alasan penolakan tersebut,

1. BATMAN (Bruce Wayne)
Bruce Wayne menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan yang terlalu dibuat-buat. Alasan beliau adalah DIA KEBERATAN MENANGGUNG PAJAK IMPOR BAT-MOBILE KE INDONESIA. BAYANGIN AJA PAJAK IMPOR MOBIL MEWAH YANG SELANGIT, APALAGI UNTUK BAT-MOBIL YANG SECANGGIH ITU.

2. SPIDERMAN (Peter Parker)
Parker juga menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan DI INDONESIA HANYA ADA SEDIKIT SEKALI GEDUNG TINGGI, YANG MENYULITKAN DIA UNTUK BERGELANTUNGAN DARI GEDUNG KE GEDUNG. KALAUPUN ADA GEDUNG TINGGI, JARAKNYA TERLALU BERJAUHAN, SEHINGGA SANGAT MENYULITKAN. BELUM LAGI SAAT BERGELANTUNGAN, DIA TAKUT KECANTOL KABEL LISTRIK DAN TELEPON YANG BANYAK BERSERAKAN DI LANGIT-LANGIT KOTA BESAR INDONESIA.

3. INVISIBLE GIRL (Susan Storm)
Menolak dengan alasan MINDER. Kemampuan menghilang yang dimilikinya masih jauh kalah dengan kemampuan menghilang orang-orang Indonesia. Berikut wawancara yang dilakukan dengan CNN, "SAYA SIH HANYA BISA MENGHILANGKAN DIRI SAYA SENDIRI. BANYAK ORANG DI INDONESIA YANG BUKAN HANYA BISA MENGHILANGKAN DIRI SENDIRI, MALAHAN HUTANG, ASSET-ASET NEGARA YANG PERNAH DIKUASAI, SAMPAI HUTANG-HUTANG KORUPSI PUN BISA DIHILANGKAN JUGA. JADI SAYA MINDER NIH..."

4. THE THING
Menolak dengan alasan, "DI INDONESIA SUDAH BANYAK ORANG DENGAN KULIT YANG LEBIH TEBAL DARI SAYA. BUKAN HANYA KEBAL PELURU, MALAHAN SUDAH KEBAL MALU SEGALA."

5. HUMAN TORCH (Johnny Storm)
Menolak juga sama dengan anggota-anggota Fantastic 4 yang lain, karena BELUM JUGA MULAI BEKERJA, DIA UDAH MENDAPAT PANGGILAN DARI KEJAGUNG KARENA DICURIGAI MENJADI DALANG TERBAKARNYA BEBERAPA PASAR DI INDONESIA.

6. THE FLASH (Barry Allen)
Sebenarnya Allen sudah mempertimbangkan untuk menerima proposal ini, tetapi setelah melakukan survey ke berbagai lembaga pemerintahan dia akhirnya menolak. "BAYANGKAN AJA, UNTUK MENDAPATKAN TANDA TANGAN KTP AJA ORANG HARUS MENUNGGU BERHARI-HARI. ITU AJA MASIH SABAR. JADI KESIMPULAN SAYA, ORANG INDONESIA TIDAK MEMERLUKAN SEORANG SUPERHERO YANG MEMILIKI KEKUATAN BERUPA KECEPATAN. KECEPATAN TIDAK ADA ARTINYA BUAT BANGSA YANG ALON-ALON ASAL KELAKON."

7. SUPERMAN (Clark Kent )
Sang manusia baja ini menolak dengan sopan, karena, "SAYA TAKUT DISANGKUTKAN DENGAN TUNTUTAN MELAKUKAN AKSI PORNOGRAFI/PORNOAKS I KARENA CELANA DALAM SAYA DI DEPAN."

8. AQUAMAN
Merasa tidak kuat setelah mencoba pekerjaan baru di Indonesia , karena LAUTNYA UDAH TERCEMAR LUMPUR LAPINDO

9. WONDER WOMAN
Pada mulanya, sang peace ambassador dari atlantea ini merasa yakin bisa membantu pemerintah Indonesia. Tetapi setelah pengamatan lebih lanjut, dia akhirnya menolak juga dengan alasan, "KALO SAYA MATI DI US DALAM MENUNAIKAN TUGAS KAN MASIH BERGENGSI, DIBUNUH MONSTER / VILLAIN. DI INDONESIA BISA-BIASA SAYA MATI DIGREBEK FPI GARA-GARA KOSTUM SAYA YANG SUPER SEKSI INI."

10. CAT WOMAN
Menolak setelah ketakutan mendengar lagu KUCING GARONG.

11. HULK (Bruce Banner)
Banner menolak karena JALAN-JALAN DI INDONESIA TERLALU SEMPIT UNTUK UKURAN TUBUHNYA. BELUM LAGI KALO NGEJAR VILLAIN SAMPAI KE GANG-GANG PERUMAHAN, NTAR KENA PORTAL, BELUM LAGI DIMINTAI DUIT CEPE-AN. MAU AMBIL DARI MANA??? "GUE KAN GA PAKE BAJU. BELUM LAGI KALO NYEBRANG JALAN, DISORAKIN DISANGKA SI KOMO."

***

Bahahaha. Gue dapet dari blognya
Meong, alias Fakhri
. Gue kasian sama Cat Woman dah, sumpah... Hahahaha.

Ini cerita tentang masalah Ibukota kita dan kota-kota besar di Indonesia lainnya. Tapi penyampaiannya pake kayak laporan wawancara gitu deh, bahaha. Bagus lah, kreatip!

Bonsoooir :)



The Alphabets Quest

Copaaaas, copaas! Dari blognya Natasha :)

***

ABC about you questions :

A- AVAILABLE : Yep. And now suffering form boredness because I have no one to talk to on Saturday night :(

B- BIRTHDAY : June 3rd

C-CRUSHING ON: a Boy, duh.

D-DRINK YOU LAST HAD : Chocolate milk :9

E-EASIEST PERSON TO TALK WITH : Imbisil :P

F-FAVOURITE SONG : Manymanymany. Countless. Don't ask.

G-GUMMY BEARS OR GUMMY WORMS: Both! As long as its gummy :9

H-HOMETOWN: Bandung Kota Kembang! Yeah!

I-IN LOVE WITH: Somebody. But mostly with Allah Swt.

J-JUGGLE: Yes, two balls.. this far.

K-KISS SOMEONE: Mommy, daddy, grandma.. bahaha. And a boy, accidentally :">

L-LONGEST CAR RIDE: Ummm.. Bandung-Yogyakarta. Eight hours of sitting and listening to iPod.

M-MILKSHAKE FLAVOR: Chocolate :9

N-NUMBERS OF SIBLINGS: Annoying two little youngsters. One sister and one brother.

O-ONE WISH: I wish I had a 'Wish Granting Machine' with limitless power :)

P-PERSON YOU CALLED LAST: Ami

R-REASON TO SMILE: Anything that brought me happiness and joy

S-SONG LAST HEARED: Adhitia Sofyan's "After The Rain". New album! Download at http://adhitiasofyan.wordpress.com

T-TIME YOU WOKE UP: 04.00 AM

U-UNDERWEAR PATTERN/COLOUR: Perve :P

V-VEGETABLES: Spinach! Like Popeye the Sailor Man :)


W-WORST HABITS: Slooooth :P

X-XRAY YOU HAD: I only had rontgents. Several time, because of head injury.

Y-YOYOS ARE: Toys! My brother has one :)

Z-ZODIAC SIGNS: Gemini. Double everything!

The End :)

Abortion

Bonsoir. Kali ini, gue mau ngebahas tentang 'aborsi'.

Aborsi itu artinya mengakhiri kehamilan manusia secara sadar, alias membunuh bayi secara sadar.

Pelajaran IPA-Biologi kelas VI tentu aja ngebahas tentang sistem reproduksi manusia. Waktu itu Bu Pupu, guru IPA gue, nunjukin perjalanan bayi dari rahim, perkembangannya, sampai akhirnya dia sampai di dekapan ibunya.

Bayi kan lucu, inosen, bersih tanpa dosa, suci! Apa sih salah mereka sampe harus di aborsi segala? Ada juga salah ibu-ayahnya yang contoh; hamil di luar nikah, misalnya. Mereka kan nggak tau apa-apa.

Alat untuk mengaborsi adalah sebuah alat berupa capitan. Dengan alat laknat itu sang janin dikeluarkan paksa dari rahim ibunya. Enggak tajam, memang. Tapi namanya juga bayi –bahkan belum bayi ya, janin! Janin itu nggak berdaya, belum bisa lari kalau ada bahaya mengancam, belum bisa melawan.

Intinya, mereka –bayi-bayi yang diaborsi itu, belom bisa apa-apa. Tiba-tiba mendapati dirinya dipaksa, satu-persatu organ tubuhnya ditarik keluar, tangan kecil, kaki kecil, tubuh kecil, kemudian kepalanya keluar. Eskpresinya yang menahan sakit juga sudah tergambar dengan mulut yang menganga. Tragis memang.

Kita-kita aja yang udah gede, udah hidup, udah capable untuk melakukan beberapa hal sendiri, masih bisa merasakan sakit, takut, menjerit, terluka kalo disakitin.

Gimana bayi-bayi itu?

Yang masih kecil, fragil, lemah, usianya bulanan, bahkan belum diyakini bisa hidup di dunia ini. Di luar. Apa rasanya bagi mereka?

Baca cerita di bawah ya..

***


Month One.


Hi Mommy!
I am only 3/4 of an inch long,
But I have all my organs.
I love the sound of your voice.
Every time I hear it,
I wave my arms and legs.
The sound of your heart beat
Is my favorite lullaby.



Month Two.

Mommy,
Today I learned how to suck my thumb.
If you could see me
You could definitely tell that I am a baby.
I’m not big enough to survive outside my home though.
It is so nice and warm in here.



Month Three.

You know what Mommy,
I’m a boy!
I hope that makes you happy.
I always want you to be happy.
I don’t like it when you cry.
You sound so sad.
It makes me sad too,
And I cry with you even though
You can’t hear me.



Month Four.

Mommy,
My hair is starting to grow.
It is very short and fine
But I will have a lot of it.
I spend a lot of my time exercising.
I can turn my head and curl my fingers and toes
And stretch my arms and legs.
I am becoming quite good at it too.



Month Five.

You went to the doctor today.
Mommy, he lied to you.
He said that I’m not a baby.
I am a baby, Mommy, your baby.
I think and feel.
Mommy, what’s abortion?



Month Six.

I can hear that doctor again.
I don’t like him.
He seems cold and heartless.
Something is intruding my home.
The doctor called it a needle.
Mommy what is it? It burns!
Please make him stop!
I can’t get away from it!
Mommy! Help me!



Month Seven.

Mommy,
I am okay.
I am in Allah’s arms.
Allah is holding me.
Allah told me about abortion.
Why didn’t you want me, Mommy?

Every abortion is just…

One more heart that was stopped.
Two more eyes that will never see.
Two more hands that will never touch.
Two more legs that will never run.
One more mouth that will never speak.

***

Gila emang orang sekarang. Bayi nggak berdosa di aborsi.

Kalo memang nggak diaborsi, merek memberlakukan child abuse. Nggak asoy.

***

Yapp. Kayaknya cukup segitu deh.

Bonsoir :)

Friday, January 22, 2010

The Finish Line

Bonjour.

Eh, gue kemarin liat notes facebook dari si Triani. Judulnya "Kenangan Masa Sedih, Senang, Kita Lalui Bersama .. Sampai Hari Finish Itu Tiba di Depan Mata".

Huaaa... gue sedih bacanya. Si Teri nyeritain jaman-jaman purba, apa aja yang kita lakuin selama dari kelas satu sampe kelas enam di sekolah ini, di DH. Hiks hiks...

Terus, Fafa
juga. Fafa ngetag status ke anak-anak Imbisil. Gini katanya...

"I ♥ Imbisil... Bule, Nadine, Kuwuk, Jambul and Ijal Jeksen... Love you all... Sarap semua! Nggak ada yang waras! Sakit semua lagi! Nggak ada yang bener-bener sehat!"

Bahahaha. Ini gara-gara omongan yang waktu itu toh.

Statusnya Fafa direspon sama Imbisil lainnya. Semua juga menyatakan yang sama, "Sayang sama Imbisil dan bakal kangen sama Imbisil".

Pokoknya gue sedih banget lah.

UASBN bakal jalan Mei nanti, dan kita bakal deg-degan bareng nungguin siapa yang bakal pergi dan tinggal. Tapi keduanya sama aja lah. Kalo gue tinggal yang lain bakal pergi *naudzubilah, dan walaupun kita pergi semuanya, tetep aja pisah-pisah. Hikss...

Ya, sebentar lagi finish line dari kehidupan SD gue kelihatan. Setelah sekian lama berlari dan berlari, perjalanan kita bakal selesai.

Foto-foto gue selama di DH (kelas 4-6, kelas-kelas bawah mah gue masih cupu, bahaha) menuhin tujuh folder full! Snapshots gue atau dari temen-temen. Yang jelas mereka sangat valuable. Bahkan ada foto-foto temen-temen cowok gue yang diambil sama temen cowok gue yang lain waktu mereka nginep. Bahaha.

It's real unappropriate :P

But the point is, I love you guys and I can't spend a day without missing you :)

***

Kemaren, pas hari Jumat, ada pelajaran Bahasa Indonesia.

Pahe ngajarin kita cara baca pidato. Nah, pidato itu kebetulan tentang pidato kelulusan anak kelas VI. Ceritanya, pidato itu dibacakan oleh seorang wakil kelas VI untuk guru, teman-teman dan orang-tua mereka.

Kita diem dan dengerin penjelasan Pahe. Terus Pahe bilang, "Bapak contohin, ya..."

Pahe terus narik kursi guru dari belakang meja ke depan kelas. Beliau *ceilah, duduk, terus membaca.

"... Kini, akhirnya hari kelulusan itu tiba. Setelah enam tahun kami banyak belajar dari Bapak dan Ibu Guru, saya selaku perwakilan teman-teman kelas Vi mengucapkan terima kasih untuk guru-guru kami tercinta. Semua pelajaran dan nasihat yang kamu dapatkan akan selalu kami ingat. Kami juga menyampaikan permintaan maaf atas semua kesalahan dan kenakalan yang pernah kami perbuat selama kami bersekolah di sini. Kenanglah kami semua sebagai siswa-siswi yang pernah Bapak dan Ibu ajar..."

Pahe nangis waktu baca itu.

"Untuk teman-teman yang saya banggakan, semua peristiwa yang kita alami di sekolah ini; senang, sedih, dan bahagia akan selalu mengingatkan kita pada sekolah tercinta ini. Setelah lulus, hendaknya kita selalu terdorong untuk tetap rajin belajar untuk mencapai cita-cita..."

Gue senyum, tapi sedih. Terus gue ngelirik Farah sama Fafa. Terus kita bertiga ngeliat tiga cowok yang duduk di belakang; Firlii, Rizal sama Yubi.

Firlii senyum, tapi matanya enggak. Rizal terpaku, diemmm.. ngeliatin Pahe. Yubi membenamkan wajahnya *idih, ke dalem lipatan tangannya, tapi ngeliat ke luar jendela. Nggak enak rasanya waktu itu.

Sedih.

"... Kami, kelas VI, ingin mengucapkan selamat tinggal pada sekolah kami tercinta. Kami akan selalu mengingat sekolah ini. Sekian, dan terima kasih."

Pidatonya selesai. Pahe ngusap air matanya, terus bilang, "Bapak sedih lho, bacanya."

Temen-temen nyaut, "Bapak kira kita enggak sedih?"

Terus Shafa nangis deh. Dia memang sensitif, tapi menurut gue emang wajar kalo kita nangis setelah denger pidato kayak gitu.

Pulangnya, Fafa ngetag status lagi ke anak-anak Imbisil. Katanya...

"Tadi AbiHe nangis gara-gara mau perpisahan... :'( mana Imbisil cuma Nadine aja yang di swasta... gue di 7... si Bule, Jambul, Ijal sama Kuwuk di SMP 5... :( "

Ah, gila sedih banget.

Eeh, biar gue sama Fafa *mostly-nya Fafa ya, dijulukin "Preman versi Cewek" sama si Jambul, kita kan solider dan penyayang *edan! Kalo gitu plus si Bule :)

Pokoknya kerasa banget sedihnya waktu itu. Hiks hiks hiks...

***

Abis pelajaran Bahasa Indonesia itu, Bu Entin telat masuk karena ada rapat. Jadi first period rada lama.

Gue ngampirin mejanya Yubi, soalnya Imbisil kalo ngobrol emang selalu disitu. Sebabnya? Gampang... Karena Yubi itu mejanya di tengah barisan, jadi itu titik temu antara barisan gue-Farah-Fafa, sama Yubi-Rizal-Firlii.

Gue duduk di atas mejanya Yubi. "Eh, kalian sedih nggak liat Pahe tadi?"

"Jelas sedih!" si Fafa jawab, napsu.

"Santai bel," kata Yubi.

Terus gue noleh ke Firlii. "Eh, Mbul.. Lo kan jeger yah, lo nangis nggak waktu perpisahan nanti?"

Firlii angkat bahu. "Nggak, kayaknya," katanya. "Eh.. tapi kayaknya gue bakal nangis deh."

"Elo, Jal?" gue nanya sama Ijal.

"Iya atuh!" Ijal jawab sambil benerin kacamata.

Eh iya yah, 97% temen-temen gue bilang kalo Rizal itu gantengan pake kacamata. 3% lagi bilang dua-duanya sama aja jelek. Dih, kasian Ijal.

"Elo Yub?"

"Hmmm... iya kali?" si Yubi jawab yakin-nggak-yakin.

"Bule? Bonbin?"

"Ya jelas lah bakal nangis!" Fafa sama Farah teriak bareng-bareng.


Terus dari situ, omongannya melenceng jadi acara wisuda nanti.

"Eh, parah. Entar pas wisudaan kalian harus pake tuxedo," kata gue sambil nunjuk Ijal.

"Bahahahaha! Tuxedo!" si Farah ngakak.

Si Firlii berdiri di samping gue. "Iya, make jas sama kemeja, pake dasi.."

"Ah, elo mah pake dasi kupu-kupu," kata si Fafa sambil nunjuk Firlii.

Firlii mukanya pura-pura kaget dan merasa terhina. "Copo," katanya kemudian.

"Eh, eh, liat, liat..." kata si Rizal.

Konstan kita semua noleh sama dia. Rizal narik celananya ke atas, pura-pura ngebenerin jas khayalannya sama ngencengin dasi kupu-kupu khayalannya, terus berkacak pinggang. Cupu banget gayanya waktu itu. Susah ngebayangin kecuali ngeliat.

"Gyahahahahahahaha!" semuanya pada ketawa.

"Ih, kita lebih parah tau," kata gue. "Pake kebaya."

"Dih," Fafa mendengus.

"Kebaya yang transparan sininya itu?" si Yubi nunjuk lengan.

Gue manggut-manggut.

"Wah, asoy dong," Firlii nyengir.

"Najis lo," kata gue.

"Ah copo. Colek dikit doang..." kata Firlii. "Tapi nggak mau deng sama elo mah."

Gue bergidik. "Ih gila, gue juga nggak mau sama lo, Mbul."

Dih, ini anak beger satu yak, kalo nyebelin, nyebeliiin, kalo baek, baeeek. Nggak jelas.

"Emang anak DH ada yang cantik ya, Fir?" si Yubi nanya.

"Lah? Mantan pacar elo emang nggak cantik? Mantan pacar gue?" si Firlii nanya balik.

Yubi manggut-manggut.

"Ada sih, cuma nggak banyak," kata Firlii.

"Bahaha, Mbul, ntar ada yang cemburu!" kata Fafa.

Firlii melet, terus mukul gue pake sumpit.

"Heuh. Gila."

***

Oh iya, mau tulis-tulis nih...

The Finish Line

Aku sudah berlari jauh, berlari lama.
Rasanya, baru beberapa detik yang lalu aku melangkah dari garis start.
Tapi sekarang, garis finis sudah terlihat.
Sekali aku menembusnya, aku tidak bisa kembali ke awal.
Hanya bisa memulai yang baru.

Bagaimana kalau aku tidak mau yang baru?
Bagaimana kalau aku hanya ingin trek yang ini?
Bagaimana kalau aku hanya ingin awal dan akhir yang sama?

Hanya satu jawabannya.
Aku tidak bisa.

Aku mau mengulang, tapi tidak bisa.

Semua rintangan sudah kulewati di sini, maka tak ada lagi.
Semua penghargaan sudah kudapatkan di sini, maka tak ada lagi.
Semua teman sudah kujadikan keluarga, maka tak ada lagi.
Dan semua musuh sudah kujadikan teman, maka tak ada lagi.

Semua sudah selesai.

Garis finis tinggal sebentar lagi.
Tapi aku tidak menginginkannya.

-fin-

✎ Nadine :)

***

Udah dulu yah. See you at the next post!

Bonjour people :)


New Sign

Bonjoour.. Gue baru pulang dari les piano, huuuh. Nggak sabar pengen lulus, terus abis itu ganti ke vokal, lalala...

Laper banget gue, mehehe. Akhirnya gue bikin macaroni schotel, macaroni and cheese *lagi banyak makaroni, sama cake ketan iteeem :9

Maknyus looooh *bangga.

***

Oh iya, gue cuma ngasih postingan pendek yah, mengenai signature. Gue bikin di sini nih.

Check it out!





Mehehe, simple. Tapi gue suka :3

Bonjour everybody!

Musicians

Bonjour, people. Seperti judul di atas, gue mau cerita tentang musisi. Musisi di sekolah gue doang sih, bahaha. Ya tapi yang bisa maen musik tetep aja namanya musisi kan? Kalo salah, ya maap.

Oh iya. Katanya banyak yang nggak bisa baca tulisan blog gue yah? Biasanya pake browser atau OS manapun tetep kebaca kok. Tapi akhirnya gue ganti juga, dengan bantuan teman gue yang hi-tech, si Cepak (Fanny). Maaf yah kalo tulisannya kekecilan, tapi bisa di zoom kok.

***

Oke, mari saya perkenalkan pada anda, yang namanya gitaris. Gue kenal 5 orang gitaris, cuma yang lain fotonya not available, bahahaha. Jadi gue cuma nampilin 3, sahabat-sahabat gue.























Firlii Nugraha, a.k.a. Jambul.


Waktu foto ini diambil, dia lagi maen rythmnya "21 Guns" by Green Day. Ini tadi siang pas mau pulang, mau keputraan dianya juga. Dia maennya bagus loh, gue ngefans sama dia, hahaha. Kalo maen melodi juga jago. Di band-nya dia, dia mainnya juga gitar melodi :)

Tapiii, ada gosip loh. Ada gosip! Kata mamahnya Jubran, gue dijadiin vokalis cewek sama Jubran? Sama band-nya? Ah, nggak mau. Eh, tergantung aja deh. Bingung.




















Muhammad Syahrizal, a.k.a. Ijal, Jeksen.

Waktu foto ini diambil, dia lagi maen rythmnya "Your Guardian Angel" by The Red Jumpsuits Apparatus, sambil nyanyi pula. Jujur aja ya, keputusan Firlii untuk ngangkat dia sebagai vokalis itu salah-salah-bener.
Gue pernah denger dia nyanyiin lagu ini, tapi suaranya nggak teriak, pelan. Lumayan suaranya waktu itu. Tapiii, pas dia lagi nyanyi "21 Guns" bareng si Jubran, beuh. Kumandang setan.

Pas gue bilang begini, Yubi bilang, "Ah, nggak segitunya kali, Din."

"Terus? Segimana?" gue nanya.

"Jiga digegel maung!" katanya Yubi. Artinyaa, "Kayak digigit singa!"

"Bahahahaha!" Imbisil langsung ketawa. Eh, Ijal manyun.

Maap, Jal. Yang bilang kan Yubi, bukan gue yah.

Oh iya, Ijal banyak fans-nya loh, kayak Atsa sama Fullah *dusta abis. Pas pagi-pagi Ijal lagi maen "21 Guns", terus abis itu Fullah sama Atsa dateng ke kelas. Terus abis itu Atsa rikues, "Jal, nyanyi Jal. Ayo Jal..."

"Ah, enggak mau," Ijal menolak.

"Eeeh. Rikues," kata Fullah. "Bisa maen 'Facedown'?"

"The Red Jumpsuits?" Rizal nanya balik. "Bisa atuh," terus langsung main.

Hahaha, dasar.























Akifan Abi Rafdi, a.k.a. Kifan (mantan gue, bahaha).


Gue nggak tau yah dia lagi maen apa waktu lagi difoto *candid semua, kalo nggak salah denger, dia lagi nyobain kunci atau maen "Smoke On The Water"-nya Deep Purple deh.

Karena manusia yang satu ini nih, gue belajar gitar. Udah setaunan gue belajar, kunci ini-kunci itu bisa, beberapa lagu juga bisa. Tapi kalo yang nge-skill ya gue nggak becus-becus amat lah.

Kifan jago maen gitarnya, maen piano juga dia bisa. Udah punya band dia juga. Gue punya lagu-lagunya dia, haha. Ada yang khusus ditulis buat gue, waktu mau putus, heuh. Sekarang mah kamu udah punya pacar baru ya, Kif, yaa? Jaman kapan kaleee ngebahas Kifan tuh. Kisah lama. Bahaha.

Eh, maafkan gue kalo cuma potonya Kifan aja yang quality sama lighting-nya bagus. Soalnya Firlii sama Ijal diambilnya di dalem kelas. Firlii siang-siang, Ijal pagi-pagi. Kifan tadi siang juga, cuma di depan mesjid. Jadi kena cahaya melimpah, bahaha.

***

Sekarang, kita bahas pianis. Piano juga salah satu keahlian gue, tapi sayangnya gue adek gue males banget ngerekam gue main piano. Huh.

Jadi sekarang gue bahas si Muti aja yah.


video

Mutiara Fadhilah a.k.a. Muti, Mutay

Yeah. Video ini diambil di rumah gue waktu Muti lagi nginep. By the way, maaf kalo quality-nya agak standard, soalnya ini diambil pake camcorder HP gue yang Nokia 6300. Sekarang sih udah ganti.

Muti maen "River Flows in You"-nya Yiruma. Maap ya banyak ketawanya, si Hasya noh, ngganggu aje.

***

Oh, iya. Excel juga bisa maen drum. Excel pacarnya Fullah itu loooh... Bahaha. Gue punya fotonya *nyomot dari blognya Fullah, tapi nggak ada bukti kalo dia bisa maen drum. Gue pernah liat, cuman nggak dipoto waktu itu. Tiap hari Jumat mereka latihan di studio atas, tapi guenya nggak ikut haha.

Daaan...




















Ini dia si Excel, atau gue mah manggilnya pake 'Ecel', mehehe.

Anak ini drummer di band-nya Firlii, anak geng pula. Tapiii, sangat mengejutkan! Excel ini suka nyanyi "Honey Bunny Sweety", lagunya String yang isinya cewek-cewek sok seksyieh. Bahaha. Udah gitu nulerin ke Firlii juga lagi. Aduh! Jeger-jeger nyanyinya "Honey Bunny Sweety".

Pernah pada suatu pagi yang dingin di hari Selasa, gue dateng pagi pas pemantapan. Karena di kelas cuma ada Izzy sama Ijal doang, gue maen ke kelas E yang kelasnya Ecel, karena di sana udah ada Atsa sama Alya, dkk.

Ecel kan dateng tuh, terus naro tas di bangkunya, di seberang bangku yang lagi gue dudukin. Awalnya mah kalem-kalem gimanaaaa gitu. Tapi, tiba-tiba, keluar gumaman dari mulutnya, "Honey bunny sweety..."

Ih, gue sama Atsa langsung ngakak, bahahahahaha. Diikuti sama yang lain. Eh, si Ecel-nya nyengir doang.
Eh, maap ya Pul, saya ngomongin pacar kamu.

***

Eh, tadi gue di sekolah sampe jam 2 loh! *bangga. Iya itu gara-gara emak saya lagi enjoy ngobrol sama temen-temennya, mehehe. Jadi aja gue maen di sekolah sama Fafa, Fullah, Muti, Atsa, Triani, Vivi, sama Salma. Terus poto-poto deh! Haha, bangga abis. Gue fotografernya, jadi nggak ada di potonya.



























































[click to enlarge]

Bahahahaha. Mukanya pada nggak kobe (kontrol beungeut = kontrol muka) yah?

Eh, terus ada kejadian gitu deh pas tadi nungguin itu anak-anak narsis di atas pulang dari McD Simpang. Kan gue lagi jalan sama adek gue (si Ami), terus abis itu si Firlii manggil gue dari tangga mesjid. "Nadine!"

"Apah?" gue menjawab.

"Kok, elo sama ade lo tingginya nggak jauh beda, yah?"

"Heeh. Orang bedanya juga cuma 2 senti!"

"Berarti elo pendek dong?"

Dengan sangat menyesal gue jawab, "Heeh. Ih nggak adil!"

"Aaaah! Copo!" si Firlii berseru. "Cops community!"

"Bahahaha! Heeh tah! Heeh! Copooo!" si Yubi sama Rizal ikut-ikutan. Dih.

Gue menghentakkan kaki. "Aaah, kayak elo kagak pendek aja lo! Cebool!"

"Aaaah!" Firlii mengibaskan tangan.

Ih, sebel. Terus akhirnya kita ngebahas masalah band. Gue pun bertekad, akan giat maen basket dan minum susu Hi-Lo Teen yang banyak. Segalon tiap hari. Yeah!

***

Ah, bosen di rumah. Mau tulis-tulis novel aja lagi. Sekarang gue lagi SMSan sama si Farah, sama si Yubi. Eeeh, Yubi marah-marah. Soalnya nilai SUN Bahasa Indonesianya 90.

Kata gue, "Eh Yub. Eta mah alus keneh atuh, naha make '******' sagala?" <- tadi dia ngomong kata kasar. Artinya itu, "Eh Yub. Itu mah masih bagus dong, kenapa make '******' segala?"

"Soalnya yang 90 itu salah nyentang, Din! Padahal kalo nyentangnya betul bisa bagus," dia jawab.

"Bahaha. Kalo kamu nyentangnya betul nilainya sama kayak aku, beeel," kata gue.

"Nilai kamu berapa?"

"92 dong! Edan somboong ."

"Jago euh."

"Haha, santai weh atuh bel."

"Besok gue SMS minta contekan yah," katanya. Ih culas.

"Ah, embung!" artinya, "Ah, nggak mau!"

"Heeeu..."

Terus gue nanyain PR. Ya udah abis tengkyu, gue SMSan sama si Bule. Sekarang gue lagi makan Hokben, shrimp roll, lalala.

Bonsoir, people :)

Thursday, January 21, 2010

Phobias

Bonsoir :)

Pernah denger 'phobia'?

Wuih.. iya dong! Kan gue gaul.

Ya bagus deh kalo begitu. Nah, kali ini gue bakal ngebahas soal phobia.

Maafkan jika bahasa buku gue kumat yah, kalo nggak ngerti tanya aja, hehe. Tapi gue yakin sekali kalian yang udah gede-gede pasti paham soal phobia dan basa-basi lainnya.

Oke, kita mulai aja yaaa...

***

Phobia itu ketakutan yang berlebihan, ekstrim, cenderung abnormal-irasional terhadap sesuatu. Cenderung berlangsung berulang-ulang seumur hidup.

Phobia itu banyaaaaak banget. Dari yang masih bisa dibilang normal sampe yang aneh-aneh. Contohnya yang aneh ituuu:

  • Leukophobia atau phobia warna putih
  • Catoptrophobia atau phobia melihat cermin
  • Chrometophobia atau phobia uang *ckck, malang..
  • Geliophobia atau phobia tertawa *kasian..
  • Peladophobia atau phobia botak
  • dan lain-laiiin...
Gue kasian banget sama yang phobia tertawa. Berarti dia kalo nonton Opera Van Java nggak ketawa dong? Wah, kasian abis. Hidupnya tidak berwarna.

Oh! Gue juga kasian sama orang yang bibliophobia, atau phobia buku. Nggak pinter-pinter deh dia. Lagian, baca buku kan asiiiik. Gue itu manusia yang sangat kutu buku *bangga.

Sama gue juga kasian sama yang lachanophobia atau takut sayuran. Nggak sehat dong, nggak makan sayur. Sayur paporit gue kan bayam, sama kayak Popeye the Sailor Man!

Ah, gue ngomong apa sih? Ayo kita lanjut.

Menurut gue, semua orang punya phobia. Ada yang bisa disembuhin, ada juga yang nggak bisa disembuhin –tergantung orangnya, sih. Kalo niat dan mau, bisa sembuh. Kalo menurut dia phobia-nya itu bukan big deal, ya sudah. Biarkan saja.

Oh iyaa, bagi kalian semua yang nggak tau phobia apa yang kalian alami, silakan cek website ini. Click here ya!

Nah, dari situ, gue menemukan phobia gue, setelah sekian lama melihat bolak-balik. Gue punya banyak phobia ternyata, tapi yang gue paling takutin adalah...

Athazagoraphobia alias phobia dilupakan, dicuekin. Dan

Jujur aja ya, gue sahabatan sama Farah, Fafa, Firlii, Yubi sama Rizal itu udah lumayan lama, walaupun beda-beda.

Sama Fafa itu udah dua tahun. Sama Farah setahun. Firlii, yang paling lama, udah tujuh tahun gue sama dia *malah sempet saling suka-sukaan, hahaha. Maaf untuk para wanita yang naksir Firlii yaah. Sama Yubi udah dua tahun, dan sama Rizal juga udah dua tahun.

Jarang banget gue dicuekin sama mereka. Kayak kemaren aja, kita berenam itu ngomong soal SMP, karena sebentar lagi UASBN kan. Itu tuh berenam kayak udah perkumpulan keluarga aja. Semena-mena, nggak kayak di sekolah; duduk di meja, ketawa-ketiwi kesetanan, pukul-pukulan, rebutan pendapat, daaan lainnya.

Mereka emang tipe orang yang susah nyuekin dan susah dicuekin sih. Soalnya pada rame semuanya. Gue berani taruhan, kalo anda-anda semua sekelas sama kita, ada aja yang bikin ketawa setiap hari. Yang joker asli itu Rizal, Fafa sama Firlii. Bahaha.

Mereka pokoknya udah kayak sodara-sodara gue sendiri lah. Yubi kayak kembaran gue; bisa kakak, bisa adek. Firlii adek cowok gue yang paling nakal, Rizal adek cowok yaang.. emm... merepotkan! Farah sama Fafa mah dua-duanya adek gue! Bahaha. Enggak deng, Fafa kayak kakak, cuma kakak yang rada-rada abnormal *peace, Bon!

Kalo udah dicuekin, eeeeukh, betenya selangit. Dengerin lagu aja sendiri gue mah nyanyi teriak-teriak cemberut. Euh. Tapi kalo udah nyadar gue bete, pasti diantara mereka nanya, "Napa lo? Kusut amat tah, beungeut (muka)." Hahaha.

Kita berenam panggilannya beda-beda, nggak pernah deh manggil pake nama asli. Gue Nadine lah, biasa. Si Fafa jadi Bona, Farah jadi Bule, Yubi jadi Kuyub/Kuwuk, Firlii jadi Jambul, Rizal jadi Jeksen. Yang lain juga pada punya panggilan nama.

Kayak Fida jadi Ucing (kucing, bahasa Sunda), soalnya dia kalo senyum kayak kucing *kata Firlii. Ghita jadi Ghitampet *kata Rizal, nggak tau deh sebabnya apa. Heran. Bimo jadi Comro/Banci, soalnya kepalanya kayak comro, dan dia sama sekali enggak mau maen sama cowok, maunya sama kita-kita yang ceweeek terus. Pokoknya masih banyak deh.

***

Oh iya, kemaren Imbisil terlibat dalam pembicaraan penting-nggak-penting ini. Dua pembicaraan sih, sekalian nunggu pergantian guru (mirip period gitu lah). Ini kalo nggak salah lagi third period. Kita dibagiin brosur DHIS kan, cabang internasional sekolah gue *DH.

"Eeh, Nadine, kamu masuk SMP mana?" Rizal nanya.

"Hm? Gue?" gue nunjuk diri gue sendiri.

"Dia mah masuk DHIS (Darul Hikam International School)! Asrama!" si Fafa teriak, napsu.

Farah nyikut gue, "Ah elu mah nggak sohib, Din."

"Iya ih, kita semua masuk negeri tauk," kata Yubi. "Jaat lu maah..."

Gue melipat tangan. "SMA-nya pada di mana?"

"Kenapa tiba-tiba nanyain SMA?" Yubi nanya balik.

"Jawab dulu."

"Negeri atuh," semuanya jawab bareng-bareng.

"Gue juga di negeri," kata gue. "SMA 3, atau 5."

"Sama," semuanya hi-five.

"Eh tapi..." Firlii ngomong. "Kalo kita beda-beda, entar Imbisil bakal pisah?"

Gue, Farah, Fafa, Yubi sama Rizal lirik-lirikan.

"Enggak lah," kata gue. "SMSan aja terus kalo mau ngobrol. Masih ada Y!M, Skype, fb, Twitter, dan lainnya. Kalo misalnya ganti nomor HP atau kontak, kasih offline message ke Imbisil yah."

"Sip," semuanya bilang kompakan.

"Sippiriliii..."

"Din, kenapa sih, elo masuknya DHIS? Nggak sama kita-kita aja?" Firlii nanya.

"Lo pada dimana emang?"

"Gue 5, sama Rizal," kata Firlii.

"Gue 2, atau 12 lah," kata Yubi.

"Gue 5, SBIiii..." kata Farah.

"Hah? Kok pada 5 sama 2 sih? Gue 7 sendiri, dong!" Fafa protes. "Gue nggak nyampe masuk 5 kayaknya deh! NEM-nya aja 27 koma! Gila!"

"Tetep weh, pisah. Kecuali Bule, Jambul ama Ijal sih," kata gue. "Gue ke DHIS buat beasiswa yang memungkinkan gue kuliah di luar kok. Kalo gue udah dapet, gue lulusnya cepet."

"Terus? Kalo kita mau jalan-jalan? Mau reunian? Elo kan asrama," kata Fafa.

"Gue pulang dua minggu sekali, tiap weekend," jawab gue. "Asrama gue kan di Lembang, deket rumah si Kuyub. Entar kalian maen ke sana aja, kalo pulang gue ke rumah Yubi lah. Gue apal kok."

"Ooooh, udah ngapel ke rumah mantu ya, Din?" si Rizal mesem-mesem.

"Pitnah aje lu," kata gue.

Kita ketawa-ketiwi, sampe akhirnya pelajaran SBYK (Kesenian). Kitanya ke koridor aja, gue maen keyboard, auehaehae.

***

Dan ternyata, Bu Pupu, guru IPA kita, nggak masuk pas pelajarannya, jadi beliau *ceilah, nitipin tugas sama gue. Tugas kelompok yang kemarin.

Akhirnya 6C melakukan tugas di luar, di koridor.

Nafi bawa-bawa kompor portabel, terus kita tuh melakukan percobaan konveksi. Sama maen pewarna makanan coba? Gila, pewarna makanan yang duren punya Rai baunya... heuh.

Itu air didihan kita jadi keruh-bau-bau gimana gitu yaa. Sama Rizal disodorin ke anak-anak cewek.

Akhirnya? Tumpah ke lantai. Berbekas, Ijal sama Rai suruh ngepel. Kualat lu, Jal. Bahaha.

Pas jam kedua, abis sholat zuhur, karena nggak ada Bu Pupu, kita akhirnya nyante aja leyeh-leyeh. Imbisil ngobrol lagi berenam. Ngomongin apa coba?

Maaf yah, maaf. Kita berenam ngomongin masalah pornografi.

Sumpahnya, Imbisil semua tuh udah beger-beger, udah balig. Di mulai dari masalah album Julia Perez yang ada kondomnya itu, Rizal mulai ngebahas yang aneh-aneh lah. Dia emang bokeppers sejati sih. Terus Firlii cerita. Waktu Rizal, Firlii sama Yubi lagi di rumahnya Fanny, mereka browsing yang 'gitu' deh.

Mereka juga sering mimpi gitu, haha. Pernah pas bangun *pas lagi nginep gitu, si Rizal ngeliat siapa ya waktu itu, gegeregetan, hahaha. Terus yang laen dibangunin.

Terus kita, para cewek, mengakui lah, kalo kita juga pernah, secara tidak sengaja. Tapi suka keterusan sampe akhir. Bahaha. Gue sama Farah kan dihasut para kakak, plus ngeklik link-link enggak jelas, kalo si Bona nggak sengaja ngeklik link, nyambungnya ke situs porno. Dih, gila.

"Yang begituan tuh, asik tauuu..." kata Firlii, yang udah lama begernya.

"Ah, gila," kata gue. "Kalo lagi liat yang begituan, dari dada ke bawah suka begeter."

"He-eh!" gue sama Yubi hi-five.

"Eh, eh, tau nggak..." Rizal cerita sampe selesai.

Fafa mencak-mencak. "Gila lu mah, Jal," katanya.

"Ah, kayak lo nggak pernah aja," Rizal bales.

Fafa manggut-manggut.

Si Bule diem, terus tiba-tiba ngomong, "Ternyata kita berenam nggak sehat."

"Setuju!" kata temen-temen.

"Sakit semua lo pade," kata Firlii. "Gue juga sih."

"Ah, payah, hahaha," gue ketawa.

"Cops community!" si Firlii tiba-tiba teriak.

"Apa siiiih?" yang cewek-cewek kompakan.

"Ya kitu weh baruleud," yang cowok-cowok kompakan juga. Artinya, "Ya gitu aja bulet."

"Jiahahahaha..." berenam kompakan ketawa.

Akhirnya, bel berbunyi. Kita pun harus pulaaaang, huhuh. Bete. Padahal lagi rame di sekolah. Tapi, gue ketemu lagi sama Firlii, Yubi, Fanny plus additional player si Alif di Tridaya.

Si Firlii nakaaal, bawel banget, dikit-dikit, "Cops community", "Cops community". Heuh bete.

Terus geng DH *sebutan dari guru-guru TD buat kita-kita, kenalan sama muridnya Bu Irma yang namanya Dega. Si Dega tuh lucu banget, humoris, bikin kita ketawa terus. Dan akhirnya, sukses berteman. Kan kita friendly bin famous gitu deh *dusta.

Bahaha. Abis itu kejadian aja yang seperti gue bilang di post yang Hey, Boy kemaren. Masih terngiang-ngiang di kepala gue senyumnyaaa. Apalagi tadi ketemu di sekolah, hehe.

Yaaa. Sudahlah. Tadinya saya juga mau ngomongin phobia malah melenceng ke sini. Nggak pa-pa deh, asal ngepost.

Bonsoir :)

Wednesday, January 20, 2010

Hey, Boy

Hey, boy. My special someone.

Yes, I saw you staring at me from your car window.


You were smiling.

Your smile is really unpredictable.

I stared back at you that time...


And I was smiling back at you.

Unconsciously, of course...

Shrugging.


Smiling sheepishly.

Cheeks blushing crimson red...

And I couldn't imagine,

couldn't explain what I was feeling in words.


I couldn't tell.

But I was really happy...

That I smile every second,
since that time!

You can't ever imagine,


how many images and pictures and thoughts of you,

Clouding up my mind.

Hey, boy...


I wanna ask you something.


...


Do you like me?

Do you love me?

Does your stare in class...

ever meant anything?

Does your texts with worrying and cheering notes...


is the result of your feelings?

Anything?

...

Hey, boy...

Just tell me something.

Tell me the truth.


***

Hahaha, ketawa deh gue baca ini.

Ya, ya. Gue lagi seneng bangeeeet karena ada 'dia' ini. Terlalu seneng sampe nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata, huahaha.

Pokoknya, gue baru pulang dari bimbel. Nungguin nyokap, lagi beli Hokben di jalan Sunda. Ya udah, gue dengerin musik sambil minum Pop Ice. Yang gue puter waktu itu lagunya Cascada yang "Everytime We Touch", hahaha.

Terus kata nyokap, bentar lagi nyampe. Gue bangkit dari duduk, terus abis itu nyender ke tembok kantin sambil nyedot minuman.

Terus dia menghampiri, "Nadine, PR IPA halaman berapa?"

"116, beeel," gue menjawab. "Jangan lupa dikerjain, sama PR BTAQ."

"Sip," kata dia. "Belom dijemput?"

"Belom lah, bukannya biasanya elo yang pulangnya cepet?"

"Engga, biarin lah supir gue nungguin," jawabnya santai.

"Diiih, edan."

Dia ketawa. Lucu. Terus abis itu yah, supirnya mah nyuruh pulang aja, dianya "He-eh, he-eh" aja terus.

"Pulaang..." dan tanpa basa-basi, dia masuk ke mobil Vios-nya.

Tapiii, luckily, Alif ngampirin dia.

"Eh, --------------", pokoknya gue nggak denger aja, abis kejauhan.

Dia jawab, tapi sambil ngeliatin gue, hehehe.

Si Alif masih ngomong, cuma dia jawabnya masih ngeliat ke gue.

Gue cuma curi-curi pandang haha.

Terus akhirnya gue pun menoleh kayak orang yang di komik-komik gitu, hwahaha. Dianya ngangkat alis sambil senyum penuh selidik. Hahahaha, lucuuuuuu...

Dia emang beken sih, banyak yang naksir (baca: banyak saingaaan). Huhuh.

Ya udah, habis itu mobilnya meluncur ke jalanan, mau muter ke jalan samping *soalnya rumahnya ke jalan lain. Gue keluar aja, terus gue ketemu Alif sama Fanny.

"Eh, Nadine," kata si Fanny.

Ya udah gue jawab, terus kita ngomong aja haha.

Pas mobilnya si Dia lewat, si Alif teriak, "Heeey, _______!" pokoknya mah namanya aja, haha.

Hyaaaa, abis itu sampe pulang gue senyum-senyum sendiri aja kayak orang gila.

Gue seneeeeeeeeeeng! ♥ ♥ ♥

Love you so much, boy :* :* :*

xxx-V :P





















and love is something special :)